Ini Tes Pemeriksaan untuk Deteksi Avascular Necrosis

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
ini-tes-pemeriksaan-untuk-deteksi-avascular-necrosis-halodoc

Halodoc, Jakarta – Bila kamu mengalami nyeri sendi di kaki, sebaiknya jangan dibiarkan saja. Segera periksakan diri ke dokter karena bisa saja kondisi tersebut adalah gejala dari avascular necrosis. Avascular necrosis adalah kondisi matinya jaringan tulang akibat kekurangan pasokan darah. 

Dengan mendeteksinya lebih dini, avascular necrosis masih bisa disembuhkan dengan mudah, yaitu dengan pemberian terapi dan obat-obatan. Namun, bila penyakit tersebut ditemukan dalam kondisi yang sudah parah, maka tindakan operasi perlu dilakukan. Itulah mengapa mendeteksi avascular necrosis sedini mungkin sangat penting. Yuk, ketahui pemeriksaan apa saja yang bisa dilakukan untuk mendeteksi avascular necrosis di sini.

Baca juga: Jangan Diremehkan, Ini Faktor Risiko Idap Nekrosis Avaskular

Gejala Avascular Necrosis yang Perlu Kamu Ketahui

Awalnya, pada kondisi yang masih ringan, avascular necrosis biasanya tidak menimbulkan gejala yang berarti. Namun, lama-kelamaan, pengidap bisa mengalami nyeri sendi, baik saat bergerak maupun berbaring. Tingkat keparahan rasa nyeri yang muncul pun bisa beragam, mulai dari ringan sampai berat. Nyeri akan terasa lebih berat bila avascular necrosis terjadi pada sendi yang menahan berat badan tubuh, seperti sendi di daerah pangkal paha atau bokong. Selain itu, rasa nyeri juga bisa muncul di bahu, lutut, tangan, dan kaki.

Rasa sakit akibat avascular necrosis juga bisa meningkat bila terdapat mikrofraktur atau retakan kecil pada tulang. Kondisi ini bisa menyebabkan kematian tulang dan kerusakan sendi yang berkembang menjadi artritis yang akan semakin membatasi pergerakan pengidap. Perlu kamu ketahui, jarak waktu dari gejala pertama kali muncul hingga pengidap sulit bergerak, bisa berbeda-beda pada tiap pengidap. Ada yang mengalami perkembangan gejala yang cukup cepat, yaitu dalam hitungan bulan, ada juga yang gejalanya berkembang cukup lambat hingga lebih dari satu tahun. Gejala juga bisa muncul di kedua sisi tubuh, seperti di kedua paha atau kedua lutut.

Baca juga: Ini yang Dimaksud dengan Fraktur Tulang

Cara Mendiagnosis Avascular Necrosis

Untuk mendiagnosis avascular necrosis, pertama-tama dokter ortopedi akan menanyakan gejala yang dialami pengidap dan melakukan pemeriksaan fisik. Selanjutnya, dokter mungkin juga perlu melakukan sejumlah pemeriksaan lanjutan untuk menentukan bagian tulang yang terpengaruh dan perkembangan penyakit. Berikut ini beberapa tes pemeriksaan yang biasa digunakan untuk mendeteksi avascular necrosis: 

  • Foto Rontgen. Tujuan mengambil foto Rontgen adalah untuk melihat perubahan tulang yang terjadi akibat avascular necrosis. 

  • MRI atau CT scan juga bisa dilakukan untuk melihat kondisi tulang dengan lebih jelas.

  • Bone scan. Pemeriksaan ini dilakukan bila tidak ditemukan masalah dalam hasil foto Rontgen dan pengidap juga tidak memiliki faktor risiko avascular necrosis. Pemeriksaan ini dilakukan dengan menyuntikkan zat radioaktif ke dalam pembuluh darah pengidap. Zat tersebut akan membantu agar daerah tulang yang mengalami gangguan dapat tertangkap dalam foto dengan kamera gamma. 

  • Functional Bone Test. Bila dokter masih mencurigai adanya kondisi avascular necrosis pada pengidap, tetapi semua hasil tes pencitraan menunjukkan hasil yang negatif, maka dokter mungkin akan menyarankan pengidap untuk menjalani functional bone test, yaitu tes dengan melakukan tindakan operasi untuk mengukur tekanan pada tulang yang sakit.

Baca juga: Bisakah Transplantasi Tulang Sembuhkan Nekrosis Avaskular?

Nah, itulah tes pemeriksaan yang dapat membantu dokter ortopedi untuk mendeteksi avascular necrosis. Bila kamu mengalami gejala nyeri sendi yang dicurigai sebagai gejala avascular necrosis, coba bicarakan saja kepada ahlinya dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Melalui Video/Voice Call dan Chat, kamu bisa berbicara dan minta saran kesehatan kepada dokter terpercaya kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
WebMD (Diakses pada 2019). Avascular Necrosis (AVN or Osteonecrosis): Symptoms, Causes, Treatments.
Mayo Clinic (Diakses pada 2019). Avascular necrosis - Diagnosis and treatment.