• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini yang Harus dan Jangan Dilakukan Saat Alami Batu Empedu

Ini yang Harus dan Jangan Dilakukan Saat Alami Batu Empedu

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Ini yang Harus dan Jangan Dilakukan Saat Alami Batu Empedu

“Batu empedu terjadi ketika cairan empedu mengendap dan mengeras sampai menjadi batu. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan pengidap batu empedu supaya tidak memperparah kondisinya. Mulai dari memerhatikan asupan makanan, rutin minum air putih dan mencegah penurunan berat badan berlebihan.”

Halodoc, Jakarta – Selama ini, tak banyak orang yang tahu tentang fungsi empedu. Kantung seukuran buah pir ini ternyata punya peran yang cukup penting dalam sistem pencernaan. Ia menampung cairan empedu yang akan dilepaskan ke usus kecil. Setelah dilepaskan, cairan empedu bekerja untuk mencerna lemak dalam tubuh, serta membantu penyerapan vitamin yang larut dalam lemak seperti A, D, E, dan K.

Nah, batu empedu terbentuk ketika cairan empedu mengendap terlalu lama sehingga mengeras dan menjadi batu. Pengendapan ini bisa dipicu oleh berbagai faktor, yakni kadar kolesterol yang tinggi atau kadar bilirubin yang terlalu tinggi. Lantas, apa yang harus dilakukan ketika didiagnosis batu empedu? Simak penjelasan berikut ini.

Baca juga: 5 Gejala Batu Empedu

Perhatikan Hal Ini Saat Mengalami Batu Empedu

Penanganan batu empedu bisa beragam tergantung seberapa besar ukuran dan kondisi kesehatan pengidapnya. Batu empedu yang tidak menimbulkan gejala biasanya tidak memerlukan pengobatan. Namun, jika ternyata gejalanya muncul, dokter mungkin merekomendasikan pembedahan untuk mengeluarkannya. 

Meski batu empedu yang tidak menimbulkan gejala tak perlu diobati, pengidapnya tetap harus mengubah gaya hidup untuk mencegah batu semakin membesar. Gaya hidup yang disarankan antara lain:

  • Mempertahankan berat badan yang ideal.
  • Hindari menurunkan berat badan dengan cara instan atau cepat.
  • Makan bergizi seimbang.
  • Olahraga secara teratur.
  • Minum suplemen yang dianjurkan oleh dokter.

Beberapa suplemen yang aman dikonsumsi untuk pengidap batu empedu antara lain vitamin C, zat besi, dan lesitin. Sebelum mengonsumsi suplemen maupun vitamin, pastikan bicarakan terlebih dahulu dengan dokter. Kalau butuh suplemen dan vitamin, beli saja di toko kesehatan Halodoc. Tinggal klik lalu pesanan akan segera diantar ke tempatmu!

Hindari Makanan Pemicunya

Saat mengidap batu empedu, ada beberapa makanan yang sebaiknya dihindari untuk mengurangi keparahan gejala atau terbentuknya batu empedu. Berikut pola makan yang dianjurkan untuk pengidap batu empedu:

  • Kurangi asupan lemak dan pilih makanan rendah lemak bila memungkinkan. Hindari makanan berlemak, berminyak, dan digoreng.
  • Tambahkan serat untuk melancarkan buang air besar. 
  • Hindari makanan dan minuman yang menyebabkan diare, seperti minuman berkafein, produk susu tinggi lemak, dan makanan yang sangat manis.
  • Makan dengan porsi kecil namun sering. Makanan dengan porsi kecil akan lebih mudah dicerna tubuh.
  • Minum air putih dalam jumlah yang cukup. Pastikan minum air putih sekitar 6 sampai 8 gelas per hari (1,5 – 2 liter per hari)

Baca juga: Jenis Makanan yang Tingkatkan Risiko Terkena Batu Empedu

Jika kamu berencana untuk menurunkan berat badan, lakukan secara perlahan. Penurunan berat badan yang terlalu cepat dapat meningkatkan risiko batu empedu dan masalah kesehatan lainnya.

Opsi Perawatan Batu Empedu

Ketika batu empedu menimbulkan gejala, kemungkinan ukurannya sudah cukup besar atau telah menyumbat saluran lain. Ada dua opsi perawatan untuk mengatasi  batu empedu, yaitu:

1. Pembedahan

Pembedahan adalah opsi yang paling umum untuk mengatasi batu empedu. Biasanya, pembedahan dilakukan dengan prosedur laparoskopi untuk mengangkat batu empedu. Jika operasi berhasil dan tak ada komplikasi, kamu mungkin diperbolehkan pulang pada hari itu juga atau menunggu sampai lusa.

Setelah menjalani pembedahan, kamu mungkin akan mengalami tinja yang encer atau berair setelah kantung empedu diangkat. Pasalnya, pengangkatan kantong empedu akan mengubah rute aliran empedu dari hati ke usus kecil. Empedu tidak lagi melewati kantong empedu. Alhasil, efek yang dihasilkan akan seperti pencahar yang menyebabkan diare. Untuk mengobatinya, konsumsi makanan yang rendah lemak untuk mencegah produksi empedu berlebih.

2. Perawatan Non-bedah

Metode perawatan ini sebenarnya sudah jarang dilakukan. Perawatan ini biasanya melibatkan konsumsi ursodiol untuk melarutkan batu empedu yang disebabkan oleh kolesterol. Kamu harus minum obat ini 2-4 kali sehari selama beberapa tahun sampai empedu hilang. Kekurangannya, batu empedu dapat terbentuk lagi jika kamu menghentikan pengobatan.

Baca juga: Awas, Batu Empedu Sebabkan 6 Komplikasi Ini

Litotripsi gelombang kejut adalah pilihan pengobatan lain. Gelombang kejut ini dapat memecah batu empedu menjadi potongan-potongan yang lebih kecil.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Gallstones.
Healthline. Diakses pada 2021. Gallstones.