• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini 7 Tanda Demam pada Anak Mulai Berbahaya

Ini 7 Tanda Demam pada Anak Mulai Berbahaya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Demam adalah kondisi yang muncul karena naiknya suhu tubuh. Seorang anak dikatakan mengalami demam jika suhu tubuhnya sudah mencapai dan melebihi 38 derajat celcius. Ibu bisa mengetahui suhu tubuh anak dengan melakukan pengukuran menggunakan alat bernama termometer yang diletakkan pada mulut, telinga, atau ketiak.

Salah satu pertolongan pertama yang bisa dilakukan saat anak demam adalah kompres dengan kain yang sudah dibasahi sebelumnya. Kompres menjadi salah satu cara tradisional untuk menurunkan suhu tubuh Si Kecil yang tiba-tiba meningkat. Menurunkan demam juga bisa dilakukan dengan memberi banyak asupan air minum sehingga anak terhindar dari dehidrasi alias kekurangan cairan tubuh selama demam.

Baca juga: Anak Demam, Kompres Air Hangat atau Dingin?

 Tanda Demam yang Harus Diwaspadai 

Demam sebenarnya adalah hal yang wajar, tetapi tidak boleh dianggap sepele begitu saja. Umumnya, demam akan mereda dalam beberapa hari. Jika demam terjadi pada bayi, ibu bisa membantu menurunkan suhu tubuh dengan memberinya ASI atau susu formula lebih sering. Saat anak demam, cobalah untuk memandikannya dengan air hangat dan pakaikan baju yang nyaman serta tidak terlalu tebal, sehingga tidak membuatnya semakin merasa panas.

Membuat anak merasa nyaman adalah salah satu cara terbaik untuk mengatasi demamnya. Jika setelah dikompres demam anak tidak kunjung membaik atau malah menjadi semakin memburuk, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke rumah sakit. Sebab, demam bisa saja menjadi tanda adanya gangguan kesehatan lain yang lebih buruk. 

Ada beberapa tanda demam pada anak mulai berbahaya. Waspadai jika Si Kecil mengalami demam yang disertai gejala seperti:

  • Dehidrasi 

Demam pada anak bisa berbahaya jika dibarengi dengan dehidrasi alias kekurangan cairan tubuh. Segera bawa anak ke rumah sakit jika demam disertai dengan muntah-muntah, bibir kering, tidak mau menyusu, serta menangis tanpa keluar air mata.

  • Kejang

Demam pada anak juga bisa menjadi tanda bahaya jika disertai kejang. Jika ini terjadi, anak perlu mendapat pertolongan medis segera. 

  • Lemas

Saat demam, anak mungkin akan merasa lemas. Namun, jangan sepelekan anak atau bayi yang terlihat sangat lemas dalam jangka waktu panjang saat demam. 

Baca juga: 5 Pertolongan Pertama Pada Anak Demam

  • Sesak Napas 

Selalu tanya apa yang dirasakan anak selama demam. Jika Si Kecil mengeluhkan sesak napas dan sakit kepala berat, itu bisa jadi tanda bahaya.

  • Kulit Pucat 

Naiknya suhu badan yang menyebabkan kulit pucat juga harus diwaspadai. Anak juga bisa saja mengalami menggigil saat demam dan kulit menjadi kebiruan. 

  • Hilang Kesadaran

Segera bawa ke rumah sakit jika anak mengalami demam hingga kehilangan kesadaran. Menunda pertolongan bisa meningkatkan risiko kondisi menjadi lebih buruk. 

  • Demam Tinggi

Ibu juga harus mewaspadai demam yang terlalu tinggi dan tak kunjung reda pada anak. Demam yang lebih dari dua hari dan semakin parah harus segera diperiksakan ke dokter spesialis anak. 

Baca juga: Susah ke Rumah Sakit, Ini Cara Atasi Demam Anak di Rumah

Jika ibu ragu dan butuh saran dokter seputar demam pada anak, tanya dokter di aplikasi Halodoc saja! Lebih mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Dapatkan tips menurunkan demam anak dari dokter terpercaya. Yuk, download sekarang di App Store dan Google Play.

Referensi 
Stanford Children’s Health. Diakses pada 2020. Fever in Children.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Fever.
Web MD. Diakses pada 2020. What to Do When Your Kid Has a Fever.