• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Inilah 2 Fakta seputar Vitamin B17 yang Perlu Dipahami
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Inilah 2 Fakta seputar Vitamin B17 yang Perlu Dipahami

Inilah 2 Fakta seputar Vitamin B17 yang Perlu Dipahami

2 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 02 November 2022

“Vitamin B17 merupakan nama kimia dari amygdalin. Ketika sudah dimurnikan, amygdalin disebut dengan laetrile. Kandungan ini digunakan bisa ditemukan pada beberapa jenis makanan tertentu."

Inilah 2 Fakta seputar Vitamin B17 yang Perlu DipahamiInilah 2 Fakta seputar Vitamin B17 yang Perlu Dipahami

Halodoc, Jakarta – Faktanya, secara teknis, vitamin B17 bukanlah vitamin karena tidak memiliki standar asupan yang dibutuhkan tubuh. Sampai saat ini manfaatnya masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Vitamin B17 merupakan nama kimia dari amygdalin yaitu senyawa tanaman yang mengandung gula dan menghasilkan sianida. Sedangkan amygdalin adalah bentuk yang sudah dimurnikan dan dikenal dengan sebutan laetrile.

Laetrile telah digunakan sebagai agen anti kanker sejak tahun 1800-an. Kandungan ini bisa digunakan sendiri atau sebagai bagian dari pengobatan. 

Ketika laetrile diproses oleh tubuh, kandungan tersebut berubah menjadi sianida. Sianida adalah sejenis racun yang dapat membunuh sel kanker. Namun, tidak ada cukup bukti ilmiah yang dapat diandalkan bahwa laetrile dapat mengobati kanker.

Fakta Lain Tentang Vitamin B17

1. Terkandung dalam Beberapa Jenis Makanan

Amygdalin atau senyawa yang berasal dari vitamin B17 terkandung dalam beberapa jenis makanan, termasuk kacang almond dan biji aprikot. Nutrisi tersebut juga terdapat pada makanan yang mengandung beta-glucuronidase atau vitamin C.

Jika sedang membutuhkan asupan vitamin B17 guna memenuhi asupan harian tubuh, kamu bisa mendapatkannya dari:

  • Buah persik.
  • Pepaya.
  • Apel
  • Wortel. 
  • Seledri
  • Kacang polong
  • Tauge. 
  • Biji rami. 

2. Bisa Menimbulkan Efek Beracun

Jika seseorang mengonsumsi vitamin B17 dalam dosis berlebihan, usus kecil mengubahnya menjadi senyawa sianida. Dalam 500 miligram amygdalin mengandung 30 miligram sianida.

Senyawa ini menimbulkan keracunan yang bisa berakibat hilangnya nyawa seseorang. Karena itu, tetapkan batasan konsumsi harian sekitar 100 miligram per hari. Dalam kasus ringan hingga sedang, gejala yang muncul berupa:

  • Mual. 
  • Sakit kepala.
  • Meningkatnya pernapasan.
  • Iritasi pada kulit dan mata.

Dalam kasus yang parah, pengidap bisa mengalami kondisi berupa:

  • Pusing.
  • Perubahan warna kebiruan pada bibir, gusi, kulit, kuku dan area sekitar mata. Kondisi ini disebabkan oleh kurangnya oksigen dalam darah.
  • Kerusakan pada organ hari.
  • Kerusakan saraf yang berdampak pada kesulitan berjalan.
  • Merasa kebingungan.
  • Kejang-kejang.
  • Perubatan detak jantung jadi lebih cepat atau lebih lambat.
  • Gagal jantung, yaitu kondisi saat jantung tidak dapat memompa darah yang cukup ke seluruh tubuh.

Efek samping yang disebutkan sebelumnya bisa memburuk jika pengidap mengonsumsi kacang almond, vitamin C dalam dosis tinggi dan beberapa jenis makanan yang mengandung vitamin B17 di atas.

Disarankan untuk segera membuat janji medis jika mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan atau suplemen dengan kandungan vitamin B17. Lakukan langkah penanganan segera agar efek samping tidak semakin parah.

Jika kamu membutuhkan informasi lain seputar kesehatan, gaya hidup, dan pola hidup sehat lainnya, silakan download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2022. What to know about vitamin B17.
Cancer Research UK. Diakses pada 2022. Laetrile (amygdalin or vitamin B17).
Very Well Health. Diakses pada 2022. Is Vitamin B17 a Natural Cancer Treatment?