Ini Tes untuk Mendiagnosis Nefritis Interstisial

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Ini Tes untuk Mendiagnosis Nefritis Interstisial

Halodoc, Jakarta - Gangguan nefritis interstisial merupakan kondisi ginjal yang ditandai oleh pembekakan di antara tubuh. Perlu kamu ketahui bahwa ginjal berfungsi untuk menyaring darah dan membuang limbah dari tubuh. 

Tubulus ginjal menyerap air dan zat organik penting dari darah yang disaring dan mengeluarkan zat yang tidak diperlukan tubuh ke dalam urine untuk dikeluarkan dari tubuh kamu. Nefriitis interstisial dapat bersifat akut (mendadak) atau kronis (jangka panjang).

Untuk mengetahui adanya gangguan nefritis interstisial kamu perlu melakukan tes. Namun sebelumnya, komunikasikan gejala yang mengganggu ginjal kamu pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Kemungkinan dokter yang tergabung pada aplikasi Halodoc akan merekomendasikan kamu untuk melakukan tes. 

Pastikan kamu memberitahu dokter semua informasi dan riwayat kamu, entah itu penggunaan narkoba, penghilang rasa sakit OTC dan suplemen makanan. Kemungkinan dokter juga mendengarkan jantung dan paru-paru. Cairan pada paru-paru adalah tanda umum terjadinya gagal ginjal, dan kondisi tersebut bisa dideteksi dari perubahan suara napas. Tekanan darah tinggi juga merupakan tanda adanya masalah pada ginjal. 

Baca juga: Lebih Berbahaya Gagal Ginjal Akut atau Gagal Ginjal Kronis

Nah, berikut ini tes darah yang digunakan untuk mengevaluasi fungsi ginjal, yaitu:

  • Hitung darah lengkap;

  • Tes nitrogen urea darah;

  • Tes kreatinin darah;

  • Tes gas darah, digunakan untuk memeriksa ketidakseimbangan asam-basa dan kadar oksigen dan karbon dioksida dalam darah. 

Selain tes darah ada tes lainnya yang digunakan untuk mendeteksi masalah ginjal, meliputi:

  • Urinalisis;

  • USG perut;

  • Biopsi ginjal.

Apabila dokter kamu mencurigai bahwa terdapat masalah ginjal yang disebabkan efek samping obat atau interaksi obat, kemungkinan kamu diminta untuk berhenti minum obat yang dicurigai. Pada banyak kasus, tindakan ini bisa dengan cepat mengembalikan fungsi ginjal menjadi normal. 

Reaksi Alergi

Diketahui yang menyebabkan acute interstitial nephritis (AIN) sering menjadi reaksi alergi. Kebanyakan kasus nefritis interstisial adalah reaksi buruk terhadap obat-obatan. Lebih dari 100 obat yang berbeda memicu nefritis interstisial. Beberapa obat-obatan untuk menyembuhkan nefritis interstisial termasuk dalam kategori berikut ini:

  • Antibiotik;

  • Obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID), yang digunakan sebagai penghilang rasa sakit;

  • Inhibitor pompa proton, yang merupakan obat yang digunakan untuk mengobati asam lambung berlebih. 

Reaksi obat alergi yang lebih parah terjadi pada orang dewasa yang lebih tua. Mereka lebih cenderung melibatkan kerusakan ginjal permanen dalam kelompok ini. Penyebab nefritis interstisial non-alergi meliputi:

  • Gangguan autoimun, seperti lupus erythematosus;

  • Kadar kalium darah rendah;

  • Kadar kalsium darah tinggi;

  • Infeksi tertentu;

  • Infeksi tertentu.

Nefritis interstisial non-alergi dapat bersifat kronis atau akut. Bentuk kronis bisa berlangsung beberapa bulan atau lebih lama. Biasanya disebabkan oleh kondisi kronis yang mendasarinya. 

Baca juga: Mengidap Nefritis Interstisial, Ini Cara Pengobatannya

Perawatan nefritis interstisial dapat dilakukan tergantung pada penyebabnya. Saat nefritis interstisial disebabkan oleh alergi obat, satu-satunya pengobatan yang diperlukan kemungkinan adalah berhenti mengonsumsi obat tersebut. Kasus nefritis interstisial lainnya bisa diobati dengan obat antiinflamasi. Semakin cepat perawatan dilakukan, maka kemungkinan untuk pulih total juga semakin besar.

Terkadang nefritis interstisial menyebabkan kerusakan permanen pada ginjal sebelum kamu terdiagnosa. Kerusakan ini juga membutuhkan perawatan. Mengurangi asupan garam pada makanan meningkatkan retensi air dan tekanan darah tinggi. Dengan menjalani diet rendah protein juga membantu meningkatkan fungsi ginjal kamu. 

Referensi:

Health Line. Diakses pada 2019. Interstitial Nephritis.