• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Inilah 9 Kondisi yang Bisa Memicu Night Terror

Inilah 9 Kondisi yang Bisa Memicu Night Terror

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Inilah 9 Kondisi yang Bisa Memicu Night Terror

Halodoc, Jakarta – Pernah dengar tentang night terror? Ini bukan serangan di malam hari ya, melainkan gangguan tidur yang bisa dialami seseorang, terutama anak-anak. Seseorang yang mengalami night terror dapat berteriak, ketakutan, dan gemetaran saat masih tertidur. Seperti tidur sambil berjalan, night terror juga dianggap sebagai parasomnia, yakni kejadian yang tidak diinginkan selama tidur. 

Night terror biasanya berlangsung dari beberapa detik hingga beberapa menit, tetapi episode dapat berlangsung lebih lama. Walaupun terasa menakutkan, night terror tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Namun, bila kondisi ini menyebabkan masalah tidur yang cukup parah dan berisiko menyakiti pengidapnya, night terror perlu diobati. Lantas, sebenarnya kondisi apa saja yang bisa memicu seseorang mengalami night terror? Ini contohnya. 

Baca juga: Kelelahan Bisa Sebabkan Night Terror, Benarkah?

Kondisi yang Dapat Memicu Night Terror

Seperti jenis parasomnia lainnya, ada beberapa bukti bahwa night terror memiliki komponen genetik dan lebih mungkin terjadi pada individu yang memiliki riwayat keluarga parasomnia, khususnya orangtua atau saudara kandung. Selain itu, orang yang memiliki gangguan tidur lain seperti asma nokturnal, obstructive sleep apnea, sindrom kaki gelisah, atau GERD lebih rentan mengalami night terror

Secara umum, tidak ada hubungan yang signifikan antara night terror dengan gangguan psikologis. Melansir dari Sleep Foundation, beberapa kondisi yang bisa memicu night terror meliputi:

  • Demam.
  • Kurang tidur.
  • Kecemasan.
  • Stres atau konflik emosional.
  • Gangguan jadwal tidur.
  • Obat-obatan tertentu.
  • Penggunaan dan penyalahgunaan alkohol.
  • Sakit kepala migrain.
  • Cedera kepala.

Gejala Night Terror

Night terror berbeda dengan mimpi buruk. Seseorang yang mengalami mimpi buruk dapat terbangun dari mimpinya dan mungkin masih mengingat detailnya. Sedangkan orang yang mengalami episode night terror tetap tertidur. Anak-anak biasanya tidak ingat apapun tentang night terror yang mereka alami saat bangun di pagi hari. Pada orang dewasa, mereka mungkin mengingat beberapa potongan mimpi selama night terror. 

Baca juga: Siapa Saja yang Bisa Mengalami Night Terror

Night terror umumnya terjadi pada sepertiga pertama hingga paruh pertama malam dan jarang terjadi saat tidur siang. Night terror dapat menyebabkan berjalan dalam tidur. Selama episode night terror, seseorang dapat mengalami:

  • Berteriak kencang.
  • Duduk di tempat tidur dan tampak ketakutan.
  • Menatap dengan mata terbelalak..
  • Berkeringat, bernapas dengan berat, dan nadi berdebar kencang.
  • Wajah memerah dan pupil membesar.
  • Menendang-nendang.
  • Sulit untuk dibangunkan dan menjadi bingung jika terbangun.
  • Tidak memiliki atau sedikit ingatan tentang kejadian keesokan harinya.
  • Turun dari tempat tidur dan berlarian di sekitar rumah atau berperilaku agresif jika dihalangi atau dibatasi.

Bagaimana Night Terror Diobati?

Night terror biasanya tidak perlu diobati. Namun, jika berisiko menyebabkan cedera, mengganggu anggota keluarga, menyebabkan rasa malu atau gangguan tidur, perawatan mungkin diperlukan. Perawatan umumnya berfokus untuk meningkatkan keamanan dan menghilangkan penyebab atau pemicunya. Pilihan pengobatannya termasuk:

  • Mengobati kondisi yang mendasarinya apabila night terror dikaitkan dengan kondisi medis kesehatan mental atau gangguan tidur lainnya.
  • Jika stres atau kecemasan tampaknya memicu night terror. Dokter mungkin menyarankan kamu untuk menemui terapis atau konselor. Terapi perilaku kognitif, hipnosis, biofeedback, atau terapi relaksasi dapat membantu.
  • Membangunkan orang yang mengalami night terror sekitar 15 menit sebelum dia biasanya mengalami kejadian tersebut. Kemudian orang tersebut tetap terjaga selama beberapa menit sebelum tertidur lagi.
  • Obat jarang digunakan untuk mengatasi night terror, terutama untuk anak-anak. Jika perlu, benzodiazepin atau antidepresan mungkin diperlukan.

Baca juga: Jangan Disamakan, Ini Bedanya Night Terror dengan Nightmare

Bila kamu punya pertanyaan lain mengenai night terror, hubungi dokter lewat aplikasi Halodoc saja. Lewat aplikasi ini, kamu bisa menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat atau Voice/Video Call.

Referensi:
Sleep Foundation. Diakses pada 2020. Night Terror.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Sleep terrors (night terrors).