Ini Perbedaan Kelas yang Dimaksud BPJS

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Ini Perbedaan Kelas yang Dimaksud BPJS

Halodoc, Jakarta - Rasanya memang tak bisa diperdebatkan kalau BPJS Kesehatan benar-benar membantu banyak orang dari segi pembiayaan masalah kesehatan. Dengan adanya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, bisa menjadi penyelamat ketika seseorang terserang penyakit. BPJS Kesehatan ini memberikan manfaat dasar dan menyeluruh.

Kehadiran BPJS Kesehatan membuat seorang yang mengidap penyakit berat bisa ditangani sampai sembuh di rumah sakit pemerintah. Bahkan, tanpa perlu perlu khawatir untuk menyiapkan dana besar untuk pengobatan.

Baca juga: Begini Cara Cek Kesehatan Pakai BPJS

Nah, BPJS Kesehatan sendiri terdiri dari tiga kelas, yaitu kelas 1, kelas 2, dan kelas 3. Pertanyaannya, apa sih yang dimaksud dari kelas-kelas tersebut? Seperti apa perbedaannya?

1. Besaran Iuran yang Berbeda

Secara sederhana perbedaan ketiganya bisa dilihat dari besaran iuran yang ditanggung oleh pesertanya. Menurut Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan, iuran BPJS resmi mengalami kenaikan.

Nah, berikut iuran peserta BPJS mandiri atau peserta BPJS pekerja bukan penerima upah:

  • Kelas 1, sebesar Rp 80.000

  • Kelas 2, sebesar  Rp 51.000

  • Kelas 3, sebesar Rp 25.500

2. Fasilitas Rawat Inap

Perbedaan kelas BPJS Kesehatan juga bisa dilihat dari fasilitas ruang rawat inapnya. Nah, berikut penjelasannya:

  • Kelas 1: Biasanya mendapatkan fasilitas kamar rawat inap kelas 1, umumnya terdiri dari 2 sampai 4 bed pasien tiap kamarnya.

  • Kelas 2: Mendapatkan fasilitas kamar rawat inap kelas 2, biasanya ruang rawat inap ini terdiri dari 3 sampai 5 bed pasien di tiap ruangan.

  • Kelas 3: Mendapatkan fasilitas kamar rawat inap kelas 3, umumnya terdiri dari 4 sampai 6 bed pasien tiap kamarnya.

Baca juga: Pindah Rumah? Jangan Lupa Pindah Faskes BPJS Juga

3. Perbedaan Tarif INA-CBG’s

Selain kedua hal di atas, perbedaan kelas di BPJS juga bisa dilihat dari Tarif INA-CBGS, singkatan dari Indonesia Case Base Groups. INA-CBG’s ini merupakan sebuah sistem atau aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim kepada pemerintah. Boleh dibilang, INA-CBG’s ini merupakan sistem pembayaran dengan sistem “paket”, berdasarkan penyakit yang diidap seseorang.

Ambil contoh bila seseorang mengidap demam berdarah. Sistem INA-CBG’s ini sudah “menghitung” layanan apa saja yang akan diperoleh oleh pengidapnya. Termasuk di dalamnya berupa pengobatan, sampai dinyatakan sembuh.

Klaim tarif untuk biaya perawatan atas penyakit itu ditanggung oleh BPJS kesehatan. Umumnya, biaya klaim untuk kelas 1 lebih mahal, ketimbang kelas 2 dan kelas 3.

Baca juga: Sakit, Datang Saja ke Puskesmas dengan BPJS

Menurut Permenkes No 59 tahun 2014 tentang Standar Tarif Pelayanan Kesehatan dalam Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan, perbedaan tarif ini terletak pada tarif ruangan rawat inap saja. Sedangkan untuk obat, tak ada perbedaannya.

Namun, ini akan berpengaruh bila seseorang memilih untuk naik kelas perawatan atas permintaan sendiri. Dalam kondisi ini, mereka akan dikenakan selisih biaya tambahan. Selisihnya dihitung berdasarkan perhitungan tarif INA-CBG’s kelas perawatan yang diambil dikurangi tarif INA-CBG’s kelas perawatan yang menjadi haknya.

Memiliki keluhan kesehatan dan ingin berdiskusi dengan dokter? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!