• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Tanda Jika Penyakit Asam Lambung Sudah Parah

Ini Tanda Jika Penyakit Asam Lambung Sudah Parah

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
undefined

Halodoc, Jakarta – Jangan abaikan jika kamu mengalami gejala dari penyakit asam lambung. Penyakit asam lambung terjadi karena proses asam lambung yang naik menuju esophagus atau kerongkongan. Meskipun kondisi ini terbilang cukup umum terjadi, namun asam lambung yang tidak segera diatasi dapat menyebabkan nyeri pada ulu hati.

Baca juga: Jangan Sepelekan 3 Bahaya Akibat Asam Lambung

Penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux (GERD) rentan dialami oleh seseorang yang memiliki gangguan pada lambung, merokok, dan kelebihan berat badan. Ketika asam lambung yang kamu alami sudah parah, sebaiknya segera lakukan penanganan yang tepat.

Kenali Tanda Penyakit Asam Lambung yang Parah

Waspada terhadap beberapa gejala yang muncul sebagai tanda dari penyakit asam lambung. Dilansir dari American Academy of Allergy Asthma and Immunology, pengidap penyakit asam lambung atau GERD rentan mengalami nyeri pada bagian dada yang disertai sensasi panas pada dada atau heartburn.

Namun, sebaiknya tetap waspada terhadap beberapa gejala yang dialami oleh pengidap asam lambung jika kondisi ini sudah cukup parah. Dilansir dari Healthline, ada beberapa gejala yang menandakan penyakit asam lambung masuk dalam tahap yang cukup parah, seperti munculnya rasa pahit atau asam pada mulut. Hal ini disebabkan akibat cairan atau makanan yang naik menuju kerongkongan dan mulut.

Baca juga: Gejala Penyakit Asam Lambung pada Pria dan Wanita Berbeda, Benarkah?

Pengidap asam lambung juga dapat menyebabkan gangguan pernapasan sehingga membuat pengidap kesulitan untuk bernapas. Melansir Medical News Today, penyakit asam lambung dapat menyebabkan pengidapnya mengalami bau mulut dan kesulitan menelan.

Segera periksakan kesehatan ke rumah sakit terdekat agar kamu mendapatkan penanganan yang tepat. Kini kamu bisa membuat janji dengan dokter melalui aplikasi Halodoc sebelum ke rumah sakit.

Dilansir dari Harvard Medical School, penyakit asam lambung yang tidak diatasi dapat menyebabkan suara menjadi serak khususnya pada pagi hari. Kondisi ini juga menyebabkan mual. 

Gaya Hidup Sehat dapat Menurunkan Gejala Penyakit Asam Lambung

Dilansir dari Medical News Today, penggunaan obat-obatan dapat menjadi penanganan yang bisa dilakukan untuk mengatasi penyakit asam lambung. Namun, tidak hanya itu saja, melakukan perubahan terhadap gaya hidup sehat dapat menjadi cara yang bisa dilakukan untuk menurunkan gejala asam lambung yang kamu alami.

Sebaiknya jika kamu memiliki kondisi penyakit asam lambung, hentikan kebiasaan merokok. Faktanya, tidak hanya meningkatkan risiko gangguan jantung dan paru-paru, merokok juga meningkatkan risiko penyakit asam lambung yang cukup parah. Selain itu, perhatikan porsi makanan yang kamu konsumsi dan jenis makanannya. 

Penyakit asam lambung umumnya disebabkan oleh makanan yang mengandung lemak cukup tinggi, kondisi ini menyebabkan makanan akan lebih lama dicerna dan berisiko menyebabkan asam lambung naik menuju kerongkongan.

Jangan lupa untuk selalu mengonsumsi makanan dalam porsi yang kecil-kecil. Hindari mengonsumsi makanan dalam porsi yang langsung dalam jumlah banyak. Setelah mengonsumsi makanan, sebaiknya jangan langsung berbaring karena meningkatkan kambuhnya penyakit asam lambung.

Baca juga: Bukan Cuma Mag, Ini Penyebab Asam Lambung Naik

Meskipun olahraga tetap harus dilakukan untuk menjaga stamina tetap optimal, sebaiknya hindari melakukan gerakan yang menekan lambung, seperti berlompat. Hindari olahraga setelah mengonsumsi makanan. Lakukan olahraga 2-3 jam setelah mengonsumsi makanan untuk menghindari penyakit asam lambung.

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2020. Everything You Need to Know About GERD
Harvard Medical School. Diakses pada 2020. What is GERD or Gastroesophageal Reflux Disease
Healthline. Diakses pada 2020. Everything You Need to Know About Acid Reflux and GERD
American Academy of Allergy Asthma and Immunology. Diakses pada 2020. GERD