• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Inilah 6 Faktor Penyebab Bayi Sungsang

Inilah 6 Faktor Penyebab Bayi Sungsang

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Ketika kehamilan telah memasuki trimester akhir, normalnya kepala bayi akan berada pada posisi terendah dekat panggul, dan bersiap memasuki jalan lahir. Namun, pada beberapa kasus, posisi bayi bisa saja salah dan berada di atas, sedangkan pantat atau kakinya berada di bawah dekat jalan lahir. Kondisi ini disebut posisi bayi sungsang atau kehamilan sungsang.

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan posisi bayi sungsang dalam kandungan adalah:

Baca juga: Benarkah Posisi Janin Sungsang Bisa Diperbaiki?

1. Letak Plasenta

Plasenta yang letaknya menutupi rongga panggul dapat membuat kepala bayi jadi sulit untuk masuk ke arah jalan lahir, atau malah menjauhinya. Akibatnya, posisi kepala bayi jadi tidak tepat berada di bawah.

2. Terlilit Tali Pusat

Di dalam kandungan, bayi normalnya memang selalu aktif bergerak. Itulah sebabnya terlilit tali pusatnya sendiri adalah hal yang sangat mungkin terjadi. Hal itu pun membuat bayi jadi sulit berputar di dalam rahim, sehingga posisi kepalanya jadi tidak bisa berada di bawah ketika sudah dekat waktu persalinan.

3. Jumlah Air Ketuban

Posisi bayi jadi sungsang juga bisa terjadi karena jumlah air ketuban, baik terlalu banyak ataupun terlalu sedikit. Jika air ketuban terlalu banyak, bayi jadi terlalu sering berubah posisi, sedangkan air ketuban yang terlalu sedikit juga bisa membuat bayi sulit bergerak di dalam kandungan.

4. Panggul Ibu Terlalu Sempit

Tak hanya dari bayi, faktor dari bentuk fisik ibu juga bisa memengaruhi posisi bayi menjadi sungsang. Ibu dengan bentuk panggul yang sempit dapat membuat kepala bayi sulit memasuki jalan lahir. Jadi ketika ia bergerak, posisinya akan kembali berputar dengan bokong berada di bawah.

5. Hamil Kembar

Kehamilan kembar memang memiliki lebih banyak risiko ketimbang kehamilan tunggal. Hal ini juga membuat ruang gerak bayi terbatas, sehingga sulit baginya untuk berputar dan menemukan jalan lahir ketika telah dekat waktunya.

6. Miom

Posisi bayi juga dapat menjadi sungsang jika sang ibu mengidap miom pada rahimnya. Keberadaan benjolan miom itu akan membuat gerak bayi dalam kandungan terhambat.

Baca juga: 3 Hal yang Bisa Ibu Lakukan Bila Bayi Sungsang

Bagaimana Bisa Mengetahui Posisi Bayi Sungsang?

Posisi bayi sungsang bukanlah hal yang asing, meski tergolong cukup jarang terjadi. Studi yang dipublikasikan dalam The Lancet, pada 2000, bahkan menyebut bahwa kondisi ini dapat dialami oleh 3-4 persen ibu hamil saja. Mengutip dari American Pregnancy, berdasarkan posisi badan bayi di dalam lahir, kehamilan sungsang terbagi menjadi 3 jenis, yaitu:

  • Sungsang total: pada jenis ini, posisi pantat bayi berada menghadap ke bawah, dengan kaki terlipat di lutut dan posisi kaki berada di dekat pantat.

  • Sungsang Frank: pada jenis ini, posisi bokong bayi berada menghadap jalan lahir, dengan kaki menempel lurus di depan tubuhnya, dengan ujung kaki yang berada di dekat kepala.

  • Sungsang pijakan kaki: pada jenis ini, salah satu atau kedua kaki bayi mengarah ke bawah, dekat dengan jalan lahir.

Posisi bayi sungsang hanya dapat diketahui lewat pemeriksaan ultrasonografi (USG). Namun, jika pemeriksaan dilakukan pada usia kehamilan di bawah 28 minggu, posisi bayi masih terus akan berubah. Jadi, jika ingin mendeteksi apakah posisi bayi sungsang atau tidak, pemeriksaan USG idealnya dilakukan jika usia kehamilan telah menginjak usia 37 minggu. Jika ditemukan posisi bayi sungsang, dokter biasanya akan melakukan tindakan pemutaran dari luar.

Jadi, pastikan untuk selalu memeriksakan diri ke dokter secara berkala, selama kehamilan. Agar segala bentuk kelainan yang dapat menyulitkan persalinan dapat dideteksi sejak dini. Jika membutuhkan saran dokter seputar kehamilan, ibu bisa bertanya pada dokter kandungan di aplikasi Halodoc. Jika dokter menyarankan pemeriksaan lebih lanjut atau ingin buat janji dengan dokter kandungan di rumah sakit andalan, ibu juga bisa lakukan lewat aplikasi Halodoc.

Baca juga: Yang Perlu Ibu Tahu Tentang Kelahiran Sungsang

Bisakah Bayi Sungsang Dilahirkan Secara Normal?

Dalam menentukan metode persalinan untuk ibu hamil dengan bayi sungsang, dokter bisasanya akan ikut memberikan pertimbangan, apakah sang ibu bisa bersalin secara normal atau tidak. Tentu saja pertimbangan dari dokter ini didasarkan pada kondisi kesehatan ibu dan bayi dalam kandungan secara keseluruhan.

Namun, persalinan secara caesar memang biasanya dipilih oleh sang ibu, jika posisi bayi dalam kandungan belum berada di bawah jelang kelahiran. Padahal, posisi bayi yang sungsang tidak menutup kemungkinan bagi sang ibu untuk melahirkan secara normal, lho. Apalagi jika dideteksi sejak dini, upaya untuk memutar kepala bayi ke bawah dan berbagai langkah medis lainnya masih bisa dilakukan untuk meningkatkan kemungkinannya.

Referensi:
American Pregnancy. Diakses pada 2020. Breech Births.
The Lancet. Diakses pada 2020. Planned caesarean section versus planned vaginal birth for breech presentation at term: a randomised multicentre trial.
Healthline. Diakses pada 2020. What You Need to Know if Your Baby Is Breech.