• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Inilah 7 Hal yang Bisa Memicu Bintitan
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Inilah 7 Hal yang Bisa Memicu Bintitan

Inilah 7 Hal yang Bisa Memicu Bintitan

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 16 Agustus 2020
Inilah 7 Hal yang Bisa Memicu Bintitan

Halodoc, Jakarta - Sudah tak asing dengan bintitan, bukan? Masalah pada mata ini adalah kondisi saat bintil menyakitkan yang berbentuk seperti jerawat atau bisul tumbuh di tepi kelopak mata. Sebagian besar bintitan hanya muncul pada salah satu mata, dan bisa berdampak pada kemampuan penglihatan pengidanya. 

Meskipun umumnya tidak menyebabkan gangguan penglihatan, tapi bintil yang timbul di bagian dalam bisa menimbulkan keluhan yang mengganggu. Misalnya, bintil di bagian dalam bisa lebih menyakitkan ketimbang yang tumbuh di luar. Lantas, apa yang menjadi penyebab bintitan? Adakah hal-hal lainnya yang memicu masalah mata in? 

Baca juga: Sama-Sama Menyerang Mata, Ini Perbedaan Bintitan dan Kalazion

Gegara Bakteri dan Kosmetik Kedaluwarsa

Mau tahu apa penyebab utamanya bintitan? Masalah mata ini disebabkan oleh infeksi bakteri bernama Staphylococcus. Bakteri ini yang umumnya hidup di kulit ini bisa menimbulkan masalah, seperti menyumbat kelenjar minyak di kelopak mata hingga menimbulkan peradangan.

Di samping itu, bintitan juga bisa disebabkan gegara kuman dan kulit mati yang terperangkap di ujung kelopak mata. Selain itu, ada faktor lainnya yang meningkatkan risiko atau memicu bintitan.

Nah, berikut beberapa faktor risikonya menurut para ahli National Health Service - UK dan sumber lainnya:

  1. Berbagi handuk dengan seseorang yang mengalami bintitan.
  2. Menggosok mata saat tangan dalam keadaan kotor.
  3. Menggunakan lensa kontak tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.
  4. Tidak membersihkan bekas makeup atau riasan sebelum tidur.
  5. Mengidap blepharitis, peradangan kronis di sepanjang tepi kelopak mata
  6. Mengidap rosacea, kondisi kulit yang ditandai dengan kemerahan pada wajah
  7. Menggunakan kosmetik yang sudah kedaluwarsa.

Baca juga: Benarkah Bintitan Bisa Menular Melalui Kontak Mata?

Meski bukan masalah kesehatan yang berbahaya, tapi ada kalanya bintitan memicu kondisi kesehatan lainnya. Bintitan yang tak kunjung sembuh bisa berkembang menjadi kista akibat tersumbatnya kelenjar pada kelopak mata (kalazion). Bintitan juga bisa memicu komplikasi seperti penyebaran infeksi ke jaringan di sekitar mata. Tuh, bikin khawatir, kan? 

Bintitan pada umumnya tidak membutuhkan penangan medis serius. Umumnya, dalam waktu 7-20 hari bintitan bisa sembuh dengan sendirinya. Setelah pecah dan mengeluarkan nanah, bintitan akan sembuh dengan sendirinya. 

Meskipun bintitan sembuh setelah pecah, tetapi jangan sekali-kali memencet atau memecahkan benjolan bintitan. Tujuannya untuk mencegah infeksi lebih parah. 

Namun, bila terjadi pembengkakan maka penanganan medis khusus diperlukan. Segera periksakan diri ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat, ya!

Timbulnya Benjolan dan Kotoran Mata 

Gejala bintitan sebenarnya mudah dideteksi, sebab gejala awal yang muncul biasanya benjolan merah yang mirip bisul pada kelopak mata. Namun, terdapat gejala lain yang merupakan indikasi akan adanya bintitan, contohnya: 

  • Mata berair dan merah;
  • Kelopak mata yang bengkak dan terasa nyeri; dan
  • Munculnya kotoran mata di sekeliling kelopak mata.

Baca juga: Kurang Menjaga Kebersihan Mata Bisa Sebabkan Bintitan

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. 

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2020. Stye: Causes, prevention, and treatment
NHS UK. Diakses pada 2020. Health A-Z. Stye. 
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Diseases & Conditions. Stye.