Ini yang Terjadi pada Tubuh Anak Jika Kekurangan Kalsium

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Ini yang Terjadi pada Tubuh Anak Jika Kekurangan Kalsium

Halodoc, Jakarta – Kalsium adalah bagian penting dari makanan sehari-hari, terutama untuk anak-anak. Kalsium penting untuk pertumbuhan tulang yang kuat dan gigi. Ahli diet dan dokter gigi merekomendasikan asupan kalsium pada anak melalui konsumsi susu dan makanan yang seimbang. 

Kekurangan kalsium yang parah dapat menyebabkan penyakit seperti rakhitis pada anak-anak dan osteoporosis di kemudian hari. 99 persen kalsium dalam tubuh ditemukan dalam tulang atau kerangka; sisanya ada di gigi, jaringan lunak dan darah. Selengkapnya, penjelasan mengenai kalsium ada di sini!

Memicu Gangguan Tulang Masa Kini dan Masa Depan

Kerangka adalah jaringan hidup dan bertindak sebagai cadangan kalsium yang perlu diisi setiap hari. Asupan kalsium yang tinggi sangat penting untuk pertumbuhan tulang dan gigi yang kuat. Kalsium, fosfor, dan vitamin D bekerja bersama di dalam tubuh untuk mencapai kadar kalsium tepat yang dibutuhkan tubuh.

Kekurangan kalsium dapat menyebabkan osteoporosis di kemudian hari. Osteoporosis memicu kerapuhan tulang dan peningkatan risiko patah tulang. Susu adalah sumber kalsium terbesar dan penyerapan kalsium dibantu oleh susu dan gula (laktosa). Vitamin D dan fosfor juga membantu tubuh menyerap kalsium.

Baca juga: Cek 4 Makanan Sumber Kalsium Terbaik untuk Vegetarian

Walaupun begitu, terlalu banyak mengonsumsi susu juga dapat menyebabkan masalah. Minum lebih dari 600 mililiter hingga 800 mililiter sehari dapat menurunkan nafsu makan anak. Kemungkinan anak untuk mengonsumsi jenis makanan yang lain akan menurun, sehingga bisa memengaruhi bagaimana tubuh mereka menyerap zat besi.

Susu adalah sumber energi utama yang dibutuhkan oleh anak selama masa pertumbuhan. Sekarang ini ada banyak produk susu rendah lemak. Namun, produk susu rendah lemak tidak cocok dikonsumsi untuk anak usia 1–2 tahun. 

Selengkapnya mengenai aturan mengonsumsi susu yang baik untuk kebutuhan pertumbuhan anak, tanyakan langsung ke Halodoc untuk informasi lebih lengkapnya. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untuk orang tua. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor pasangan bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat kapan dan di mana saja.

Baca juga: 5 Manfaat Kalsium  untuk Tumbuh Kembang Anak

Bagaimana jika anak malas minum susu? Jika anak menolak minum susu, kalsium bisa didapat dari makanan berikut ini:

  1. Keju, yogurt, ataupun custard berbahan dasar susu.
  2. Sarden dan ikan lain yang mengandung tulang halus yang bisa dimakan.
  3. Kacang-kacangan (seperti almond) memiliki tingkat sedang jumlah kalsium dan protein 
  4. Sayuran hijau berdaun seperti brokoli,
  5. Bayam dan bok choy.
  6. Sereal.
  7. Minuman dengan kandungan kedelai.

Asupan kalsium juga mengambil peranan dalam masa tumbuh kembang anak di kehamilan. Selama kehamilan dan menyusui ibu harus mengonsumsi kalsium dalam pola makan yang sehat dan seimbang. 

Jika ibu hamil tidak mendapatkan cukup kalsium, kalsium yang dibutuhkan oleh perkembangan bayi diambil dari tulang ibu. Maka dari itu, asupan kalsium yang dianjurkan untuk hamil wanita adalah 1.100 miligram setiap hari atau 300 miligram lebih dari untuk wanita tidak hamil. RDI kalsium untuk wanita menyusui adalah 1.200 miligram setiap hari. Perlu diketahui, ketika hendak mengonsumsi suplemen kalsium, berkonsultasilah dengan tim medis. 

Anak-anak dan ibu hamil, sejatinya semua orang perlu mendapatkan kalsium dalam jumlah yang wajar. Orang yang tidak mendapatkan cukup kalsium dan vitamin D sepanjang hidup memiliki peluang lebih besar untuk memiliki tulang yang tipis dan rapuh (osteoporosis) di tahun-tahun terakhirnya. 

Tubuh juga menggunakan vitamin D untuk membantu otot menyerap kalsium dan bekerja dengan baik. Jika otot tidak mendapatkan kalsium yang cukup, maka otot bisa kram, sakit, atau lemah. 

Referensi:
Mottchildren.org. Diakses pada 2019. Getting Enough Calcium and Vitamin D.
Better Health Channel. Diakses pada 2019. Calcium - children.