• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Pertolongan Pertama saat Seseorang Terserang Stroke

Ini Pertolongan Pertama saat Seseorang Terserang Stroke

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
undefined

Halodoc, Jakarta - Stroke merupakan kondisi yang terjadi saat terganggu atau tersumbatnya aliran darah menuju otak. Gangguan kesehatan yang satu ini juga dapat terjadi akibat pecahnya pembuluh darah yang mengganggu fungsi otak sebagian, atau seluruhnya. Mengingat dapat berakibat fatal, kamu perlu mengetahui langkah pertolongan pertama serangan stroke saat gejala muncul. Simak beberapa langkah yang bisa dilakukan di bawah ini, ya!

Baca juga: Bisakah Orang yang Terkena Stroke Sembuh Seperti Semula?

Ini Pertolongan Pertama Serangan Stroke yang Bisa Dilakukan

Seseorang bisa terserang stroke di mana pun dan kapan pun. Saat serangan stroke terjadi, sel-sel di dalam otak perlahan mengalami kematian. Hal tersebut terjadi karena pasokan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan untuk menjalankan fungsinya tidak dapat terpenuhi dengan baik. Pengidap kondisi ini cenderung mengalami kesulitan untuk mendapatkan pertolongan, karena orang di sekitarnya bingung harus berbuat apa.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui pertolongan pertama serangan stroke agar orang di sekitar yang mengalaminya mendapatkan penanganan yang tepat. Berikut ini beberapa langkah yang dapat dilakukan:

1. Perhatikan Kondisi, Sadar atau Tidak Sadarkan Diri

Pertolongan pertama serangan stroke akan berbeda pada pengidap yang masih sadar dan tidak sadarkan diri. Jika pengidap masih sadar, kamu dapat melakukan beberapa langkah berikut ini:

  • Baringkan pada posisi miring dengan kepala dan bahu sedikit lebih tinggi dari tubuh.
  • Longgarkan pakaian agar pengidap dapat bernapas dengan lega.
  • Jika kedinginan, hangatkan tubuhnya dengan memberinya jaket atau selimut.
  • Periksa mulutnya, apakah ada benda atau zat di mulut yang dapat menghambat jalur pernapasan. 
  • Jangan berikan makanan atau minuman. 
  • Perhatikan semua gejalanya untuk melapor pada tim medis.

Jika pengidap tidak sadarkan diri, kamu perlu memeriksa jalur pernapasan dan detak jantungnya. Caranya dengan mengangkat dagu dan miringkan sedikit kepala ke belakang. Cara lainnya adalah, posisikan pipimu di dekat area mulut pengidap untuk mengetahui apakah ia bernapas atau tidak. Jika napas dan detak jantung tidak terasa, segera lakukan CPR (cardiopulmonary resuscitation). 

Baca juga: Ketahui Risiko Stroke setelah Alami Serangan Jantung

2. Periksa Gejala dengan Metode FAST

Untuk memastikan apakah seseorang mengalami serangan stroke atau tidak, kamu dapat melakukan metode FAST dengan beberapa langkah berikut ini:

  • Face, yang dilakukan dengan memeriksa wajah pengidap, apakah mengalami rasa kebas, dapat digerakkan atau tidak, atau apakah salah satu sisi wajah menurun. 
  • Arms, yang dilakukan dengan meminta pengidap mengangkat kedua tangannya. Pastikan apa salah satu lengan lebih rendah atau tidak. 
  • Speech, yang dilakukan dengan mengajaknya berbicara. Pengidap serangan stroke akan mengalami kesulitan dalam berbicara dan memahami maksud ucapan orang lain. 
  • Time, yang dilakukan dengan mencari pertolongan medis darurat segera. 

3. Pahami Gejala yang Muncul

Pertolongan pertama serangan stroke tidak dapat dilakukan jika kamu tidak memahami gejala yang muncul. Berikut ini beberapa gejala yang dialami saat seseorang mengidap serangan stroke:

  • Mual;
  • Pusing;
  • Sakit kepala;
  • Kesulitan menelan;
  • Kesulitan berbicara;
  • Lumpuh di salah satu sisi tubuh;
  • Gangguan penglihatan;
  • Mati rasa pada wajah, tangan, dan kaki;
  • Kebingungan;
  • Kehilangan keseimbangan;
  • Kehilangan kesadaran .

Baca juga: Benarkah Kolesterol Tinggi Berisiko Sebabkan Stroke?

Jika kamu sudah berhasil mengidentifikasi ketiga poin tersebut, segera cari bantuan medis dengan membawanya ke rumah sakit terdekat. Namun jika kamu belum memahami bagaimana pertolongan pertama serangan stroke seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, silahkan bertanya langsung dengan dokter di aplikasi Halodoc, ya. Mengingat serangan stroke dapat berakibat fatal, kamu disarankan untuk benar-benar memahaminya guna membantu pengidap yang sedang butuh pertolongan.

download  beli obat dan vitamin

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2021. Should I Drive a Stroke Patient to the Hospital or Not?
Healthline. Diakses pada 2021. First Aid for Stroke.