Inilah Biaya Melahirkan yang Ditanggung BPJS

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Inilah Biaya Melahirkan yang Ditanggung BPJS

Halodoc, Jakarta – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sempat dikabarkan menghentikan penjaminan terhadap layanan melahirkan bagi para pesertanya. Tapi, kabar tersebut segera dibantah, BPJS Kesehatan menegaskan bahwa layanan bersalin tetap ditanggung sepenuhnya selama sesuai dengan prosedur yang berlaku.

BPJS Kesehatan bisa digunakan dan akan menjamin semua jenis persalinan, baik normal maupun Caesar. Dalam ketentuan tersebut juga dikatakan, jaminan kelahiran termasuk pelayanan untuk bayi baru lahir beserta ibunya. Biaya persalinan yang dijamin BPJS pun mengikuti ketentuan serta tarif dari rumah sakit tempat melahirkan.

Selain itu, peserta BPJS, baik kelas 1, kelas 2, maupun kelas 3, akan selalu mendapat tunjangan setiap melahirkan. Dengan kata lain, tunjangan akan tetap diberikan, meski persalinan tersebut adalah yang pertama maupun sudah pernah menjalani proses persalinan sebelumnya.

Tapi, jika bayi yang baru lahir membutuhkan pelayanan atau sumber daya khusus, BPJS bisa saja tidak menjamin kebutuhan tersebut. Hal itu sesuai dengan Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan Nomor 3 tentang Penjaminan Pelayanan Persalinan Dengan Bayi Lahir Sehat. Dalam kondisi tersebut, fasilitas kesehatan (faskes) tempat bersalin bisa menagih klaim di luar paket persalinan.

Baca juga: Ini 8 Perawatan Gigi yang Ditanggung BPJS

Layanan Pemeriksaan USG dengan BPJS Kesehatan

Selain menjamin biaya persalinan, BPJS Kesehatan juga memberi fasilitas yang berkaitan selama kehamilan pesertanya. Dalam hal ini, peserta BPJS Kesehatan yang tengah hamil bisa mendapatkan layanan periksa USG gratis di fasilitas kesehatan yang disediakan oleh BPJS. Peserta yang tengah mengandung memiliki kesempatan untuk mendapatkan satu kali pemeriksaan USG selama kehamilan.

Layanan pemeriksaan USG gratis akan diberikan jika dokter memberi rekomendasi untuk melakukan tindakan tersebut. Artinya, USG tidak akan dijamin oleh BPJS Kesehatan jika dilakukan atas permintaan peserta. Jika hal itu yang terjadi, faskes bisa menagih biaya tambahan di luar yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Baca juga: Sudah Punya Asuransi, Perlukah BPJS?

Pemeriksaan ultrasonografi (USG) merupakan rangkaian pemeriksaan yang dianjurkan bagi wanita yang tengah hamil. Pemeriksaan ini sering dianggap sebagai cara untuk mengetahui jenis kelamin bayi yang akan dilahirkan. Tapi lebih dari itu, pemeriksaan USG nyatanya dilakukan untuk mengecek kesehatan dan perkembangan janin selama di dalam rahim.

USG bisa dilakukan segera setelah seorang wanita dinyatakan hamil. Tujuan pemeriksaan adalah untuk mengonfirmasi serta memastikan adanya kehamilan. Lewat pemeriksaan ini juga akan terlihat apakah kehamilan yang dialami normal atau tidak. USG juga berguna untuk mengetahui usia kehamilan, melihat janin kembar atau tidak, hingga mendeteksi risiko gangguan selama kehamilan.

Meski USG dianjurkan bagi ibu hamil, namun ada baiknya pemeriksaan ini tidak dilakukan secara berlebihan dan terlalu sering. Setidaknya, pemeriksaan ini dilakukan sebanyak 3 kali dalam satu masa kehamilan, yaitu pada masa awal kehamilan, saat kandungan memasuki usia 20 minggu, serta saat mendekati masa persalinan, yakni saat kandungan berusia 30 minggu alias pada trimester ketiga.

Baca juga: Kapan Ibu Hamil Sebaiknya Melakukan USG?

Meski belum ada penelitian yang membuktikan, namun alat yang digunakan untuk pemeriksaan USG disebut bisa menghantarkan panas dan dikhawatirkan akan memengaruhi kehamilan. Maka dari itu, sebaiknya hindari USG berlebihan dan selalu berkonsultasi dengan dokter kandungan sebelum melakukan pemeriksaan kandungan tertentu.

Atau ibu bisa bertanya dan membicarakannya kepada dokter di aplikasi Halodoc. Dokter bisa dihubungi melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kehamilan dan tips menjaga kehamilan sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!