• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini yang Dimaksud dengan Penyakit Jantung Koroner

Ini yang Dimaksud dengan Penyakit Jantung Koroner

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta - Jantung adalah organ vital pada tubuh yang berfungsi untuk memompa darah ke paru-paru serta ke seluruh tubuh lain agar nutrisi dan oksigen dapat diserap tubuh. Seiring bertambahnya usia, tingkat elastisitas pembuluh darah semakin menurun. Apalagi dengan serangan radikal bebas dan konsumsi makanan berkolesterol yang menimbulkan plak, sehingga mengganggu kelancaran peredaran darah.

Penyakit yang menyerang jantung saat usia semakin bertambah adalah penyakit jantung koroner. Penyakit ini juga disebut penyakit jantung iskemik dalam bahasa medis dan menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Sekitar 35 persen kematian yang terjadi di Indonesia disebabkan oleh penyakit ini.

Baca juga: Gejala Serangan Jantung di Usia Muda

Penyebab Jantung Koroner

Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention, penyebab utama dari penyakit jantung koroner adalah munculnya plak pada dinding pembuluh arteri. Plak ini antara lain terdiri dari kolesterol, kalsium atau fibrin yang terbentuk sejak seseorang masih muda. Selain itu, semakin bertambahnya usia, risiko pembentukan plak semakin tinggi. Jika tidak segera dilakukan pengobatan dan pencegahan, plak ini menyebabkan berkurangnya elastisitas pembuluh darah arteri dan mengganggu aliran darah.

Apabila plak semakin besar karena dibiarkan dan tidak diobati, pembuluh arteri jantung akan menyempit. Akibatnya, suplai darah yang kaya oksigen ke jantung semakin sedikit. Plak juga dapat lepas dan menyumbat sebagian besar aliran darah pada pembuluh arteri. Apabila terjadi pada arteri koroner, serangan jantung dapat terjadi.

Gejala Jantung Koroner

Gejala jantung koroner biasanya timbul saat telah terjadi robekan plak yang akhirnya mengganggu aliran darah.Dilansir National Health Service UK, ada beberapa gejala utama dari penyakit jantung koroner, seperti nyeri dada dan kesulitan bernapas. Ketahui gejala lainnya yang mungkin dialami oleh pengidap jantung koroner, yaitu:

  • Rasa tidak nyaman seperti nyeri di area dada, tapi juga dapat menjalar ke leher, rahang, bahu, tangan kiri, punggung, bahkan perut bagian kiri.

  • Sering muncul keringat dingin, rasa mual, muntah, dan mudah merasa lelah.

  • Irama denyut jantung mulai tidak stabil bahkan menyebabkan jantung terhenti yang bila tidak segera ditangani akan menyebabkan kematian.

Baca juga: Stres Berkepanjangan Bisa Sebabkan Penyakit Jantung Koroner

Hal-Hal yang Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung Koroner

Meskipun belum ada penyebab pasti plak dapat muncul pada pembuluh arteri, beberapa hal ini dapat memperbesar risiko terkena jantung koroner:

  1. Rokok

Dilansir dari Cleveland Clinic, perokok aktif berisiko lebih tinggi mengalami penyakit jantung koroner. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa ternyata orang yang merokok akan memiliki risiko 24 persen lebih besar terserang penyakit ini. Hal ini disebabkan kandungan nikotin dan karbon monoksida dalam rokok membuat jantung bekerja lebih ekstra dari biasanya.

  1. Kolesterol

Kolesterol jahat yang terdapat pada makanan berminyak serta daging dapat menyebabkan plak muncul pada pembuluh arteri. Kolesterol ini kemudian cenderung menempel di pembuluh darah dan menimbun, sehingga menjadi plak.

  1. Diabetes

Penderita diabetes disinyalir akan memiliki risiko dua kali lipat terkena jantung koroner. Hal ini terjadi karena para pengidap diabetes memiliki lapisan dinding pembuluh darah yang lebih tebal. Dinding arteri koroner yang tebal ini yang mengganggu kelancaran aliran darah ke jantung.

Baca juga: Penyakit Jantung Koroner Rawan Dialami oleh Lansia

Cara untuk mencegah terjadinya penyakit jantung koroner, kamu dapat menerapkan kebiasaan sehat seperti berhenti merokok, pola makan sehat, rajin berolahraga, dan menghindari stres.

Jika kamu merasa menemukan beberapa gejalanya penyakit jantung koroner, sebaiknya hubungi dokter. Kamu bisa menghubungi para dokter di aplikasi Halodoc melalui layanan Video/Voice Call atau Chat. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

 

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Coronary Artery Disease
National Health Service UK. Diakses pada 2020. Coronary Artery Disease
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2020. Coronary Artery Disease
Medical News Today. Diakses pada 2020. What to Know About Coronary Heart Disease