05 March 2018

Inilah 2 Mitos Nutrisi di Pusat Kebugaran

Inilah 2 Mitos Nutrisi di Pusat Kebugaran

Halodoc, Jakarta  - “Apa yah yang harus kita konsumsi supaya langsing?” Hm, pertanyaan itu rasanya cukup populer dibahas di klub kebugaran. Nah, terlepas dari berlari di atas treadmill, angkat beban, jenis olahraga lainnya, upaya memangkas berat badan juga berkaitan dengan makanan yang kamu konsumsi. Namun, kamu harus hati-hati, sebab banyak mitos nutrisi kebugaraan yang kini enggak terjamin kebenarannya. Penasaran mitos nutrisi kebugaraan apa yang sering dibicarakan di pusat kebugaran? Yuk, simak penjelasannya:

  1. Mitos: “Yang Penting Diet Kalori”

Memang enggak salah sih kata-kata seperti itu. Sebab dasar pemikirannya kayak rumus sederhana: “Bakar kalori lebih banyak ketimbang yang masuk”. Nah, banyak anggota gym pemula terpengaruh kata-kata itu yang diucapkan oleh trainer tanpa latar belakang pendidikan nutrisi. Alhasil, mereka akan terjebak dalam diet membatasi kalori yang menyiksa selama berbulan-bulan. Hasilnya? Terus merasa kelaparan, tanpa hasil yang permanen.

Dalam buku Mitos dan Fakta Olahraga & Yoga,  pakar gizi dunia mengatakan kalau diet kalori secara berlebihan enggak akan pernah efektif memberi hasil positif. Justru sebaliknya, efek yang ditimbulkan akan merugikan. Pertama, kamu akan merasakan rasa craving (lapar berkepanjangan) yang ingin membuat kamu “membalas dendam”, sehingga sulit kembali kejalur semula. Nah, hal itulah yang membuat banyak orang jadi kurus sesaat, lalu kembali membesar tanpa kendali. Tuh, kamu enggak mau seperti itu, kan?

Efek kedua, diet kalori yang sembarangan enggak akan berhasil bagi orang yang kelenjar tiroidnya kurang sempurna. Singkatnya, sekeras apa pun ia membatasi kalori, kelenjar yang fungsinya mengatur metabolisme itu enggak akan berkerja normal. Alhasil, berat badannya selalu kacau. Enggak cuma itu saja, bahkan orang dan fungsi vital lainnya bisa rusak permanen.

  1. Mitos: “Yang Penting Protein”

Mitos nutrisi kebugaran ini juga enggak sedikit ditemukan di tempat-tempat pusat kebugaran. Enggak heran sih, protein memang sangat dibutuhkan tubuh untuk membangun blok sel tubuh. Makanya, mungkin saja saran yang paling sering kamu dengan di gym adalah “Makan protein banyak-banyak, supaya otot cepat jadi!”. Oleh karena itulah, banyak anggota pemula yang terjebak, bahkan mengesampingkan bahkan makanan lain, seperti karbohidrat, sayuran, dan buah segar.

Nah, kamu perlu tahu kalau tindakan ini sangat merugikan tubuhmu. Alasannya, konsumsi protein yang tinggi di atas ambang batas akan menimbulkan beban yang berat bagi metabolisme. Selain itu, mengurangi porsi sayuran dan buah juga amat merugikan tubuh.

Dalam Mitos dan Fakta Olahraga & Yoga, mengurangi porsi sayuran dan buah akan membuat tubuhmu kehilangan pasokan vitamin C. Nah, hal ini akan membuat dinding pembuluh menjadi sangat tipis sehingga otak memerintahkan tubuh untuk melapisi dinding tersebut dengan subtansi lemak lengket yang didapat dari konsumsi protein hewani yang sembarang tadi. Mau tahu akibatnya?

Dinding pembuluh darah kamu akan menyempit dan mengganggu peredarah darah dalam jangka pajang. Serem, kan? Makanya enggak heran, saat ini banyak ditemui orang bertubuh langsing dan ideal, tapi kadar kolesterolnya tinggi. Kalau sudah begitu risiko terkena serangan jantung dan stroke semakin meningkat.

So, jangan mudah terjebak dengan mitos nutrisi kebugaran. Solusinya, pelajari ilmu gizinya secara benar dan jangan ragu untuk berdiskusi dengan ahlinya.

Kamu bisa berdiskusi mengenai nutrisi dan olahraga dengan dokter melalui aplikasi Halodoc untuk bertanya mengenai masalah ini. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.