Inilah Bahaya Narkoba bagi Tubuh Berdasarkan Jenisnya

Ditinjau oleh  dr. Fadhli Rizal Makarim   22 Januari 2021
Inilah Bahaya Narkoba bagi Tubuh Berdasarkan JenisnyaInilah Bahaya Narkoba bagi Tubuh Berdasarkan Jenisnya

Halodoc, Jakarta - Salah satu alasan utama narkoba (narkotika dan obat-obat berbahaya) dilabeli sebagai obat-obatan terlarang karena berbahaya bagi tubuh. Selain menyebabkan kecanduan, narkoba juga memiliki banyak dampak negatif bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan. 

Jika sudah terlanjur kecanduan, seseorang akan sangat sulit untuk lepas dari pengaruh narkoba. Jadi, sebaiknya kamu menjauhi semua jenis narkoba, ya. Dalam jenis dan bentuk apa pun, narkoba tetap berbahaya bagi tubuh. Untuk tahu lebih jelas apa saja bahaya narkoba berdasarkan jenisnya, simak pembahasan berikut, ya!

Baca juga: Ketergantungan Narkoba adalah Penyakit, Masa Sih?

Jenis-Jenis Narkoba dan Bahayanya

Mengutip laman Badan Narkotika Nasional (BNN), narkoba adalah obat yang bisa memberikan efek halusinasi, daya rangsang, dan penurunan kesadaran. Narkoba ada yang terbuat dari tanaman, sintetis, dan semi-sintetis. Obat-obatan ini menimbulkan kecanduan, terutama penggunaan dosis tinggi. 

Berikut ini jenis narkoba yang umum disalahgunakan, serta bahayanya bagi tubuh:

1.Sabu-Sabu

Ini adalah jenis narkoba yang cukup populer di Indonesia. Sebutan lainnya adalah metamfetamin, dengan bentuk bubuk putih. Cara menggunakannya bisa diisap, dihirup, atau melalui suntikan. 

Sabu-sabu memiliki sifat stimulan dan halusinogen. Ketika digunakan, narkoba jenis ini dapat merangsang otak untuk menciptakan euforia, imajinasi, dan khayalan tingkat tinggi. Efeknya relatif singkat, sehingga membuat pemakainya cenderung mengonsumsi secara berulang dalam rentang waktu berdekatan.

Bahaya yang dapat ditimbulkan sabu-sabu bagi tubuh adalah sesak napas, detak jantung semakin cepat, meningkatnya tekanan darah, dan suhu tubuh meningkat. Selain itu, penggunaan sabu-sabu jangka panjang juga bisa menyebabkan penurunan berat badan ekstrem, masalah gigi dan kulit, berbagai gangguan mental seperti depresi, cemas berlebih, delusi, halusinasi, dan kebingungan, bayi lahir cacat dan risiko keguguran pada ibu hamil.

2.Heroin

Populer dengan sebutan “putaw”, heroin adalah narkotika yang terbuat dari bunga liar bernama poppy. Bunga tersebut biasa tumbuh di area pegunungan. Cara penggunaan heroin adalah diisap, dihirup, atau melalui suntikan. 

Narkoba jenis ini mudah terserap ke dalam darah, dan terbawa hingga ke otak. Akibatnya, muncul euforia berlebih pada pemakainya, disertai sensasi berat di kaki dan lengan, dan pikiran yang tidak stabil. 

Heroin adalah salah satu jenis narkoba yang cukup mematikan. Sebab, penggunaannya rawan overdosis, karena ada sifat adiktif yang membuat kecanduan. Adapun bahaya yang mengintai dari penggunaan heroin bagi tubuh adalah:

  • Infeksi kulit.
  • Gangguan sistem pencernaan akut.
  • Kerusakan ginjal.
  • Kerusakan pembuluh darah, terutama pembuluh vena.
  • Gangguan pernapasan.
  • Kerusakan otak.

Baca juga: Alasan Pengguna Narkoba Bisa Diketahui dari Cek Urine

3.Ekstasi

Ekstasi adalah narkoba jenis psikotropika yang memiliki sifat stimulan dan halusinogen. Obat ini tergolong sintetis atau buatan manusia, bukan dari tanaman. Zat yang digunakan untuk membuat ekstasi adalah katinon, pentilon, dan cannabinoid sintetis.

Narkoba jenis ini ada yang berbentuk pil, tablet, dan cairan yang disuntikkan ke pembuluh darah. Cara kerjanya adalah meningkatkan senyawa kimia yang ada di otak, seperti serotonin dan norepinefrin.

Jika digunakan, ekstasi dapat membuat perubahan pada suasana hati dan emosi. Pengguna dapat merasakan euforia berlebih dari dorongan energi yang bertambah. Namun, ketika efeknya habis, penggunanya akan merasa kebingungan, cemas, dan sulit tidur.

Bahaya yang dapat ditimbulkan dari penggunaan ekstasi adalah:

  • Detak jantung meningkat.
  • Otot-otot menegang.
  • Gangguan penglihatan.
  • Mual dan nyeri di perut.
  • Pusing.
  • Keringat dingin.

4.Kokain

Kokain adalah narkoba yang terbuat dari tanaman koka. Efek stimulan yang ditimbulkan kokain dapat memengaruhi otak untuk melepaskan dopamin, yaitu hormon yang bisa memunculkan rasa senang dan gembira. Itulah sebabnya narkoba ini sering digunakan oleh orang-orang yang sedang depresi untuk memperbaiki suasana hatinya.

Penggunaannya bisa melalui suntikan atau dihirup. Ketika memasuki aliran darah, kokain akan dibawa menuju paru-paru dan ke otak. Efek samping yang ditimbulkan cukup berbahaya, seperti membuat detak jantung meningkat, memicu kerusakan jantung, mual dan nyeri perut, kerusakan saraf pada indra penciuman dan pengecap. Selain itu, pecandu kokain sangat rentan tertular penyakit AIDS dan hepatitis C dari penggunaan jarum suntik bersama.

5.Ganja

Ganja terbuat dari tanaman bernama Cannabis sativa. Penggunaan yang paling populer dari narkoba jenis ini adalah dengan cara diisap seperti sedang merokok. Ganja dapat digolongkan sebagai stimulan, depresan, dan halusinogen. Orang yang menggunakannya dapat merasakan sensasi terbang atau nge-fly, menenangkan pikiran, dan mengubah suasana hati.

Bahaya ganja cukup serius, yaitu memengaruhi perkembangan otak, dan mengganggu saraf kognitif. Selain itu, beberapa bahaya lain yang bisa muncul adalah masalah pernapasan, gangguan kecemasan, depresi, risiko serangan jantung, dan penyakit mental seperti skizofrenia.

Baca juga: Bukan Cuma untuk Narkoba, Ini Gunanya Cek Ketergantungan Obat

6.Morfin

Memiliki sifat analgesik, morfin adalah alkaloid yang dapat ditemukan pada tanaman opium. Morfin mampu meredakan nyeri atau rasa sakit yang ada pada anggota tubuh. Beberapa obat-obatan umum juga masih ada yang mengandung zat ini, tapi dalam dosis ketat harus sesuai saran dokter.

Morfin dikategorikan sebagai narkotika karena banyak yang disalahgunakan dan menimbulkan bahaya, seperti:

  • Jantung berdebar.
  • Kesadaran menurun.
  • Kejang.
  • Penurunan produksi urine.
  • Impotensi pada pria.
  • Gangguan siklus menstruasi pada wanita.
  • Pingsan.

7.Amfetamin

Amfetamin mampu merangsang otak untuk mengubah suasana hati dan membangkitkan euforia, karena produksi dopamin di otak yang terus dipacu. Tak jarang juga amfetamin disalahgunakan oleh orang-orang yang sedang depresi dan stres.

Bahaya penggunaan narkoba jenis ini adalah:

  • Gangguan jantung.
  • Kerusakan pembuluh darah.
  • Berkurangnya urine.
  • Menghambat penyerapan sejumlah nutrisi.
  • Penurunan berat badan.
  • Sakit kepala.
  • Hilang nafsu makan.
  • Rentan perdarahan, terutama pada hidung.
  • Mudah gugup dan gelisah.
  • Penurunan gairah seksual.
  • Kaku otot.
  • Gangguan penglihatan.
  • Muncul ruam pada kulit.
  • Badan gemetar.

8.Kodein

Kodein merupakan salah satu jenis obat-obatan opioid dan termasuk narkoba golongan 3. Mengutip laman Australian Alcohol and Drug Foundation, risiko penggunaan narkoba golongan 3 seperti kodein adalah dapat memunculkan rasa kepuasan, kesenangan, relaksasi, hingga pereda nyeri pada anggota tubuh.

Namun, efek samping yang ditimbulkan tak kalah berbahaya, seperti:

  • Mudah gelisah.
  • Pusing.
  • Kebingungan.
  • Kaku otot di sejumlah bagian tubuh.
  • Penglihatan kabur.
  • Muncul ruam pada kulit.
  • Sulit buang air kecil.

Pada beberapa kasus, jika sudah terjadi overdosis, efek samping yang timbul bisa lebih buruk, yaitu kejang, gangguan emosi, mati rasa, halusinasi tinggi, penurunan fungsi otak yang dapat menyebabkan koma hingga kematian

Itulah sedikit penjelasan mengenai bahaya narkoba berdasarkan jenisnya. Karena ada banyak sekali bahaya yang ditimbulkan, sebaiknya hindari penggunaan narkoba jenis apapun, ya. Kalau ada masalah kesehatan, gunakan aplikasi Halodoc untuk buat janji dengan dokter di rumah sakit.

Referensi:
Australian Government Department of Health. Diakses pada 2021. Types of Drugs.
Badan Narkotika Nasional (BNN). Diakses pada 2021. Pengertian Narkoba dan Bahaya Narkoba Bagi Kesehatan.
WebMD. Diakses pada 2021. Street Drugs: Know the Facts and Risks.

Mulai Rp25 Ribu! Bisa Konsultasi dengan Dokter seputar Kesehatan