• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Inilah Gejala Sindrom APS yang Perlu Diwaspadai

Inilah Gejala Sindrom APS yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Baru-baru ini artis Jessica Iskandar dikabarkan mengidap Sindrom APS. Sindrom yang dikenal juga dengan sindrom antifosfolipid merupakan gangguan kekebalan tubuh. Kondisi ini mengakibatkan terjadinya pembekuan darah yang abnormal di pembuluh darah dan arteri. Kondisi ini biasanya memengaruhi kaki, tapi gumpalan darah juga dapat terbentuk di ginjal, paru-paru, dan organ lainnya. 

Sindrom APS dapat menyebabkan komplikasi pada kehamilan, seperti keguguran berulang dan kelahiran prematur. Antibodi abnormal menyerang lemak yang mengandung fosfor, yang juga dikenal sebagai fosfolipid. Kondisi ini menimbulkan sejumlah gejala. Misalnya pada kaki, APS dapat menyebabkan deep vein thrombosis. Jika gumpalan berkembang di otak, risiko stroke yang serius dapat terjadi. 

Baca juga: 3 Pertanyaan Umum Seputar Cuci Darah

Gejala yang Muncul pada Pengidap Sindrom APS

Tanda dan gejala sindrom APS tergantung pada tempat terjadinya pembekuan darah dan di mana mereka terbentuk. Bekuan darah atau embolus dapat menimbulkan gejala:

  • Deep Vein Thrombosis (DVT): Gumpalan ini terbentuk di salah satu vena besar, biasanya di lengan atau tungkai. Kondisi ini dapat menghalangi sirkulasi darah (sebagian atau seluruhnya). Jika gumpalan darah DVT bergerak ke paru-paru, maka dapat terjadi kondisi yang mengancam jiwa, yaitu pulmonary embolism (PE). 
  • Pulmonary Embolism (PE): Embolus atau gumpalan muncul di satu bagian tubuh, mereka bersirkulasi ke seluruh tubuh, kemudian memblokir darah yang mengalir melalui pembuluh di tubuh bagian lain. Pada PE, embolus akan menyumbat arteri.
  • Komplikasi Kehamilan: Dapat terjadi keguguran berulang, kelahiran prematur, dan preeklampsia atau tekanan darah tinggi selama kehamilan. 
  • Stroke Iskemik. Gumpalan darah akan mengganggu aliran darah area otak, memotong pasokan oksigen dan glukosa. Kematian sel otak dan kerusakan otak dapat terjadi. Sekitar 75 persen dari semua kasus stroke adalah iskemik. 

Beberapa gejala ini juga bisa terjadi meskipun jarang. Namun, gejala tersebut tetap perlu diwaspadai. Gejalanya termasuk:

  • Sakit kepala atau migrain.
  • Demensia dan kejang. Jika gumpalan menghalangi aliran darah ke bagian otak.
  • Livedo reticularis, ruam keunguan terjadi di lutut dan pergelangan tangan. 
  • Sekitar 30 persen orang dengan sindrom APS memiliki kelainan katup jantung. Dalam banyak kasus, katup mitral menebal, menyebabkan darah bocor kembali ke salah satu bilik jantung. Beberapa pengidap mungkin memiliki masalah dengan katup aorta. 
  • Kadar trombosit bisa turun. Trombosit adalah sel darah yang diperlukan untuk pembekuan normal pada darah. Hal ini dapat menyebabkan perdarahan, misalnya mimisan atau gusi berdarah. 
  • Chorea, menyentak tubuh dan anggota badan secara tidak sengaja.
  • Masalah memori
  • Masalah kesehatan mental, seperti depresi atau psikosis. 
  • Gangguan pendengaran.

Baca juga: 4 Penyebab dan Cara Mengobati Leukimia

Pencegahan Sindrom APS yang Dapat Diupayakan

Sindrom APS atau antifosfolipid terjadi ketika sistem kekebalan tubuh seseorang secara keliru menghasilkan antibodi yang membuat darah kamu dapat membeku. Antibodi biasanya melindungi tubuh dari gangguan virus dan bakteri. 

Sindrom APS dapat disebabkan oleh kondisi yang mendasarinya, seperti kelainan autoimun, infeksi, atau obat-obatan tertentu. Kamu juga dapat mengembangkan sindrom ini tanpa sebab apapun. 

Pengencer darah atau yang juga dikenal sebagai antikoagulan, merupakan salah satu pilihan untuk mencegah terjadinya gumpalan. Dokter akan mengobati gumpalan lain jika terjadi lagi. Beberapa orang perlu melakukan pencegahan dengan meminum obat pengencer darah oral untuk jangka waktu yang lama. 

Sementara itu, wanita hamil yang berisiko akan Sindrom APS perlu mendapatkan suntikan pengencer darah dan aspirin dosis rendah selama kehamilan hingga sebelum melahirkan. Kemudian perawatan tetap dilanjutkan begitu bayi lahir. 

Baca juga: Tubuh Mudah Lelah, Bisa Jadi Leukosit Rendah

Itulah perlunya merawat kondisi lain yang membuat kamu berisiko mengalami pembekuan darah, seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, obesitas, diabetes, dan gangguan autoimun lainnya. Kamu juga perlu selalu berdiskusi pada dokter melalui aplikasi Halodoc untuk dapat memantau dan menangani berbagai gangguan kesehatan. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang!

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2020. Antiphospholipid syndrome: What's to know.
WebMD. Diakses pada 2020. What Is Antiphospholipid Syndrome?