Inilah Kelainan Darah Terkait Sel Darah Putih

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Inilah Kelainan Darah Terkait Sel Darah Putih

Halodoc, Jakarta – Sel darah putih diproduksi di sumsum tulang dan berfungsi untuk memerangi infeksi dan respons peradangan. Gangguan sel darah putih dapat menyebabkan leukositosis, neutropenia autoimun, dan neutropenia siklik. Kebanyakan gangguan sel darah putih bersifat jinak, tetapi beberapa, seperti leukemia, bisa ganas.

Gejala gangguan sel darah putih bervariasi berdasarkan jenis penyakit, meskipun beberapa orang tidak memiliki gejala apa pun. Ingin tahu lebih detail mengenai kelainan darah terkait sel darah putih, baca lanjutannya di sini.

Infeksi yang Disebabkan Kelainan Sel Darah Putih

Tadi sudah dijelaskan sebelumnya bagaimana gangguan sel darah putih dapat menyebabkan kelainan. Pun, beberapa gejala dan tandanya adalah:

  1. Infeksi yang sering atau berulang.

  2. Infeksi dengan bakteri, virus, atau jamur yang tidak biasa.

  3. Demam.

  4. Sariawan.

  5. Abses kulit (biasa disebut bisul).

  6. Pneumonia.

Gangguan sel darah putih dapat disebabkan oleh kelebihan (-filia) atau kekurangan (-penia) sel, masalah dengan fungsi sel, atau kesulitan dengan jenis sel darah putih tertentu. Ini termasuk:

  1. Neutrofil, yang berfungsi melawan infeksi bakteri.

  2. Limfosit, yang dominan melawan infeksi virus.

  3. Monosit, yang sebagian besar memerangi infeksi jamur.

  4. Eosinofil, yang dominan melawan infeksi parasit dan terlibat dalam reaksi alergi.

  5. Basofil, yang terlibat dalam reaksi inflamasi.

Gangguan sel darah putih dapat disebabkan oleh infeksi virus, gangguan autoimun, kanker, obat-obatan tertentu, atau infeksi berat, meskipun beberapa orang dapat dilahirkan dengan kelainan sel darah putih bawaan.

Baca juga: Tubuh Mudah Lelah, Bisa Jadi Leukosit Rendah

Gangguan sel darah putih yang umum termasuk:

  1. Leukositosis adalah peningkatan jumlah sel darah putih, penyebab paling umum adalah infeksi, obat-obatan seperti prednison, atau leukemia.

  2. Neutropenia autoimun terjadi ketika tubuh memproduksi antibodi yang menyerang dan menghancurkan neutrofil.

  3. Neutropenia kongenital berat adalah sekunder akibat mutasi genetik. Orang dengan neutropenia kongenital berat mengalami infeksi bakteri berulang.

  4. Neutropenia siklik juga disebabkan oleh mutasi genetik, mirip dengan neutropenia kongenital berat. Namun, neutropenia tidak terjadi setiap hari tetapi dalam siklus sekitar 21 hari.

  5. Leukemia adalah kanker sel yang menghasilkan sel darah putih di sumsum tulang.

  6. Penyakit granulomatosa kronis adalah kelainan di mana beberapa tipe sel darah putih (neutrofil, monosit, makrofag) tidak dapat berfungsi dengan baik. Ini adalah kondisi yang diturunkan dan mengakibatkan beberapa infeksi, terutama pneumonia dan abses.

  7. Defisiensi adhesi leukosit adalah kelainan di mana sel darah putih tidak dapat bergerak ke area infeksi.

Mirip dengan kelainan darah lainnya, tes pertama yang biasa dilakukan adalah hitung darah lengkap. Kadang-kadang tes ini dilakukan ketika seseorang mengalami infeksi berulang atau tidak biasa.

Baca juga: 6 Gejala Si Kecil Alami Leukositosis 

Penyedia layanan kesehatan akan mencari perubahan dalam jumlah total sel darah putih atau dalam jumlah jenis sel darah putih tertentu. Setelah diagnosis awal, dokter akan mencari penyebabnya. Kadang penyebabnya bersifat sementara, seperti peningkatan jumlah sel darah putih selama terjadi infeksi aktif. Dalam keadaan ini, akan dilakukan pemeriksaan ulang untuk memastikan semuanya kembali normal.

Dokter juga dapat meminta pemeriksaan darah, di mana sejumlah kecil darah ditempatkan pada kaca slide, sehingga dokter dapat meninjau sel-sel darah di bawah mikroskop untuk mencari kelainan yang mungkin mengarah pada penyebab gangguan tersebut.

Kalau kamu memiliki keluhan tertentu bisa tanyakan langsung ke HalodocDokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu kapan dan di mana saja. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Referensi:
Very Well Health. Diakses pada 2019. An Overview of White Blood Cell Disorders.
Healthline. Diakses pada 2019. Blood Disease.