• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Inilah 5 Penyakit yang Bisa Sebabkan Dismenore Sekunder

Inilah 5 Penyakit yang Bisa Sebabkan Dismenore Sekunder

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Inilah 5 Penyakit yang Bisa Sebabkan Dismenore Sekunder

Halodoc, Jakarta – Dismenore adalah kondisi yang menyebabkan wanita mengalami nyeri selama siklus menstruasi. Kondisi ini ditandai dengan nyeri atau kram di perut bagian bawah. Biasanya, nyeri haid ini akan muncul sebelum atau selama periode menstruasi. Dismenore secara umum dibagi menjadi dua jenis, yaitu dismenore primer dan sekunder. 

Nyeri haid dismenore bisa bersifat ringan maupun berat, bahkan hingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Meski begitu, kondisi ini sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan sebab nyeri haid adalah proses yang normal dan terjadi secara alam. Dismenore, baik dismenore primer atau sekunder, ditandai dengan kram di bagian bawah perut. Artikel ini akan membahas seputar dismenore sekunder dan apa saja penyebabnya!

Baca juga: 6 Kondisi yang Berisiko Alami Dismenore

Dismenore Sekunder dan Penyebabnya

Nyeri haid atau dismenore adalah kondisi yang normal dan terjadi secara alami di rahim wanita. Seiring bertambahnya usia, dismenore biasanya akan berangsur-angsur berkurang bahkan menghilang. Penyebab munculnya dismenore adalah kontraksi yang terjadi pada otot rahim. Namun, berbeda pada dismenore sekunder. 

Dismenore sekunder merupakan nyeri haid yang muncul karena ada kelainan pada organ reproduksi wanita. Dengan kata lain, ada beberapa gangguan atau penyakit yang bisa menjadi penyebab seorang wanita mengalami kondisi ini. Lantas, apa saja penyakit yang menyebabkan terjadinya dismenore sekunder? 

1.Endometriosis 

Salah satu penyakit yang bisa menyebabkan muncul dismenore sekunder adalah endometriosis. Kondisi ini terjadi ketika jaringan yang membentuk lapisan dalam dinding rahim tumbuh di tempat yang tidak seharusnya, yaitu di luar rahim. Jaringan yang disebut endometrium ini bisa tumbuh di indung telur, usus, tuba falopi, rektum, hingga vagina. Nah, menjelang menstruasi endometrium akan menebal dan menjadi tempat menempelnya sel telur yang sudah dibuahi. 

Namun, jika tidak ada pembuahan alias tidak dalam kondisi hamil, endometrium akan luruh dan keluar dari tubuh. Lapisan ini yang berubah menjadi darah menstruasi dan keluar dalam jangka waktu tertentu. Dalam kasus endometriosis, jaringan endometrium yang tumbuh di luar rahim ini ikut menebal tapi tidak bisa keluar dari tubuh. Nah, hal itu yang menyebabkan muncul keluhan nyeri atau kram selama periode menstruasi. 

Baca juga: 4 Hal yang Dilakukan untuk Meringankan Dismenore

2.Adenomiosis

Nyeri haid juga bisa disebabkan oleh adenomiosis, yaitu kondisi di mana lapisan permukaan rongga rahim alias endometrium tumbuh di dalam dinding otot rahim. Normalnya, jaringan ini hanya melapisi permukaan rongga rahim. Meski jarang berbahaya, penyakit yang sering terjadi pada wanita berusia di atas 40 tahun ini bisa mengganggu aktivitas pengidapnya. Sebab, adenomiosis bisa menyebabkan rahim membesar dan memicu perdarahan serta nyeri di perut bagian bawah. 

3.Penyakit Radang Panggul 

Penyakit radang panggul atau Pelvic Inflammatory Disease (PID) bisa memicu nyeri dismenore sekunder. Kondisi ini disebabkan oleh infeksi bakteri yang menyerang organ reproduksi wanita. Infeksi biasanya dimulai di rahim dan bisa menyebar ke organ reproduksi lainnya. Salah satu gejala penyakit ini adalah nyeri atau kram pada area perut. 

4.Stenosis Serviks 

Leher rahim atau serviks bisa mengalami penyempitan, kondisi ini disebut dengan istilah stenosis serviks. Nah, kondisi ini bisa menjadi salah satu penyebab dismenore sekunder. 

5.Fibroid 

Fibroid adalah jenis tumor jinak yang bisa memicu nyeri haid atau dismenore sekunder. Tumor ini bisa tumbuh di bagian dalam, luar, atau di dinding rahim. 

Baca juga: Inilah yang Termasuk Dismenore yang Tidak Wajar

Mengalami gejala nyeri haid atau dismenore? Coba sampaikan pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lebih mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call atau Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips mengatasi nyeri haid dari ahlinya. Ayo, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Dysmenorrhea.
WebMD. Diakses pada 2020. What causes secondary dysmenorrhea?
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Adenomyosis. 
Patient. Diakses pada 2020. Endometriosis.