• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Inilah Gejala Umum yang Dialami Pengidap Chikungunya

Inilah Gejala Umum yang Dialami Pengidap Chikungunya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Menjaga lingkungan tetap bersih menjadi salah satu hal yang perlu dilakukan untuk terhindar dari berbagai penyakit yang disebabkan oleh nyamuk. Tidak hanya demam berdarah, nyamuk juga dapat meningkatkan penyebaran dan penularan penyakit chikungunya. Kondisi ini merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus yang umumnya akan ditandai dengan kondisi demam serta nyeri sendi. Tidak hanya itu, masih ada beberapa gejala lain yang akan dialami oleh pengidap chikungunya yang perlu kamu ketahui.

Baca juga: Yang Terjadi Jika Kena Gigitan Nyamuk Chikungunya

Kondisi gejala yang kamu alami sebaiknya jangan diabaikan. Segera lakukan pemeriksaan agar kamu mendapatkan penanganan yang tepat untuk mengatasi kondisi ini. Meskipun jarang terjadi, tetapi penyakit chikungunya dinilai berbahaya karena dapat meningkatkan risiko komplikasi, seperti peradangan pada bagian mata, peradangan hati, hingga gangguan pada selaput otak. Untuk itu, tidak ada salahnya ketahui berbagai pencegahan yang bisa dilakukan untuk menghindari penyakit chikungunya.

Kenali Gejala Umum dari Penyakit Chikungunya

Nyamuk menjadi salah satu hewan yang diketahui dapat menularkan penyakit, salah satunya adalah penyakit chikungunya. Penyakit yang dikenal juga dengan nama flu tulang merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi dan dibawa oleh nyamuk sebagai perantara. Jenis nyamuk yang dapat menularkan virus chikungunya adalah nyamuk Aedes aegypti dan juga Aedes albopictus

Ketika nyamuk mendapatkan virus chikungunya dari seseorang yang telah memiliki penyakit ini, kemudian penularan virus dapat terjadi ketika nyamuk kembali menggigit orang yang sehat. Hal yang perlu diketahui, virus chikungunya menjadi salah satu virus yang tidak dapat menular dari orang ke orang.

Lalu, apa saja gejala yang dialami oleh pengidap chikungunya? Melansir Centers for Disease Control and Prevention, biasanya pengidap chikungunya akan mengalami gejala setelah 3–7 hari setelah terpapar virus chikungunya. Umumnya, gejala utama yang akan dialami oleh pengidap chikungunya adalah demam dan nyeri sendi. Gejala ini akan disertai dengan gejala lain, seperti sakit kepala, pembengkakan pada sendi, muncul ruam pada tubuh, lemas, dan juga mual.

Meskipun chikungunya tidak dapat menyebabkan kematian, tetapi gejala yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan yang lebih buruk dan juga kondisi lumpuh sementara.

Baca juga: 3 Alasan Mengapa Chikungunya Berbahaya

Pengobatan Chikungunya

Virus chikungunya dapat terdeteksi dengan melakukan pemeriksaan darah pada rumah sakit terdekat. Pemeriksaan ini merupakan tes serologi yang digunakan untuk melakukan pengecekan terhadap keberadaan antibodi yang terkait dengan penyakit chikungunya. Jika terdeteksi adanya virus chikungunya dalam tubuh, biasanya kondisi ini akan pulih dalam waktu 10 hari. Namun, terkadang beberapa pengidap chikungunya dapat mengalami gejala selama beberapa bulan.

Hingga saat ini belum ada pengobatan khusus yang dapat dilakukan untuk mengatasi virus chikungunya. Penggunaan obat digunakan untuk mengurangi gejala, seperti demam maupun nyeri sendi. Selain itu, pengidap chikungunya juga akan disarankan untuk memperbanyak mengonsumsi cairan, memenuhi kebutuhan istirahat setiap harinya, dan mengonsumsi makanan sehat.

Pencegahan Chikungunya

Pencegahan penyakit chikungunya bisa dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan agar tidak menjadi lokasi berkembang biak bagi nyamuk perantara virus chikungunya dan penyakit lainnya. Tidak ada salahnya untuk menutup rapat penampungan air, menguras penampungan air secara berkala, dan mengubur barang-barang yang dapat menjadi genangan air.

Baca juga: Sama-Sama karena Nyamuk, Chikungunya Vs DBD Lebih Bahaya Mana?

Jangan lupa untuk selalu gunakan krim anti nyamuk saat akan beraktivitas di luar rumah supaya terhindar dari gigitan nyamuk. Meskipun belum ada vaksin yang dapat mencegah penyakit ini, tetapi pencegahan perlu dilakukan untuk menghindari komplikasi yang mungkin terjadi, seperti gangguan kesehatan pada mata, hati, ginjal, hingga pada saraf.

Referensi:
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2020. Chikungunya Virus.
Medical News Today. Diakses pada 2020. Chikungunya: What You Need to Know.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. What is Chikungunya Fever, and Should I Be Worried?