• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Inilah Bagian Tubuh yang Rentan Terserang Sarkoidosis
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Inilah Bagian Tubuh yang Rentan Terserang Sarkoidosis

Inilah Bagian Tubuh yang Rentan Terserang Sarkoidosis

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 14 Juli 2020
Inilah Bagian Tubuh yang Rentan Terserang Sarkoidosis

Halodoc, Jakarta - Sarkoidosis adalah sebutan untuk penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan kumpulan kecil sel-sel inflamasi (granuloma) di bagian mana pun dari tubuh. Kondisi ini paling umum terjadi di paru-paru dan kelenjar getah bening. Namun, ada beberapa area tubuh lain yang bisa mengalaminya, seperti mata, kulit, jantung, dan organ tubuh lain.

Sayangnya, belum diketahui penyebab sarkoidosis. Para ahli menduga bahwa kondisi ini adalah hasil dari sistem kekebalan tubuh menanggapi zat yang tidak diketahui. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa agen infeksi, bahan kimia, debu dan reaksi abnormal potensial terhadap protein tubuh sendiri dapat bertanggung jawab untuk pembentukan granuloma pada orang yang secara genetik memiliki kecenderungan.

Tidak ada obat untuk sarkoidosis, tetapi kebanyakan orang bisa mengatasinya dengan sangat baik tanpa pengobatan atau hanya perawatan sederhana. Pada beberapa kasus, sarkoidosis juga bisa hilang dengan sendirinya. Namun, sarkoidosis bisa berlangsung selama bertahun-tahun dan menyebabkan kerusakan organ.

Baca juga: Jangan Asal-asalan, Ini 2 Cara Mengobati Sarkoidosis

Ini Gejala Sarkoidosis pada Masing-Masing Bagian Tubuh

Tanda dan gejala sarkoidosis bisa bervariasi pada tiap organ. Sarkoidosis kadang berkembang secara bertahap dan menghasilkan gejala yang berlangsung selama bertahun-tahun. Di lain waktu, gejala bisa saja muncul tiba-tiba dan menghilang dengan cepat. Banyak orang dengan sarkoidosis tidak merasakan gejala, sehingga penyakit dapat ditemukan hanya ketika rontgen dada dilakukan. 

Ada beberapa gejala umum sarkoidosis, antara lain: 

  • Kelelahan;
  • Pembengkakan kelenjar getah bening;
  • Penurunan berat badan;
  • Nyeri dan bengkak pada persendian, seperti pergelangan kaki.

Sementara itu, pada tiap anggota tubuh gejalanya adalah sebagai berikut:

Paru-paru

Sarkoidosis paling sering mempengaruhi paru-paru dan menyebabkan masalah, seperti:

  • Batuk kering yang persisten;
  • Sesak napas;
  • Nyeri dada.

Kulit

Sarkoidosis dapat menyebabkan masalah kulit, yang mungkin termasuk:

  • Ruam benjolan merah atau ungu kemerahan, biasanya terletak di tulang kering atau pergelangan kaki, yang mungkin hangat dan lembut saat disentuh.
  • Adanya luka (lesi) di hidung, pipi, dan telinga.
  • Area kulit yang lebih gelap atau warnanya lebih terang.
  • Tumbuh di bawah kulit (nodul), terutama di sekitar bekas luka atau tato.

Baca juga: Gangguan Autoimun Dapat Sebabkan Sarkoidosis

Mata

Sarkoidosis dapat memengaruhi mata tanpa menyebabkan gejala apa pun, maka kamu harus memeriksakan mata secara teratur. Ketika tanda dan gejala mata benar-benar terjadi, gejalanya antara lain: 

  • Penglihatan kabur;
  • Sakit mata;
  • Mata terbakar, gatal atau kering;
  • Kemerahan parah;
  • Sensitivitas terhadap cahaya.

Jantung

Tanda dan gejala yang berhubungan dengan sarkoidosis jantung meliputi:

  • Nyeri dada;
  • Nafas pendek (dispnea);
  • Pingsan (sinkop);
  • Kelelahan;
  • Detak jantung tidak teratur (aritmia;
  • Jantung berdebar kencang;
  • Pembengkakan disebabkan oleh kelebihan cairan (edema),

Selain itu, sarkoidosis juga memengaruhi metabolisme kalsium, sistem saraf, hati dan limpa, otot, tulang, dan persendian, ginjal, kelenjar getah bening, atau organ lainnya. Jika kamu mengalami salah satu atau beberapa gejala di atas, tidak ada salahnya untuk mendiskusikan dengan dokter di Halodoc

Baca juga: Sarkoidosis Bisa Menyerang Mata, Ketahui Gejalanya

Penyebab dan Faktor Risiko

Penyebab pasti dari sarkoidosis belum diketahui. Beberapa orang tampaknya memiliki kecenderungan genetik untuk mengembangkan penyakit, yang mungkin dipicu oleh bakteri, virus, debu, atau bahan kimia.

Kondisi ini memicu reaksi berlebihan dari sistem kekebalan tubuh, dan sel-sel kekebalan mulai mengumpulkan dalam pola peradangan yang disebut granuloma. Ketika granuloma menumpuk di organ, fungsi organ itu bisa terpengaruh.

Siapa pun dapat mengalami sarkoidosis. Namun, ada faktor-faktor yang dapat meningkatkan risikonya, yaitu: 

  • Umur dan Jenis Kelamin. Sarkoidosis dapat terjadi pada usia berapa pun, tetapi sering terjadi antara usia 20 dan 60 tahun. Wanita pun sedikit lebih mungkin terkena penyakit ini.
  • Ras. Orang-orang keturunan Afrika dan orang-orang keturunan Eropa Utara memiliki kasus sarkoidosis yang lebih tinggi. Orang Afrika-Amerika juga lebih cenderung memiliki keterlibatan organ lain bersama dengan paru-paru.
  • Sejarah Keluarga. Jika seseorang dalam keluarga mengidap sarkoidosis, kemungkinan besar kamu juga bisa mengidap penyakit ini.

Itulah hal yang perlu diketahui tentang sarkoidosis. Jika kamu merasakan gejala yang sudah disebutkan dan perlu pemeriksaan lanjutan, maka kamu bisa buat janji di rumah sakit dengan aplikasi Halodoc. Ingat, penanganan tepat yang dilakukan sejak awal akan menghindarkan dari risiko yang tidak diinginkan.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Sarcoidosis.
NHS UK. Diakses pada 2020. Sarcoidosis.