Inilah 9 Cara untuk Mendiagnosis Rabun Senja

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Inilah 9 Cara untuk Mendiagnosis Rabun Senja

Halodoc, Jakarta - Masalah mata itu beragam, kamu juga pasti sudah mengetahuinya. Namun, tidak semua bisa ditangani dengan kacamata, karena ada pula sakit mata yang akut dan hanya bisa diatasi dengan operasi atau perawatan khusus. Biasanya, kasus penyakit mata yang membutuhkan kacamata sifatnya ringan, seperti rabun jauh atau rabun dekat. Lalu, bagaimana dengan rabun senja?

Rabun senja terjadi ketika kamu mengalami masalah penglihatan di kala senja atau saat cahaya matahari tidak lagi bersinar terik. Tentu saja, hal ini mengganggu kenyamanan terlebih ketika sedang beraktivitas atau berkendara. Rabun ayam, begitu masalah penglihatan ini dikenal, sebenarnya bukan penyakit yang berdiri sendiri, melainkan gejala dari gangguan kesehatan lain yang mendasarinya. 

Diagnosis Rabun Ayam Berdasarkan Penyebabnya

Memang, rabun senja bukan penyakit khusus, tetapi bukan berarti kamu bisa menyepelekan masalah kesehatan ini. Pasalnya, ada banyak penyebab dengan gejala rabun senja, dan hal tersebut bisa saja menandakan kamu sedang mengalami masalah kesehatan yang serius. Jadi, jika kamu mengalami rabun senja, coba tanyakan langsung pada dokter. Kalau kamu tidak sempat ke rumah sakit, tanya dokter juga bisa dilakukan melalui aplikasi Halodoc.

Baca juga: Mengenal Retinitis Pigmentosa yang Sebabkan Rabun Senja

Supaya bisa memberikan diagnosis lebih akurat, dokter tentu melakukan beberapa pemeriksaan mata berikut menanyakan riwayat kesehatan kamu. Pemeriksaan ini termasuk waktu gejala datang, aktivitas yang kamu lakukan yang mungkin bisa memicu terjadinya gejala rabun senja, pun jenis obat apa yang kamu konsumsi dalam beberapa waktu terakhir, karena bisa saja rabun senja terjadi karena dampak dari obat yang kamu konsumsi. 

Jika memungkinkan, dokter akan melakukan pemeriksaan tambahan, seperti berikut ini. 

  • Pemeriksaan refraksi mata;

  • Pemeriksaan buta warna;

  • Pemeriksaan retina;

  • Pemeriksaan lapangan pandang;

  • Pemeriksaan ketajaman penglihatan;

  • Pemeriksaan kepekaan pupil terhadap rangsangan cahaya;

  • Pemeriksaan mata dengan slit lamp;

  • Penggunaan elektroretinogram (ERG);

  • Pemeriksaan darah untuk mengetahui kadar vitamin A dan glukosa di dalam darah.

Baca juga: Penglihatan Menurun Saat Sore Hari, Ini Fakta Rabun Senja

Sebenarnya, Apa yang Menyebabkan Rabun Senja?

Nyctalopia adalah penyebab utama seseorang bisa mengalami rabun senja. Kondisi tersebut menunjukkan kerusakan pada sel batang retina. Namun, nyctalopia terjadi karena masalah kesehatan tertentu, seperti katarak, rabun jauh, glaukoma, defisiensi vitamin A, keratokonus, retinitis pigmentosa, dan sindrom Usher. 

Oleh karena itu, pengobatan atau perawatan dari rabun senja ini didasarkan pada masalah yang menyebabkannya. Misalnya, rabun senja terjadi karena rabun jauh, atau rabun dekat bisa ditangani dengan bantuan kacamata atau lensa kontak. Jika rabun senja kamu adalah akibat dari kurang vitamin A, konsumsi suplemen vitamin A mungkin bisa menguranginya. 

Baca juga: Jangan Diabaikan, Inilah 6 Gejala Rabun Senja

Adakah Tindakan Pencegahan Rabun Senja?

Tentu saja ada. Setelah kamu mengetahui diagnosis rabun senja yang sudah diberikan dokter, kamu bisa melakukan tindakan pengobatan sekaligus pencegahannya. Perbanyak konsumsi makanan yang kaya vitamin A, seperti wortel, mangga, bayam, ubi, dan tomat.

Makanan kaya antioksidan dan mineral juga membantu mengurangi gejala rabun senja. Pun, lakukan pengecekan kadar gula darah rutin. Jika kamu beraktivitas di luar ruangan ketika matahari sedang terik, sebaiknya pakai kacamata hitam untuk mengurangi silau. Selalu jaga kesehatan ya, karena sehat itu mahal harganya. Lindungi tubuh kamu dengan pola hidup sehat setiap saat. Setiap waktu, setiap saat.