• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Inilah Gejala yang Umum Terjadi saat Terserang Tifus

Inilah Gejala yang Umum Terjadi saat Terserang Tifus

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Inilah Gejala yang Umum Terjadi saat Terserang Tifus

Halodoc, Jakarta - Penyakit tifus atau tipes boleh dibilang penyakit ‘sejuta umat’ yang bisa menghantui siapa saja. Di Indonesia, penyakit ini bisa menyerang lebih dari seratus ribu jiwa tiap tahunnya.

Untuk kasus global lebih mengkhawatirkan lagi, menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), diperkirakan 11-20 juta orang terserang tifus atau demam tifoid tiap tahunnya. Dari jumlah tersebut, 128.000 hingga 161.000 meninggal akibat tifus. Pertanyaannya, seperti apa gejala yang umumnya dialami pengidap tifus? Apa saja dampak atau komplikasi dari penyakit ini? 

Baca juga: 4 Kebiasaan Penyebab Tifoid Alias Tipes

Demam Tinggi hingga Kehilangan Nafsu Makan

Seseorang yang terserang tifus bisa mengalami beragam keluhan pada tubuhnya. Gejala tifus pada anak-anak dan orang dewasa umumnya tidak terlalu berbeda. Gejala tifus yang muncul ini bisa ringan maupun berat. Nah, gejala yang umumnya ini bergantung pada kesehatan, usia, dan riwayat vaksinasi pengidapnya. 

Masa inkubasi bakteri penyebab tifus (Salmonella typhi) berkisar 7-14 hari. Masa ini dihitung ketika bakteri masuk ke dalam tubuh hingga menimbulkan gejala. Lantas, seperti apa gejala umum yang terjadi saat seseorang terserang virus? 

Berikut ini gejala tifus menurut WHO dan National Institutes of Health - MedlinePlus:

  1. Gejala awal termasuk demam, perasaan tidak enak badan dan sakit perut. Demam tinggi (39.5 derajat Celcius) atau diare yang parah terjadi karena penyakit semakin memburuk.
  2. Beberapa orang mengembangkan ruam yang disebut "bintik-bintik mawar," yaitu bintik-bintik merah kecil di perut dan dada.
  3. Mimisan.
  4. Feses berdarah.
  5. Kesulitan memperhatikan (attention deficit).
  6. Perasaan lambat, lamban, lemah.
  7. Sembelit atau kadang-kadang diare.
  8. Kelelahan yang parah.
  9. Kebingungan, delirium, melihat atau mendengar hal-hal yang tidak ada (halusinasi)
  10. Penyakit akut ditandai oleh demam berkepanjangan, sakit kepala, mual, kehilangan nafsu makan.

Baca juga: Kena Tifus, Bolehkah Tetap Beraktivitas Berat?

Hal yang perlu ditegaskan, sering kali gejala tifus tidak spesifik. Bahkan, secara klinis tidak dapat dibedakan dari penyakit demam lainnya. Oleh karena itu, segera temui dokter apabila ibu, Si Kecil, atau anggota keluarga lainnya mengalami gejala-gejala di atas.

Apalagi bila demak tidak hilang pada hari ketiga hingga kelima. Nantinya, dokter akan melakukan pemeriksaan, mungkin saja tes darah untuk membantu menegakkan diagnosisnya. 

Komplikasi dan Pentingnya Vaksin Tifus

Tifus bukan penyakit yang bisa dipandang dengan sebelah mata. Pasalnya, tifus yang dibiarkan tanpa penanganan bisa menimbulkan komplikasi serius, seperti robeknya saluran pencernaan. Selain itu, bakteri penyebab tifus juga bisa menyebar hingga rongga perut (peritoneum) atau kondisi yang disebut peritonitis. 

Hati-hati, bila infeksinya menyebar dengan cepat melalui darah ke berbagai organ lainnya, maka dampaknya bisa fatal. Kondisi ini bisa menyebabkan berbagai organ tubuh berhenti berfungsi, bahkan menyebabkan kematian bila tak segera ditangani. Tuh, tidak main-main bukan dampaknya?

Nah, mengingat seriusnya dampak tifus, makanya para dokter menganjurkan agar anak-anak dibekali dengan vaksinasi. Vaksin tifus di negara kita sudah masuk masuk dalam jadwal imunisasi anak. Vaksin tifus dianjurkan bagi anak yang berusia dua tahun, kemudian diberikan kembali tiap tiga tahun sekali. 

Baca juga: Ini Alasan Jika Terkena Tifus Harus Bed Rest

Vaksin tifus bukan untuk anak-anak saja, lho. Pemberian vaksin ini perlu dilakukan seseorang (anak-anak sampai lansia) sebelum berkunjung ke daerah yang menjadi endemik penyakit tifus. Bahkan, mereka yang bekerja di bidang kuliner seperti koki, juga dianjurkan untuk memperoleh vaksin tifus. 

Menurut WHO, vaksin tifus sudah digunakan selama bertahun-tahun lamanya untuk mencegah penyakit ini. Dengan kata lain, menurut WHO vaksin tifoid adalah strategi yang efektif untuk pencegahan dan pengendalian tifus.

Mau tahu lebih jauh penyakit tifus dan cara mencegahnya? Kamu bisa bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Tidak perlu keluar rumah, kamu bisa menghubungi dokter ahli kapan saja dan di mana saja. Praktis, kan? 



Referensi:
National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada Januari 2020. Typhoid Fever
WHO. Diakses pada Januari 2020. Typhoid Fever
Mayo Clinic. Diakses pada Januari 2020. Diseases & Condition. Typhoid Fever.