• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Inilah 3 Fase Penyakit Kawasaki yang Perlu Diketahui

Inilah 3 Fase Penyakit Kawasaki yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Penyakit Kawasaki adalah gangguan kesehatan yang terjadi karena ada peradangan pada tubuh. Kondisi ini bisa menimbulkan komplikasi jangka panjang pada organ jantung. Secara umum, perkembangan penyakit ini dibagi ke dalam 3 fase. Penyakit Kawasaki sering dialami anak-anak di bawah usia 5 tahun dan awalnya menyerang mulut, kulit, dan kelenjar getah bening.

Gejala yang sering dialami anak yang mengalami penyakit Kawasaki adalah demam hingga lebih dari 3 hari. Selain itu, peradangan ini juga memicu munculnya ruam kulit berwarna merah hampir di seluruh bagian tubuh. Nah, biar lebih jelas, simak pembahasan seputar penyakit Kawasaki serta 3 fase perkembangan gejalanya di artikel berikut ini! 

Baca juga: Penyakit Kawasaki, Bukan Demam Biasa

Fase Gejala Penyakit Kawasaki

Penyakit Kawasaki tidak boleh disepelekan. Penanganan medis yang tepat dan cepat bisa membantu mencegah peradangan pada dinding pembuluh darah jantung. Maka dari itu, penting bagi orangtua untuk mengenali gejala penyakit Kawasaki pada Si Kecil. Semakin cepat ditangani, kemungkinan penyakit ini akan sembuh dalam waktu yang cepat pula. 

Gejala penyakit ini muncul dan dibagi ke dalam 3 fase. Biasanya, gejala penyakit Kawasaki akan berlangsung selama beberapa minggu hingga beberapa bulan. Berikut penjelasan seputar tahapan atau fase gejala penyakit Kawasaki! 

1.Fase Pertama 

Gejala penyakit Kawasaki fase pertama biasanya muncul pada minggu ke-1 hingga minggu ke-2. Ada beberapa gejala yang bisa muncul pada tahap ini, di antaranya demam yang lebih dari 3 hari, bibir dan lidah kering, kemerahan, serta pecah-pecah. Penyakit ini juga memicu munculnya ruam kemerahan di hampir seluruh bagian tubuh. 

Baca juga: 4 Cara Pengobatan Penyakit Kawasaki

Pada fase pertama, penyakit Kawasaki juga ditandai dengan telapak tangan dan kaki membengkak, mata merah dan keluar cairan, serta muncul benjolan di leher. Benjolan ini muncul akibat terjadi pembengkakan pada kelenjar getah bening. Seiring berjalannya waktu, gejala penyakit ini bisa terus terjadi dan masuk ke dalam fase 2. 

2.Fase Kedua 

Gejala penyakit Kawasaki fase kedua akan muncul pada minggu ke-2 sampai minggu ke-4. Pada fase ini, ada beberapa gejala penyakit yang mulai muncul, yaitu diare, muntah, sakit perut, sakit kepala, hingga tubuh sering terasa lelah. Kondisi ini juga menyebabkan nyeri dan pembengkakan pada sendi, kulit jari tangan dan kaki terkelupas, serta urine mengandung nanah. 

3.Fase Ketiga 

Pada tahap yang parah, gejala lain juga akan mulai muncul. Gejala penyakit Kawasaki fase ketiga biasanya akan mulai muncul pada minggu ke-4 sampai minggu ke-6. Pada tahap ini, tubuh anak masih terlihat lemas dan mudah lelah. Meski begitu, gejala penyakit yang lain biasanya mulai mereda. Namun, Si Kecil tetap harus beristirahat sampai kondisi tubuh pulih. 

Penyakit Kawasaki pada anak sebaiknya tidak disepelekan karena dapat menimbulkan komplikasi berupa kerusakan jantung permanen. Segera lakukan pemeriksaan ke rumah sakit jika muncul gejala penyakit Kawasaki, terutama bila anak mengalami demam selama lebih dari 3 hari. Semakin cepat ditangani, risiko munculnya komplikasi akan bisa dihindari. 

Baca juga: Kawasaki, Penyakit Langka pada Anak yang Mirip DB

Jika ragu, ibu bisa menanyakan seputar gejala yang dialami anak pada dokter di aplikasi Halodoc. Dokter bisa dengan mudah dihubungi kapan saja dan di mana saja melalui Voice/Video Call dan Chat. Sampaikan gejala yang dialami dan dapatkan saran dari dokter terpercaya. Ayo, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!

Referensi:
American Heart Association. Diakses pada 2020. Kawasaki Disease.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Kawasaki Disease.
NHS UK. Diakses pada 2020. Kawasaki disease.