• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini yang Terjadi pada Tubuh saat Alami Anemia Sel Sabit

Ini yang Terjadi pada Tubuh saat Alami Anemia Sel Sabit

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta –  Anemia sel sabit adalah kelainan sel darah merah genetik ketika tidak ada cukup sel darah merah yang sehat untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh. Biasanya, sel darah merah berbentuk bulat, fleksibel, dan bergerak dengan mudah melalui pembuluh darah. 

Pada anemia sel sabit, darah merah berbentuk seperti bulan sabit. Sel-selnya kaku dan lengket, sehingga dapat tersangkut di pembuluh darah kecil, serta dapat memperlambat atau menghalangi aliran darah dan oksigen ke beberapa bagian tubuh. Apa yang terjadi pada tubuh saat alami anemia sel sabit? Selengkapnya bisa dibaca di sini!

Tubuh Jadi Gampang Terinfeksi

Orang dengan anemia sel sabit, sel darah merahnya berbentuk bulan sabit. Sel darah merah abnormal ini membawa hemoglobin abnormal yang dikenal sebagai hemoglobin S dan bersifat rapuh.

Seseorang yang memiliki penyakit anemia sel sabit dapat menjadi lebih mungkin terkena infeksi karena sel yang rusak akhirnya menyumbat limpa. Serangan yang parah, yang dikenal sebagai krisis sel sabit, dapat menyebabkan nyeri karena pembuluh darah tersumbat atau sel darah merah yang rusak dapat merusak organ di dalam tubuh. Gangguan oksigenasi dari hemoglobin S. yang abnormal juga dapat terjadi. 

Bagian tubuh yang paling sering terpengaruh karena penumpukan sel sabit ditemukan di paru-paru, hati, tulang, otot, otak, limpa, penis, mata, dan ginjal. Kemudian sistem kekebalan seseorang dengan sel sabit dapat melemah secara dramatis. 

Orang dengan sel sabit sangat rentan terhadap infeksi dari bentuk bakteri tertentu. Beberapa infeksi yang paling umum adalah dari virus flu, pneumonia, dan salmonella (sejenis bakteri). Nyeri hebat adalah keadaan darurat penyakit sel sabit yang paling umum (krisis sel sabit akut). Seseorang mungkin tidak tahu apa yang menyebabkan rasa sakit, tetapi satu atau lebih dari situasi berikut mungkin telah berkontribusi pada dimulainya krisis sabit yang menyakitkan:

1. Dehidrasi.

2. Infeksi.

3. Demam.

4. Hipoksia (penurunan oksigen ke jaringan tubuh).

5. Berdarah.

6. Paparan dingin.

7. Penggunaan narkoba dan alkohol.

8. Kehamilan dan stres.

Efek Anemia Sel Sabit pada Sistem Organ

Selain itu, yang terjadi pada tubuh saat alami anemia sel sabit juga bisa berdampak pada: 

1. Krisis tulang. Nyeri tulang yang akut atau tiba-tiba dapat terjadi, biasanya di lengan atau tungkai. 

2. Sindrom dada akut. Nyeri dada akut mendadak dengan batuk darah dapat terjadi. Demam ringan bisa juga terjadi. Orang yang mengalaminya biasanya sesak napas. 

3. Krisis perut. Rasa sakit yang terkait dengan krisis perut akibat penyakit sel sabit bersifat konstan dan tiba-tiba. Rasa sakit mungkin atau mungkin tidak terlokalisasi pada satu area perut. Mual, muntah, dan diare bisa terjadi bisa juga tidak.

4. Krisis sendi. Krisis sendi yang akut dan menyakitkan dapat berkembang tanpa riwayat traumatis yang signifikan. Fokusnya ada pada satu sendi atau beberapa sendi. Sering kali bagian tulang penghubung dari sendi terasa nyeri. Rentang gerak sering kali dibatasi karena rasa sakit. Nekrosis avaskular pada pinggul dapat terjadi, menyebabkan kerusakan permanen.

Banyak sistem organ lain yang sering terluka atau rusak termasuk sistem saraf pusat, penyempitan pembuluh darah mata, kerusakan ginjal, ereksi terus menerus yang memicu impotensi, serangan jantung, dan masalah hati.

Bagaimana penanganan orang dengan anemia sel sabit? Informasi lebih lengkap mengenai anemia sel sabit bisa ditanyakan pada dokter melalui Halodoc. Jangan lupa download aplikasinya, ya!

Referensi:

Emedicine Health. Diakses pada 2021. Sickle Cell Disease.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Sickle cell anemia.