• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Inilah Ciri Tantrum yang Melewati Batas Wajar

Inilah Ciri Tantrum yang Melewati Batas Wajar

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Anak yang berusia di bawah 5 tahun masih memiliki keterbatasan kemampuan verbal dan komunikasi. Akibatnya, mereka terkadang mengalami frustasi karena tidak mampu menyampaikan keinginannya.

Hal itulah yang menyebabkan terjadinya tantrum, yaitu luapan emosi dengan cara marah, menangis, hingga mengamuk dan membanting barang. Tantrum pada anak sebenarnya adalah hal yang wajar. Namun, apabila tantrum pada anak sudah melewati batas wajar atau berlebihan, bisa jadi itu tanda bahwa ada masalah pada perkembangan anak. 

Baca juga: Mengenal 2 Jenis Tantrum pada Anak

Seperti Apa Tantrum yang Melewati Batas Wajar?

Penting bagi orangtua untuk mengetahui seperti apa tantrum pada anak yang sudah melewati batas wajar. Berikut beberapa cirinya:

1.Mengamuk Terlalu Lama

Pada anak yang normal, ia akan mengamuk selama 20-30 detik saja pada 1 jam pertama dan periode tantrum selanjutnya. Namun, jika ada masalah pada kesehatan mental Si Kecil, ia bisa mengamuk selama 25 menit dan tak berhenti. Begitu pula di periode tantrum berikutnya. Tentu saja, ini adalah salah satu tanda tantrum yang tidak wajar.  

2.Terlalu Sering

Coba perhatikan dan hitung, berapa kali anak mengalami tantrum dalam satu bulan. Jika ia mengalaminya 10-20 kali, atau lebih dari 5 kali dalam sehari selama beberapa hari berturut-turut, kemungkinan itu bukan tantrum yang wajar. 

3.Melukai Diri Sendiri

Jika anak tantrum hingga melukai dirinya sendiri, seperti menggigit atau membenturkan kepala ke dinding, tentu itu juga sudah melewati batas wajar. Kemungkinan besar ia mengalami masalah kesehatan mental tertentu, dan butuh penanganan dari ahlinya. Segera download aplikasi Halodoc untuk buat janji temu dengan psikolog di rumah sakit, dan ajak anak untuk ikut konseling. 

Baca juga: Anak Tantrum, Ini Sisi Positifnya untuk Orang Tua

4.Menyakiti Orang Lain di Sekitar

Mengamuk hingga berguling-guling di lantai mungkin biasa dilakukan anak yang sedang tantrum. Namun, jika sudah sampai menyakiti orang lain di sekitar, seperti menendang, memukul, atau mencakar, tentu ini sudah kelewat batas. 

5.Tidak Mampu Menenangkan Diri Sendiri

Episode tantrum yang normal biasanya akan mereda dengan sendirinya, karena perlahan anak bisa menenangkan diri sendiri. Terutama jika orangtua tidak menuruti keinginan anak. Namun, jika anak tidak mampu menenangkan diri, mengamuk berlebihan, atau justru menjadikannya kebiasaan setiap ingin sesuatu, itu tentu sudah tidak wajar.

Bagaimana Jika Tantrum Anak Melewati Batas Wajar?

Jika ternyata kebiasaan tantrum anak sudah melewati batas wajar, apa yang harus dilakukan orangtua? Pertama, cobalah bicarakan pada anak ketika ia sedang tenang, bahwa kebiasaannya itu tidak baik. Teruslah ingatkan anak tentang hal itu, hingga ia paham, dan beri solusi terbaik. 

Baca juga: 4 Cara untuk Mencegah Anak Mengalami Tantrum

Misalnya, beritahu anak untuk tarik napas dalam-dalam saat mulai emosi, dan utarakan semua keinginannya pelan-pelan pada orangtua. Beritahu bahwa kamu sebagai orangtua akan selalu mendengarkan perkataannya, jika ia bicara baik-baik. Sebaliknya, jika ia malah marah dan mengamuk ketika ingin sesuatu, beritahu anak bahwa cara itu tidak akan berhasil. 

Jika tantrum pada anak tak kunjung hilang setelah melakukan berbagai upaya, dan kamu sebagai orangtua merasa sudah tidak lagi mampu menanganinya, mintalah bantuan ahli. Bicarakan pada psikolog anak, untuk meminta saran terbaik, sekaligus mencari tahu apa penyebab tantrum tak wajar yang dilakukan anak.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2020. 5 Tantrum Red Flags.
Kids Health. Diakses pada 2020. Temper Tantrums.
Dr. Greene. Diakses pada 2020. Temper Tantrums - When to Worry.