Inilah Gejala Ketika Terserang Lewy Body Dementia

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
inilah-gejala-ketika-terserang-lewy-body-dementia-halodoc

Halodoc, Jakarta – Kamu mungkin sudah sering mendengar penyakit bernama demensia. Penyakit yang sering menyerang orang-orang lansia tersebut menyebabkan penurunan fungsi otak, seperti berkurangnya daya ingat. Nah, dari beberapa jenis demensia yang ada, lewy body dementia adalah jenis demensia kedua paling umum setelah Alzheimer. Meskipun sama-sama menyebabkan penurunan fungsi otak, tetapi lewy body dementia memiliki ciri-ciri yang khas yang membedakannya dari jenis demensia lainnya. Yuk, kenali gejala lewy body dementia di sini.

Mengenal Lewy Body Dementia

Lewy body dementia adalah jenis demensia yang terjadi akibat adanya penggumpalan protein yang bernama Lewy body di sel saraf bagian otak yang mengatur cara berpikir, daya ingat, dan gerakan tubuh (motorik). Kondisi tersebut juga bisa ditemukan pada pengidap Alzheimer dan Parkinson.

Lewy body dementia menyebabkan kemampuan mental pengidapnya menurun drastis. Bahkan, pengidap terkadang bisa mengalami halusinasi visual dan tidak lagi bisa fokus. Gejala lainnya yang bisa dialami pengidap adalah gejala fisik yang mirip seperti penyakit Parkinson, yaitu otot kaku, gerak tubuh lambat dan tremor.

Baca juga: Ini Alasan Pengidap Demensia Bisa Kena Lewy Body Dementia

Gejala Lewy Body Dementia

Gejala yang bisa dialami oleh pengidap lewy body dementia, antara lain:

  • Halusinasi Visual 

Halusinasi mungkin adalah gejala pertama yang akan dialami pengidap dan bisa muncul lagi. Halusinasi ini bisa berupa melihat seseorang, hewan atau bentuk-bentuk tertentu yang sebenarnya tidak ada. Kadang-kadang pengidap juga bisa mengalami halusinasi suara, penciuman atau peraba.

  • Gangguan pada Pergerakan Tubuh

Gangguan gerakan ini mirip seperti yang terjadi pada pengidap Parkinson, yaitu gerakan tubuh melambat, otot kaku, tremor, atau cara berjalan yang diseret, sehingga pengidap bisa terjatuh.

  • Gangguan pada Sistem Saraf Otonom

Lewy body dementia juga bisa memengaruhi sistem saraf otonom yang berperan dalam mengatur tekanan darah, denyut nadi, produksi keringat, dan sistem pencernaan. Akibatnya, pengidap bisa mengalami pusing, terjatuh dan masalah pencernaan seperti sembelit.

  • Gangguan Kognitif

Pengidap Lewy body dementia mungkin bisa mengalami masalah kognitif yang sama dengan yang dialami pengidap Alzheimer, antara lain kebingungan, sulit fokus, masalah visual-spasial, dan hilang ingatan.

  • Gangguan Tidur

Gejala Lewy body dementia lainnya adalah gangguan tidur REM (rapid eye movement) yang bisa membuat pengidap berjalan dalam keadaan tidur atau sleepwalking.

  • Tidak Bisa Memusatkan Perhatian

Tiba-tiba mengantuk, menatap sesuatu dengan tatapan kosong (bengong) dalam waktu yang lama, tidur siang yang sangat lama, dan berbicara ngawur adalah tanda-tanda yang juga bisa ditunjukkan pengidap Lewy body dementia.

  • Depresi

Tidak sedikit pengidap Lewy body dementia yang juga mengalami depresi.

  • Tidak semangat

Pengidap juga bisa kehilangan motivasi untuk menjalani hidupnya.

Baca juga: Jenis-Jenis Terapi untuk Penanganan Lewy Body Dementia

Penyebab dan Faktor Risiko Lewy Body Dementia

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, penyebab lewy body dementia adalah penggumpalan protein (yang bernama lew body) di dalam sel otak yang mengontrol fungsi berpikir, persepsi visual, dan gerakan otot. Namun, belum diketahui bagaimana gumpalan protein ini bisa terbentuk dan merusak otak. Diduga gumpalan protein tersebut mengganggu sinyal yang dikirimkan ke otak.

Berikut ini beberapa hal yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami lewy body dementia:

  • Berusia lebih dari 60 tahun;

  • Berjenis kelamin laki-laki;

  • Memiliki anggota keluarga yang mengidap lewy body dementia, atau penyakit Parkinson; dan

  • Mengalami depresi.

Baca juga: Hal yang Bisa Dilakukan untuk Bantu Pengidap Lewy Body Dementia

Bila kamu atau ada anggota keluarga yang memiliki risiko lewy body dementia di atas dan mulai menunjukkan gejala penurunan fungsi otak, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Kamu juga bisa membicarakan gejala yang kamu curigai sebagai gejala lewy body dementia pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Melalui Video/Voice Call dan Chat, kamu bisa minta saran kesehatan kepada dokter kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:

Mayo Clinic (2019). Lewy body dementia
NHS (2019). Dementia with Lewy bodies