• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Perbedaan Ruam pada Cacar Monyet dan Flu Singapura
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Perbedaan Ruam pada Cacar Monyet dan Flu Singapura

Ini Perbedaan Ruam pada Cacar Monyet dan Flu Singapura

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 27 Mei 2022

“Infeksi cacar monyet akan diawali dengan flu, kemudian muncul ruam di wajah yang menyebar ke bagian tubuh lain. Sementara ciri flu Singapura dimulai dari dalam mulut menyerupai sariawan.”

Ini Perbedaan Ruam pada Cacar Monyet dan Flu Singapura

Halodoc, Jakarta –  Cacar monyet  memiliki gejala ruam menyerupai flu Singapura. Namun demikian, ruam pada cacar monyet dan flu Singapura tidak sama. 

Ruam pada cacar monyet akan muncul setelah pengidap merasakan demam, sakit kepala, dan sesak napas. Setelahnya, ruam akan muncul seminggu pada area-area non-mainstream seperti kepala atau dada. Sedangkan ruam pada flu Singapura, biasanya berkembang di mulut dengan ditandai bintik merah kecil yang melepuh kemudian menjadi bisul. 

Informasi selengkapnya mengenai perbedaan ruam pada cacar monyet dan flu Singapura bisa dibaca di sini!

Ruam Cacar Monyet Muncul pada Tubuh, sedangkan Flu Singapura Diawali pada Bagian dalam Mulut

Cacar monyet bukanlah penyakit baru. Kasus manusia pertama yang terinfeksi penyakit ini terjadi pada 1970 ketika seorang anak diisolasi karena diduga mengidap cacar di Kongo. 

Umumnya, cacar monyet berisiko kecil menyebabkan komplikasi penyakit lain. Namun, keberadaan COVID-19 membuat kekhawatiran berlebih bagi masyarakat. 

Lantas, bagaimana dengan flu Singapura? Flu Singapura umumnya disebabkan oleh sekelompok virus yang disebut  enterovirus. Anak-anak lebih sering mengalami penyakit ini ketimbang orang dewasa. Tapi, bisa sembuh sendiri dalam 7 – 10 hari. 

Sebelum kemunculan ruam, infeksi cacar monyet akan diawali dengan flu disusul ruam di wajah yang menyebar ke bagian tubuh lain. Lama-lama, ruam akan berubah dari bintik merah menjadi melepuh dan berisi nanah yang akhirnya berkeropeng. Namun setelah kering, akan rontok dengan sendirinya. 

Adapun, fase ruam yang muncul pada cacar monyet adalah sebagai berikut:

  • Pembentukan makula atau lesi datar
  • Papula atau lesi yang menggembung 
  • Lalu vesikel berupa benjolan dengan cairan bening
  • Pustula atau benjolan dengan cairan kekuningan
  • Baru kemudian diakhiri kudis, atau koreng yang mengering

Bicara soal penularan cacar monyet, infeksi ini bisa terjadi karena kontak fisik yang dekat. Misalnya, kulit ketemu kulit. Tapi kabar baiknya, cacar monyet tidak bersirkulasi melalui tetesan kecil di udara serta tidak menyebar dengan mudah,– walaupun menurut juru bicara Kemenkes RI, dr Mohammad Syahril, bilang bahwa 18 persen kasus cacar monyet bisa disebabkan karena droplet.

Berbeda dengan ruam pada cacar monyet, ruam pada flu Singapura akan ditandai dengan demam yang kemudian diikuti dengan nyeri saat menelan, nafsu makan menurun, dan badan yang lemas.

Setelah merasakan kondisi yang disebutkan di atas, ruam mulai muncul dan menyerupai sariawan. Setelah ruam di dalam mulut, barulah kemudian ruam merah tersebut menyebar di tangan dan kaki. 

Mana yang Lebih Berbahaya, Cacar Monyet atau Flu Singapura?

Cacar monyet biasanya tidak menyebabkan penyakit serius. Tetapi, bukan tak mungkin membutuhkan rawat inap dan bisa memicu kematian bila terjadi komplikasi parah. 

Flu Singapura umumnya merupakan penyakit yang lebih sering menyerang anak berusia di bawah 10 tahun. Meski tidak menutup kemungkinan juga bisa dialami oleh orang dewasa. 

Daya tahan tubuh yang belum sekuat orang dewasa dan kurangnya pemahaman mengenai pentingnya cuci tangan menjadi dua faktor yang memicu flu Singapura mudah menyerang anak-anak. 

Faktor lain yang juga meningkatkan risiko penyakit ini adalah lingkungan, suhu yang terlalu panas, kelembaban tinggi, dan angin kencang dapat mempermudah penularannya.

Anak-anak bisa dengan cepat tertular virus ini bila bersentuhan dengan cairan dari orang yang terinfeksi penyakit. Mulai dari lendir hidung, air liur, cairan dari kulit, feses, atau cairan yang keluar saat orang tersebut bersin dan batuk.

Sejauh ini, menjaga kebersihan dan imun tubuh adalah sebagian cara untuk mencegah infeksi cacar monyet dan flu Singapura. Itulah informasi mengenai perbedaan cacar monyet dan flu Singapura, terutama dari segi keberadaan ruamnya.

Kalau kamu melihat ciri-ciri orang terdekatmu mengalami salah satu gejala yang disebutkan di atas, segera buat janji pemeriksaan ke rumah sakit lewat aplikasi Halodoc. Yuk, download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
The Conversation. Diakses pada 2022. What is monkeypox? A microbiologist explains what’s known about this smallpox cousin
World Health Organization. Diakses pada 2022. Monkeypox
Indonesia.postsen.com. They both make a rash, recognize the difference between the Singapore flu and monkey pox
Detik Health. Diakses pada 2022. Kemenkes Ungkap Cara Penularan Cacar Monyet, Bisa Lewat Udara?