• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Inilah Beberapa Jenis Salep yang Dapat Mengatasi Eksim

Inilah Beberapa Jenis Salep yang Dapat Mengatasi Eksim

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Inilah Beberapa Jenis Salep yang Dapat Mengatasi Eksim

Halodoc, Jakarta – Eksim atau yang juga disebut dengan dermatitis atopik adalah suatu kondisi yang membuat kulit jadi merah dan gatal. Eksim bisa berlangsung lama atau bersifat kronis dan cenderung kambuh secara berkala. Sayangnya, tidak ada obat tertentu yang ditemukan bisa mengatasi dermatitis atopik. Namun, beberapa perawatan dan tindakan cukup efektif meredakan gatal dan mencegah kondisi semakin parah. 

Ada juga beberapa jenis salep yang cukup diandalkan untuk mengatasi masalah eksim. Penggunaan salep ini bisa meredakan gatal dan ia bisa bekerja dengan cepat karena bisa langsung dioleskan ke area eksim. 

Baca juga: 10 Tanda Dermatitis Atopik pada Anak dan Orang Dewasa

Salep untuk Mengatasi Eksim

Berikut ini adalah dua jenis salep yang biasa diresepkan untuk atasi eksim:

  • Salep Kortikosteroid. Krim ini akan mengontrol rasa gatal dan membantu memperbaiki kulit. Kamu bisa mengoleskannya sesuai petunjuk, dan biasanya setelah kamu mandi atau setelah menggunakan pelembap. Namun, terlalu sering menggunakan obat ini dapat menyebabkan efek samping, termasuk penipisan kulit. Jadi, pastikan untuk mengikuti petunjuk dokter.
  • Salep Kalsineurin. Ini adalah obat krim lain yang dikhususkan untuk mengatasi eksim atau dermatitis atopik. Krim ini mengandung bahan seperti tacrolimus dan pimecrolimus yang akan bekerja memengaruhi sistem kekebalan tubuh. Namun, obat ini hanya boleh digunakan untuk anak yang lebih tua dari usia 2 tahun.  Oleskan salep eksim ini sesuai petunjuk, utamanya setelah kamu melembapkan kulit. Namun, hindari sinar matahari yang kuat saat menggunakan produk ini.
  • Salep untuk Atasi Infeksi. Dokter mungkin meresepkan salep yang mengandung antibiotik jika kulit memiliki infeksi bakteri, luka terbuka, atau pecah-pecah. Namun, dokter juga bisa memberikan rekomendasi obat antibiotik oral untuk waktu yang singkat guna mengobati infeksi.

Dua salep pertama yakni salep kortikosteroid dan kalsineurin nyatanya pernah memiliki peringatan tentang potensi risiko kanker. Namun, American Academy of Allergy, Asthma & Immunology telah menyimpulkan bahwa rasio risiko dan manfaat dari pimecrolimus topikal dan tacrolimus serupa dengan kebanyakan pengobatan konvensional lainnya untuk eksim. Sehingga mereka tidak terbukti kuat mampu menyebabkan efek samping seperti kanker. 

Baca juga: Ketahui Penanganan Dermatitis Atopik pada Bayi

Pilihan Pengobatan Lain

Selain dengan salep, ada banyak jenis pengobatan lain yang bisa membantu meredakan gejala, antara lain:

  • Obat untuk Mengontrol Peradangan. Untuk kasus yang lebih parah, dokter mungkin meresepkan kortikosteroid oral seperti prednison. Obat-obatan ini efektif tetapi tidak dapat digunakan dalam jangka panjang karena potensi efek samping yang serius.
  • Suntikan Khusus. U.S. Food and Drug Administration (FDA) baru-baru ini menyetujui suntik biologis suntik baru (antibodi monoklonal) yang disebut dupilumab (Dupixent). Obat ini digunakan untuk mengobati orang dengan penyakit parah yang tidak merespons dengan baik terhadap pilihan pengobatan lain. Ini adalah obat yang lebih baru, sehingga tidak memiliki rekam jejak yang panjang dalam hal seberapa baik mereka membantu mengatasi dermatitis atopik. Meski harganya mahal, penelitian telah menunjukkan bahwa obat ini cukup aman jika digunakan sesuai petunjuk. 

Ada juga beberapa jenis pengobatan yang sifatnya terapi, yaitu:

  • Perban Basah. Ini adalah perawatan intensif yang efektif untuk dermatitis atopik parah. Terapi ini akan membungkus area eksim dengan kortikosteroid topikal dan perban basah. Kadang-kadang hal ini dilakukan di rumah sakit untuk orang dengan lesi yang meluas karena membutuhkan keahlian perawat. Namun, terapi ini juga bisa dilakukan di rumah setelah dokter menjelaskan tata cara melakukannya.
  • Terapi Cahaya. Perawatan ini digunakan untuk orang-orang yang tidak membaik dengan perawatan topikal atau yang dengan cepat kambuh lagi setelah perawatan. Bentuk paling sederhana dari terapi cahaya (fototerapi) adalah tindakan mengekspos kulit ke sinar matahari alami dalam jumlah yang terkontrol. Bentuk lain menggunakan ultraviolet A (UVA) buatan dan ultraviolet B pita sempit (UVB) baik sendiri atau dengan obat-obatan. Meskipun efektif, terapi cahaya jangka panjang memiliki efek berbahaya, termasuk penuaan kulit dini dan peningkatan risiko kanker kulit. Untuk alasan ini, fototerapi kurang umum digunakan pada anak kecil dan tidak diberikan kepada bayi. 
  • Konseling. Berbicara dengan terapis atau konselor lain dapat membantu orang yang malu atau frustrasi dengan kondisi kulit akibat eksim.
  • Relaksasi, Modifikasi Perilaku dan Biofeedback. Pendekatan ini dapat membantu orang yang terbiasa menggaruk. Pasalnya, menggaruk bisa sangat membahayakan.

Baca juga: Mencubit Pipi Bayi Sebabkan Dermatitis Atopik, Ini Faktanya

Itulah beberapa pengobatan untuk atasi dermatitis atopik atau eksim. Namun, jika kamu merasa gejala tidak kunjung membaik, jangan ragu untuk memeriksakan kondisi ini ke rumah sakit. Kamu bisa buat janji dokter di Halodoc untuk buat janji di rumah sakit yang lebih mudah karena tak perlu lagi untuk antre. Praktis bukan? Yuk, gunakan aplikasi Halodoc sekarang!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. Atopic Dermatitis.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Atopic Dermatitis.
The National Eczema Association. Diakses pada 2021. Atopic Dermatitis.