• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Inilah Cara Mengatasi Infeksi Saluran Kemih pada Anak

Inilah Cara Mengatasi Infeksi Saluran Kemih pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta – Tidak hanya pada orang dewasa, infeksi saluran kemih juga dapat dialami oleh anak-anak. Infeksi saluran kemih sendiri merupakan salah satu kondisi di mana masuknya bakteri E. coli pada saluran kemih anak-anak. Berbagai faktor pemicu dapat menyebabkan anak-anak mengalami kondisi infeksi saluran kemih, salah satunya adalah kurang menjaga kebersihan area genital atau saluran berkemih pada anak.

Berbagai gejala muncul sebagai tanda infeksi pada saluran kemih anak, seperti demam dan keluhan nyeri yang dirasakan anak ketika melakukan buang air kecil. Jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan pada rumah sakit terdekat ketika anak mengalami beberapa tanda mengenai penyakit infeksi saluran kemih. Ketahui beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi infeksi saluran kemih pada anak.

Baca juga: Jangan Diremehkan, infeksi saluran kemih Juga Bisa Menyerang Si Kecil


Bagaimana Cara Mengatasi Infeksi Saluran Kemih pada Anak?

Melakukan pemeriksaan di rumah sakit terdekat saat anak mengalami gejala infeksi saluran kemih adalah salah satu cara mengatasi infeksi saluran kemih pada anak. Umumnya, infeksi saluran kemih pada anak dapat diatasi selama satu minggu dengan pengobatan dari dokter.

Melansir Urology Care Foundation, cara mengatasi infeksi saluran kemih pada anak adalah dengan pemberian antibiotik. Terkadang, beberapa hari kemudian, setelah dokter mendapatkan hasil kultur urine, antibiotik mungkin diganti menjadi antibiotik yang bekerja lebih baik melawan jenis bakteri yang ditemukan dalam urine anak.

Cara pemberian dan berapa hari harus minum antibiotik tergantung pada jenis infeksinya. Jika infeksi saluran kemih pada anak cukup parah dan tidak bisa minum, antibiotik mungkin perlu diberikan dengan cara disuntik. Jika tidak, antibiotik yang bisa diberikan adalah yang jenis oral atau diminum.

Bergantung pada jenis antibiotik yang digunakan, anak mungkin perlu minum satu hingga empat dosis per hari. Dokter juga mungkin meminta untuk memberikan obat-obatan kepada anak sampai tes lebih lanjut selesai. Setelah beberapa dosis antibiotik, anak mungkin tampak jauh lebih baik.

 

Baca juga: Jangan Diremehkan, Kenali Gejala ISK pada Anak

 

Sebagian besar kasus infeksi saluran kemih pada anak sembuh dalam waktu seminggu jika ditangani dengan cara yang benar. Namun, seringkali perlu waktu berminggu-minggu sampai semua gejala hilang.

Penting untuk memastikan agar anak minum antibiotik sesuai dosis dan anjuran dari dokter. Bahkan jika gejalanya telah hilang, jangan hentikan pemberian antibiotik, tanpa instruksi dokter. Jika gejala memburuk atau tidak membaik dalam 3 hari, anak mungkin perlu ke rumah sakit.


Perawatan Rumahan sebagai Cara Mengatasi Infeksi Saluran Kemih pada Anak

Untuk membantu proses penyembuhan infeksi saluran kemih pada anak, ada beberapa perawatan rumahan yang bisa ibu lakukan, yaitu:

  • Berikan anak obat yang diresepkan dokter, dan jangan hentikan pemberian obat tanpa instruksi dokter, meski gejala sudah hilang.
  • Ukur suhu tubuh anak jika terjadi demam.
  • Pantau frekuensi buang air kecil anak.
  • Tanyakan kepada anak apakah ada rasa sakit atau sensasi terbakar saat buang air kecil .
  • Pastikan anak minum banyak cairan. Bisa dengan memberinya air putih, buah yang tinggi kadar air, sup, dan lain-lain.

 

Setelah infeksi sembuh, dokter mungkin menyarankan lebih banyak tes, terutama jika anak telah dirawat karena infeksi ginjal. Tes tersebut untuk memastikan tidak ada masalah pada saluran kemih yang mungkin mencegah tubuh anak melawan infeksi, dan untuk melihat apakah ada kerusakan pada ginjal akibat infeksi saluran kemih.

Baca juga: Infeksi Saluran Kemih pada Bayi, Bahayakah?

Setelah anak sembuh dari infeksi saluran kemih, sebaiknya lakukan pencegahan agar anak tidak kembali mengalami kondisi infeksi saluran kemih dengan menghindari pakaian dalam yang terlalu ketat pada anak, hindari sabun dengan penggunaan bahan kimia untuk area genital.

Jika anak masih menggunakan popok kain atau popok sekali pakai, sebaiknya rutin ganti popok agar kebersihan anak tetap terjaga. Terlalu lama menggunakan popok yang kotor dapat menyebabkan bakteri E.coli berkembang lebih cepat. Kalau ibu butuh popok, produk pembersih, dan perawatan bayi, gunakan saja aplikasi Halodoc untuk membelinya, ya.

 

Referensi:

Healthline. Diakses pada 2021. Urinary Tract Infection in Children.

Urology Care Foundation. Diakses pada 2021. What is UTI in Children.

WebMD. Diakses pada 2021. If Your Child Gets UTI.