Inilah 5 Komplikasi Akibat Stenosis Spinal

Inilah 5 Komplikasi Akibat Stenosis Spinal

Halodoc, Jakarta - Stenosis spinal adalah kondisi ketika kanal tulang belakang menyempit, membatasi, atau menekan saraf dan sumsum tulang belakang. Hal ini sering terjadi karena osteoartritis tulang belakang, dengan gejala umum rasa sakit pada kaki atau punggung bagian bawah ketika berdiri maupun berjalan.

Penyempitan kanal tulang belakang sering terjadi pada punggung bagian bawah (lumbar spine), dan leher, atau daerah toraks tulang belakang pada kondisi yang jarang terjadi. Gejalanya yaitu nyeri, lemah, atau mati rasa yang terjadi pada beberapa bagian tubuh, bergantung pada daerah sumsum tulang belakang yang sedang terjepit.

Pada dasarnya, tulang belakang menghubungkan bagian leher dengan punggung bagian bawah. Tulang-tulang ini membentuk kanal yang melindungi sumsum tulang belakang atau saraf. Beberapa orang dilahirkan dengan kanal yang kecil. Namun, kebanyakan stenosis spinal terjadi ketika adanya kondisi yang menyebabkan kanal tulang belakang mengalami penyempitan.

Adapun penyebab lain dari gangguan tulang ini yaitu:

  • Pertumbuhan tulang berlebih. Kerusakan yang disebabkan oleh osteoartritis pada tulang belakang menyebabkan pembentukan tulang baru, yang juga tumbuh pada kanal tulang belakang.

  • Penebalan Ligamen.

  • Tumor. Pertumbuhan abnormal terbentuk dalam sumsum tulang belakang. Kondisi ini tidak umum dan perlu adanya pemeriksaan tulang belakang lebih lanjut dengan metode MRI atau CT Scan.

  • Cedera tulang belakang. Kecelakaan mobil dan trauma lainnya dapat menyebabkan dislokasi atau patah tulang satu maupun lebih pada tulang belakang.

Baca juga: Latihan Kebugaran yang Bisa Dilakukan Pengidap Stenosis Spinal

Faktor Risiko dan Komplikasinya

Kebanyakan orang dengan stenosis spinal berusia di atas 50 tahun. Meski perubahan degeneratif menyebabkan stenosis tulang belakang pada orang-orang berusia muda, dokter perlu mempertimbangkan adanya penyebab lainnya. Kondisi ini termasuk trauma, kelainan bentuk tulang belakang bawaan, misalnya skoliosis atau penyakit genetik yang memengaruhi perkembangan tulang dan otot di seluruh tubuh.

Sebenarnya, komplikasi akibat dari stenosis pada tulang belakang yang parah jarang terjadi. Namun, jika ada, komplikasinya bisa berupa:

  • Mati rasa.

  • Otot lemah.

  • Adanya masalah terhadap keseimbangan tubuh.

  • Inkontensia.

  • Kelumpuhan, pada stenosis spinal yang sudah buruk.

Baca juga: Gejala Stenosis Spinal yang Harus Diketahui

Pengobatan dan tindakan pencegahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi stenosis tulang belakang adalah dengan berolahraga. Aktivitas ini penting untuk menjaga kekuatan dan stabilitas otot ketika berjalan. Kamu mungkin juga akan menjalani fisioterapi yang akan membantu dengan latihan tertentu untuk mempertahankan kekuatan otot, terutama pada lengan dan kaki bagian atas.

Selain itu, olahraga membantu mengendalikan rasa sakit. Jika kamu belum bisa berolahraga, kamu bisa melakukan gerakan fleksibel, lalu dilanjutkan dengan berjalan hingga berenang minimal 30 menit, dalam waktu 3 kali dalam seminggu.

Sementara itu, NSAID dan suntikan kortison diberikan untuk mengendalikan rasa sakit dan mencegah peradangan. Jika semua terapi gagal, akan dilakukan pembedahan, meski ini jarang terjadi.

Baca juga: Lanjut Usia, Waspada Stenosis Spinal Mengincar

Itu tadi beberapa komplikasi yang mungkin terjadi pada stenosis spinal. Jadi, perhatikan kondisi tubuh kamu supaya bisa terhindar dari gangguan tulang ini. Selalu periksakan kondisi kesehatanmu secara rutin, dan tanyakan segala gejala aneh langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lebih mudahnya, kamu bisa download aplikasi Halodoc segera dan pilih layanan Tanya Dokter.