28 March 2019

Ini yang Terjadi pada Tubuh Jika Mengidap Stenosis Spinal

Ini yang Terjadi pada Tubuh Jika Mengidap Stenosis Spinal

Halodoc, Jakarta - Stenosis spinal adalah kondisi tulang belakang yang mengalami penyempitan, akibatnya saraf tulang belakang dan saraf lainnya mendapatkan tekanan yang berlebihan. Gangguan ini ditandai dengan rasa sakit yang mengganggu bagian tulang belakang dan leher. Faktanya, penyempitan ini tidak hanya terjadi pada tulang belakang, namun juga bisa terjadi pada bagian tubuh mana pun.

Gejala Stenosis Spinal

Kebanyakan pengidap penyakit ini tidak merasakan gejala apa-apa saat terserang penyakit ini. Namun saat dilakukan pemeriksaan MRI dan CT scan, kondisinya baru terdeteksi. Pada beberapa orang kondisi ini menimbulkan gejala yang seiring waktu semakin memburuk. Nah, hal-hal yang terjadi pada tubuh saat mengidap penyakit ini antara lain:

  • Gangguan di Leher (Cervical Spine)

- Mati rasa atau kesemutan di tangan, lengan, kaki.

- Kelemahan di tangan, lengan, kaki.

- Masalah dengan berjalan dan keseimbangan.

- Sakit leher.

- Dalam kasus yang parah, disfungsi usus atau kandung kemih (urgensi kemih dan inkontinensia).

  • Gangguan di Punggung Bawah (Lumbar Spine)

- Mati rasa atau kesemutan pada kaki.

- Kelemahan pada kaki.

- Nyeri atau kram di satu atau kedua kaki ketika berdiri untuk waktu yang lama atau ketika berjalan, yang biasanya terjadi ketika membungkuk atau duduk.

- Sakit punggung.

Baca Juga: Lanjut Usia, Waspada Stenosis Spinal Mengincar

Penyebab Stenosis Spinal

Ada banyak hal yang menyebabkan seseorang mengalami stenosis spinal, di antaranya adalah:

  • Usia. Semakin tua usia terjadi penebalan jaringan yang menyambung pada tulang belakang. Akibatnya, tulang mudah membesar dan permukaannya menonjol, sehingga terjadi penyempitan ruang di tulang belakang.

  • Kerusakan pada Tulang Belakang. Penyempitan tulang juga terjadi karena kerusakan pada tulang belakang, misalnya karena benturan keras, cedera, kecelakaan atau hal lain yang menimbulkan terjadinya dislokasi pada tulang atau membuat patahan tulang masuk dalam rongga belakang.

  • Tumor pada Tulang Belakang. Pertumbuhan jaringan yang abnormal pada bagian tulang belakang menyebabkan kerusakan dan penyempitan pada ruang tulang belakang.

Baca Juga: Harus Tahu, 4 Cara Mengobati Stenosis Spinal

Pengobatan Stenosis Spinal

Terdapat cara untuk mengatasi stenosis spinal yang disesuaikan dengan lokasi dan tingkat keparahan gejala yang muncul, yaitu meliputi:

  • Pemberian Obat-obatan. Obat yang diresepkan dokter meliputi obat pereda nyeri, untuk mengurangi rasa sakit dan ketidaknyamanan pada tulang belakang secara sementara. Dokter juga memberikan obat anti-kejang guna mengurangi nyeri akibat kelainan saraf, antidepresan untuk mengurangi nyeri yang berkelanjutan, serta opioid untuk meredakan nyeri.

  • Fisioterapi. Untuk mengurangi rasa sakit, pengidap stenosis spinal sebaiknya mengurangi aktivitasnya sehari-hari. Namun, hal tersebut menyebabkan otot-otot semakin lemah, sehingga rasa sakit semakin meningkat. Fisioterapi, yang bisa dibantu dengan olahraga renang penting dilakukan dengan tujuan:

  • Meningkatkan daya tahan dan kekuatan tubuh.

  • Mempertahankan fleksibilitas dan stabilitas tulang belakang.

  • Meningkatkan keseimbangan tubuh.

  • Suntikan kortikosteroid. Pengobatan ini bertujuan untuk mengurangi peradangan saraf yang terjepit dan meredakan nyeri. Namun, injeksi kortikosteroid yang dilakukan berulang menyebabkan tulang dan jaringan penghubung di sekitar area injeksi semakin lemah. Karena itu, injeksi ini tidak boleh terlalu sering dilakukan.

  • Operasi. Prosedur operasi dilakukan jika metode pengobatan lain tidak efektif. Operasi stenosis spinal bertujuan untuk menghilangkan tekanan pada saraf tulang belakang secara permanen dengan menciptakan ruang dalam saluran tulang belakang.

Baca Juga: Latihan Kebugaran yang Bisa Dilakukan Pengidap Stenosis Spinal

Itu tadi beberapa hal yang akan terjadi saat kamu terkena stenosis spinal. Jadi, perhatikan kondisi tubuh kamu supaya bisa terhindar dari gangguan tulang ini. Selalu periksakan kondisi kesehatanmu secara rutin, dan tanyakan segala gejala aneh langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lebih mudahnya, kamu bisa download aplikasi Halodoc segera dan pilih layanan Talk to a Doctor.