Inilah Faktor Risiko Kanker Kelenjar Air Liur

Ditinjau oleh  dr. Rizal Fadli   19 Agustus 2021
Inilah Faktor Risiko Kanker Kelenjar Air LiurInilah Faktor Risiko Kanker Kelenjar Air Liur

“Kanker kelenjar air liur menjadi salah satu jenis kanker langka yang dimulai di kelenjar ludah. Dengan langkah penanganan yang tepat seperti pembedahan, terapi radiasi, dan kemoterapi, kanker ini dapat diatasi dengan baik. Lantas, apa saja faktor risiko kanker yang perlu diwaspadai?” 


Halodoc, Jakarta - Air liur memiliki nama medis, yaitu saliva. Saliva adalah cairan yang diproduksi oleh kelenjar air liur yang berada di bagian bawah lidah dan di bawah rahang untuk membantu proses pencernaan. Kelenjar air liur memproduksi cairan tersebut sekitar 2 hingga 4 liter per hari. Fungsinya melumasi mulut agar tidak kering, membantu proses menelan, melindungi gigi dari bakteri, dan juga membantu mencerna makanan.

Mengingat fungsinya yang sangat penting, kesehatan kelenjar ini perlu dijaga dengan baik. Jika kelenjar tersebut mengalami gangguan, maka dapat membahayakan fungsi pentingnya. Salah satu penyakit yang berisiko menyerang kelenjar air liur adalah kanker. Berikut ini beberapa faktor risiko kanker kelenjar air liur yang perlu diwaspadai.

Baca juga: Benarkah Paparan Radiasi Bisa Memicu Kanker Kelenjar Air Liur?

Faktor Risiko Kanker Kelenjar Air Liur

Seperti pada penjelasan sebelumnya, salah satu gangguan yang dapat terjadi pada kelenjar air liur adalah kanker. Penyakit ini awalnya dapat terjadi dari kelenjar air liur di mulut, leher, atau tenggorokan. Bagian tersebut berfungsi untuk memproduksi air liur yang dapat membantu pencernaan, mencegah mulut kering, dan menjaga gigi tetap sehat.

Pada tubuh manusia, kelenjar air liur terdiri dari tiga pasang, yaitu bagian yang utama berada di belakang rahang, yaitu parotid, sublingual, dan submandibular. Beberapa kelenjar ludah yang kecil berada di bibir, di dalam pipi, dan di seluruh mulut, serta tenggorokan. 

Baca juga: Kenali Lebih Jauh Stadium Kanker Kelenjar Air Liur

Salah satu cara untuk menghindari kanker kelenjar air liur adalah dengan mengetahui faktor risiko yang dapat menyebabkannya. Berikut beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kanker kelenjar air liur:

1. Usia yang Lebih Tua

Salah satu faktor risiko dari kanker kelenjar air liur adalah usia yang lebih tua. Walaupun penyakit ini dapat terjadi pada semua usia, orang yang lebih tua memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalaminya. Dari 3 kasus, 2 di antaranya terjadi pada seseorang dengan usia 55 tahun ke atas.

2. Paparan Radiasi

Faktor risiko lainnya dari kanker kelenjar air liur adalah terpapar radiasi. Seseorang yang mendapatkan perawatan radiasi ke arah kepala dan leher untuk pengobatan dapat meningkatkan risiko mengalami penyakit tersebut. Selain itu, terpapar zat radioaktif juga dapat meningkatkan risiko mengalami kanker kelenjar air liur.

3. Keturunan

Faktor keturunan juga dapat menyebabkan seseorang mengalami kanker kelenjar air liur. Walau begitu, kasus ini terbilang jarang terjadi. Kebanyakan orang yang terserang gangguan ini tidak disebabkan oleh faktor keturunan.

4. Terpapar Zat Tertentu di Tempat Kerja

Seseorang dapat mengalami kanker kelenjar air liur jika bekerja setiap harinya dengan lingkungan terdiri dari logam tertentu yang menyebabkan debu dari nikel, mineral (debu silika), dan bekerja di pertambangan asbes, pipa ledeng, serta pabrik karet. 

Baca juga: Kenali Gejala Awal dari Kanker Kelenjar Air Liur

Gejala yang Perlu Diperhatikan

Di awal kemunculannya, kanker kelenjar air liur tidak menimbulkan gejala yang berarti. Gejala baru akan muncul seiring dengan meningkatnya intensitas penyakit. Gejalanya meliputi:

  • Pembengkakan pada kelenjar di daerah rahang, leher, atau mulut.
  • Pembengkakan pada pipi.
  • Mati rasa pada sebagian wajah.
  • Melemahnya otot pada satu sisi wajah.
  • Keluar cairan dari dalam telinga.
  • Gangguan menelan atau membuka mulut.
  • Nyeri di area sekitar kelenjar air liur.

Disarankan untuk segera memeriksakan diri di rumah sakit terdekat jika menemukan sejumlah faktor risiko yang diikuti dengan gejala. Pemeriksaan perlu dilakukan, meski pembengkakan kelenjar air liur tidak selalu pertanda kanker. Penyebab pasti perlu diketahui agar langkah penanganan dapat dengan tepat dilakukan.


Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Salivary gland tumors.
American Cancer Society. Diakses pada 2021. What Are the Risk Factors and Potential Causes for Salivary Gland Cancer?
Cancer Research UK. Diakses pada 2021. Risks and causes.



Mulai Rp25 Ribu! Bisa Konsultasi dengan Dokter seputar Kesehatan