• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Inilah Cara Merawat Luka Akibat Epidermolisis Bulosa

Inilah Cara Merawat Luka Akibat Epidermolisis Bulosa

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Inilah Cara Merawat Luka Akibat Epidermolisis Bulosa

Halodoc, Jakarta – Epidermolisis bulosa adalah sekelompok penyakit langka yang menyebabkan kulit melepuh dan menjadi rapuh. Lepuhan yang menyakitkan dapat muncul akibat cedera ringan, atau bahkan hanya karena panas, gesekan, goresan saja. Pada kasus yang parah, lepuhan juga bisa muncul di dalam tubuh, seperti lapisan mulut atau perut.

Sayangnya, epidermolisis bulosa tidak bisa disembuhkan. Namun, ada beberapa perawatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi lecet dan mencegah munculnya lepuh baru.

Baca juga: Kenali 5 Jenis Epidermolisis Bulosa yang Menyerang Kulit

Perawatan untuk Epidermolisis Bulosa

Selain untuk mengatasi luka, perawatan epidermolisis bulosa juga bertujuan untuk mencegah kerusakan kulit, meningkatkan kualitas hidup pengidapnya, serta mengurangi risiko komplikasi, seperti infeksi dan malnutrisi.

Cara merawat luka akibat epidermolisis bulosa dengan melakukan perubahan gaya hidup dan perawatan di rumah. Jika cara tersebut tidak mampu meredakan tanda dan gejala epidermolisis bulosa, perawatan seperti pemberian obat-obatan, operasi dan rehabilitasi mungkin dapat dilakukan. 

Berikut cara-cara untuk merawat luka yang terkena epidermolisis bulosa:

  • Bagi anak yang lebih besar atau dewasa, dapat mengonsumsi obat pereda rasa sakit yang diresepkan dokter kira-kira 30 menit sebelum mengganti peran. Sementara pengidap yang tidak merespons terhadap obat pereda rasa sakit, dapat mengonsumsi obat antikejang sesuai anjuran dokter.
  • Selalu cuci tangan pakai sabun dan air mengalir sebelum mengganti perban pembalut luka.
  • Rendam area perban yang terlalu menempel pada luka ke dalam air hangat. Tunggu hingga terlepas dengan sendirinya atau melonggar. Jangan menarik perban dengan paksa karena dapat membuat lepuhan pecah.
  • Bersihkan luka dengan cara merendamnya ke dalam campuran air dan garam selama 5-10 menit. Setelah itu, bilas dengan air hangat atau suam-suam kuku. Cairan yang bisa digunakan untuk membersihkan luka adalah cuka yang dicampur dengan pemutih. Cara ini membantu mengurangi rasa sakit yang mungkin muncul saat mengganti perban.
  • Bungkus area kulit yang terdapat lepuhan setiap hari untuk mencegah infeksi.
  • Gunakan jarum yang steril untuk memecahkan lepuh yang baru terbentuk untuk mencegahnya menyebar. Jangan mengelupas kulit yang tersisa, biarkan mengering sendiri yang sekaligus akan melindungi lapisan kulit di bawahnya.
  • Oleskan krim sebelum membalut luka dengan perban. Misalnya, krim antibiotik, petroleum jelly, atau bahan pelembap lainnya.

Pemberian Obat-obatan

Lepuh dan luka yang muncul akibat epidermolisis bulosa bisa terasa menyakitkan dan mungkin membuat aktivitas sederhana, seperti bergerak dan berjalan menjadi sulit. Kamu bisa mengonsumsi obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas, seperti parasetamol untuk meredakan rasa sakit pada jenis epidermolisis bulosa yang lebih ringan.

Pada kasus epidermolisis bulosa yang lebih parah, kamu perlu mengonsumsi obat penghilang rasa sakit yang lebih kuat, seperti morfin bila perlu. Sementara jenis epidermolisis bulosa yang menyebabkan nyeri jangka panjang dapat dikontrol dengan penggunaan obat yang lebih kuat, seperti amitriptyline.

Luka yang terbuka pada kulit seringkali juga dapat terinfeksi. Tanda-tanda bahwa luka sudah terinfeksi, antara lain area luka memerah dan terasa panas, serta mengeluarkan nanah atau cairan encer, luka juga tidak kunjung sembuh dan menyebabkan kamu demam tinggi.

Bila kamu atau anak kamu mengalami tanda-tanda infeksi kulit tersebut, segera beritahu dokter sesegera mungkin. Infeksi kulit yang tidak diobati dapat menyebar dengan cepat ke bagian tubuh lain, terutama untuk jenis epidermolisis bulosa yang lebih parah. Pilihan cara untuk merawat luka yang terinfeksi, antara lain:

  • Mengoleskan krim atau salep antiseptik.
  • Mengoleskan krim atau losion antibiotik.
  • Minum tablet antibiotik.

Bila luka menunjukkan tanda-tanda infeksi sudah menyebar (demam, lemas, kelenjar getah bening membengkak), dokter mungkin akan meresepkan antibiotik oral. Obat-obatan juga dapat diberikan untuk meredakan gatal-gatal dan mengatasi komplikasi seperti infeksi pada aliran darah (sepsis).

Sekarang, kamu bisa beli obat-obatan yang dibutuhkan dengan mudah melalui aplikasi Halodoc. Tidak perlu keluar rumah, tinggal order saja lewat aplikasi dan pesanan kamu akan diantar dalam waktu satu jam.

Baca juga: Inilah 7 Komplikasi Akibat Epidermolisis Bulosa

Operasi

Pada beberapa kasus, operasi mungkin diperlukan untuk mengobati komplikasi yang dapat muncul pada jenis epidermolisis bulosa yang parah. Beberapa komplikasi yang memerlukan operasi, antara lain:

  • Bila lepuhan menyatukan jari tangan dan kaki kamu, sehingga menciptakan efek sarung tangan. Kondisi tersebut memerlukan operasi untuk melepaskannya.
  • Bila kerongkongan telah menyempit oleh jaringan parut, operasi diperlukan untuk memperlebarnya.
  • Bila kondisi ini menyebabkan menurunnya berat badan, operasi diperlukan untuk menanamkan selang makanan ke dalam perut.

Baca juga: Perlukah Fisioterapi Dilakukan pada Pengidap Epidermolisis Bulosa?

Terapi Rehabilitasi

Menjalani terapi dengan spesialis, seperti ahli terapi fisik atau terapis okupasi dapat membantu kamu mengurangi keterbatasan gerak yang disebabkan oleh jaringan parut.

Nah, itulah beberapa informasi tentang cara merawat luka akibat epidermolisis bulosa yang bisa kamu lakukan secara mandiri di rumah. 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Epidermolysis bullosa.
NHS. Diakses pada 2020. Epidermolysis bullosa
Halodoc. Diakses pada 2020. Epidermolisis bulosa