• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Prosedur Cek Urine untuk Mengetahui Penyakit Hati

Ini Prosedur Cek Urine untuk Mengetahui Penyakit Hati

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Demi mendapatkan diagnosis yang lebih akurat terhadap suatu penyakit, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan tertentu. Salah satunya adalah cek urine atau dikenal sebagai urinalisis dalam dunia medis. Sebenarnya, apa itu cek urine? Bagaimana prosedur pemeriksaan ini?

Urinalisis adalah pemeriksaan laboratorium yang dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui adanya kelainan atau masalah pada saluran kencing atau kemih. Melalui pemeriksaan ini, dokter bisa mendapatkan hasil diagnosis yang lebih tepat jika terjadi masalah pada kandung kemih, organ ginjal, penyakit hati, dan diabetes.

Tidak hanya itu, cek urine juga menjadi pemeriksaan wajib ketika kamu melakukan tes kesehatan atau medical check-up dan persiapan sebelum melakukan tindakan operasi. Nyeri pada punggung, perut, rasa sakit ketika buang air kecil, adanya darah pada urine, dan berbagai masalah ketika kamu berkemih bisa diketahui melalui pemeriksaan ini.

Baca juga: Cek Kesehatan Hati dengan Tes Fungsi Hati Ini

Bagaimana Prosedur Melakukan Cek Urine?

Prosedur cek urine terbilang sangat sederhana dan mudah dilakukan, pun tidak membutuhkan waktu lama. Kamu akan diberikan tabung khusus berukuran sedang sebagai wadah untuk menampung urine. Namun, tidak sembarangan, menampung urine dalam tabung ini juga ada caranya, seperti berikut ini.

  • Bersihkan area di sekitar lubang kencing dengan menggunakan tisu khusus. Kamu bisa mendapatkan tisu ini dari petugas laboratorium.
  • Sebelum menampung, buang sedikit urine yang kamu keluarkan pertama, lalu tampunglah sisanya, hingga setengah tabung atau sekitar 30 hingga 60 mililiter. 
  • Bersihkan kembali lubang kencing setelah kamu berkemih, dan tutup tabung dengan rapat. Hindari menyentuh bagian dalam tabung karena bisa menyebabkan terjadinya kontaminasi bakteri.

Baca juga: Apa Bedanya Cek Urine dengan Tes pH Urine?

Pada beberapa kondisi, dokter mungkin akan melakukan pemasangan selang kencing atau disebut juga dengan kateter untuk pengambilan sampel urine. Akan tetapi, dibandingkan dengan menampung langsung dalam tabung, pengambilan sampel urine melalui selang sudah pasti akan menimbulkan rasa tidak nyaman.

Persiapan yang Perlu Dilakukan Sebelum Cek Urine

Sebelum melakukan pemeriksaan urine, ada beberapa persiapan yang perlu kamu lakukan, seperti berikut ini.

  • Pastikan kamu minum cukup air putih, sehingga kamu lebih mudah berkemih dan memberikan sampel urine dalam jumlah yang diperlukan kepada petugas.
  • Kamu tidak perlu puasa sebelum menjalani pemeriksaan urine.
  • Pastikan kamu sudah menginformasikan pada dokter jika kamu sedang mengonsumsi vitamin C atau jenis obat tertentu karena beberapa jenis obat bisa mengacaukan hasil cek urine.

Baca juga: Ketahui Pemeriksaan untuk Mendeteksi Penyakit Hati

Lalu, seberapa sering cek urine dilakukan? Sebenarnya, kamu tidak harus melakukannya sesering mungkin, karena cek urine direkomendasikan hanya jika kamu mengalami gejala yang berhubungan dengan masalah ginjal, kandung kemih, atau gangguan berkemih. Nah, kamu bisa bertanya pada dokter ahli jika mengalami gejala ini, mungkin nantinya kamu akan disarankan untuk melakukan pemeriksaan urine.

Agar tanya jawab lebih mudah, kamu bisa pakai aplikasi Halodoc, karena dokter spesialis akan membantu kamu kapan dan di mana saja. Bahkan, jika memang kamu harus mendapatkan pemeriksaan urine, kamu bisa juga pakai aplikasi Halodoc, jadi tidak perlu repot pergi ke laboratorium.

Tidak perlu khawatir, cek urine merupakan pemeriksaan yang aman, karena kamu hanya perlu mengumpulkan urine sesuai kebutuhan di dalam tabung khusus. Jadi, kamu tidak perlu takut akan risiko komplikasi atau efek samping yang mungkin terjadi.

Referensi: 
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Urinalysis.
Healthline. Diakses pada 2020. Urinalysis.