• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Inilah Gejala Iskemia Berdasarkan Organ yang Terserang

Inilah Gejala Iskemia Berdasarkan Organ yang Terserang

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Inilah Gejala Iskemia Berdasarkan Organ yang Terserang

Halodoc, Jakarta – Iskemia bisa menyerang beberapa organ tubuh, mulai dari jantung, usus, otak, hingga tungkai. Beda organ yang diserang, maka akan berbeda pula gejala yang muncul. Sebelumnya perlu diketahui, iskemia adalah penyakit yang bisa terjadi karena kurangnya suplai darah ke jantung atau organ tubuh lain. Kondisi ini seringnya terjadi karena ada permasalahan pada pembuluh darah. 

Saat pasokan darah ke jaringan atau organ tubuh berkurang, risiko terjadinya gangguan akan menjadi lebih besar. Hal itu terjadi karena tanpa pasokan darah yang cukup, organ tubuh tidak akan mendapat cukup oksigen tidak bisa berfungsi dengan sempurna. Nah, kondisi inilah yang disebut dengan istilah iskemia. Gejala yang muncul akibat penyakit ini bisa berbeda-beda, tergantung pada organ yang diserang.

Baca juga: Kenali Iskemia, Penyebab Kematian Terbanyak di Dunia

Gejala Iskemia yang Perlu Diketahui 

Iskemia adalah kondisi yang tidak boleh dianggap sepele. Sebab, kurangnya pasokan darah dan oksigen pada organ tubuh bisa membahayakan dan meningkatkan risiko terjadinya penyakit, seperti serangan jantung dan stroke. Pada kebanyakan kasus, iskemia terjadi karena adanya penumpukan plak yang menghambat aliran darah (aterosklerosis). Plak tersebut sebagian besar mengandung lemak. 

Kondisi ini tidak boleh dibiarkan begitu saja. Sebab, semakin lama plak akan semakin menumpuk dan membuat arteri menjadi terhambat. Kalau sudah begitu, arteri bisa mengeras bahkan menyempit. Selain itu, iskemia juga bisa disebabkan oleh pecahan plak yang memicu pembekuan darah di area pembuluh darah yang lebih kecil. 

Kabar buruknya, plak tersebut bisa menghentikan aliran darah secara tiba-tiba dan berujung pada kondisi yang fatal. Maka dari itu, segera lakukan pemeriksaan ke rumah sakit jika mengalami gejala menyerupai penyakit iskemia. Semakin cepat ditangani, risiko komplikasi berbahaya dari penyakit ini bisa dihindari. Lantas, apa saja gejala iskemia? 

Baca juga: Alami Iskemia Waspada Serangan Jantung dan Stroke

Gejala iskemia bisa berbeda-beda antara satu orang dengan yang lainnya, tergantung pada organ yang diserang. Iskemia bisa muncul pada jantung, usus, otak, serta tungkai. Berikut perbedaan gejalanya: 

  • Iskemia Jantung 

Iskemia jantung menyerang pembuluh darah arteri pada organ ini. Gejala dari iskemia jantung adalah nyeri dada, nyeri leher dan bahu, detak jantung cepat, sesak napas, tubuh lemas, mual dan muntah, serta berkeringat. 

  • Iskemia Usus 

Selain jantung, iskemia juga bisa menyerang usus. Kondisi ini terjadi saat arteri pada usus tidak mendapat cukup pasokan oksigen. Jika itu yang terjadi, proses pencernaan akan terhambat. Iskemia pada usus bisa ditandai dengan perut kembung, muntah, konstipasi, serta nyeri pada perut. 

  • Iskemia Otak 

Otak juga bisa terserang iskemia, disebut dengan iskemia otak. Iskemia otak termasuk dalam jenis stroke. Kondisi ini ditandai dengan gejala lumpuh atau lemah pada setengah bagian badan, wajah tidak simetris, gangguan berbicara, masalah pada penglihatan, vertigo, hingga penurunan kesadaran. 

  • Iskemia Tungkai

Iskemia pada tungkai bisa ditandai dengan gejala nyeri pada tungkai, kaki menjadi dingin dan lemah, ujung jari kaki yang menghitam, serta luka yang tidak kunjung sembuh.  

Baca juga: Kenali Pengobatan Iskemia Berdasar Area Lokasinya

Masih penasaran tentang iskemia dan apa saja gejala yang bisa muncul? Tanya dokter di aplikasi Halodoc saja. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call atau Chat. Sampaikan masalah kesehatan yang dialami dan dapatkan rekomendasi pengobatan dari ahlinya. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store atau Google Play!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Everything You Should Know About Ischemic Stroke.
WebMD. Diakses pada 2020. What Is Ischemia?
Verywell. Diakses pada 2020. Brain Ischemia Types and Causes.