• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Inilah Kelompok yang Berisiko Mengalami Myasthenia Gravis

Inilah Kelompok yang Berisiko Mengalami Myasthenia Gravis

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Inilah Kelompok yang Berisiko Mengalami Myasthenia Gravis

Halodoc, Jakarta - Terdapat beragam penyakit yang bisa menghantui saraf dan otot, salah satunya myasthenia gravis. Masih asing dengan penyakit ini? Myasthenia gravis merupakan gangguan neuromuskular yang melibatkan otot dan saraf yang mengendalikannya.  

Pada kebanyakan kasus, masalah kesehatan kronis ini ditandai dengan melemahnya beberapa otot. Otot yang melemah ini terutama otot di sekitar wajah yang mengontrol pergerakan bola mata, ekspresi wajah, proses mengunyah, berbicara, hingga menelan. 

Pertanyaannya, apa penyebab myasthenia gravis? Lalu, siapa saja kelompok orang yang rentan terserang myasthenia gravis?

Baca juga: Mengenal Miastenia Gravis yang Menyerang Otot Tubuh

Gegara Autoimun dan Dipicu Kondisi Lainnya

Sebenarnya, penyebab myasthenia gravis belum diketahui secara sampai kini. Namun, penyakit ini diduga berkaitan dengan gangguan autoimun dan kelenjar thymus. Gangguan yang terjadi pada sinyal saraf menuju otot ini, diduga disebabkan oleh suatu kondisi autoimun. 

Nah, autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh mengalami kelainan. Sistem imun pengidapnya akan menyerang jaringan dan saraf yang sehat pada tubuh. 

Pada kasus myasthenia gravis, sistem imun menyerang jaringan yang menghubungkan sel saraf dan otot. Antibodi memblokir atau menghancurkan sel-sel reseptor otot, dan menghasilkan lebih sedikit serat otot yang tersedia. Akibatnya, otot tidak dapat berkontraksi dengan baik, melemah, dan mudah merasa lelah. 

Selain autoimun, ada faktor yang memicu myasthenia gravis, antara lain:  

  • Neonatal myasthenia, memengaruhi bayi baru lahir jika mereka memperoleh antibodi dari ibu yang mengidap penyakit ini.
  • Terserang infeksi virus, beberapa virus diyakini memicu myasthenia gravis. 
  • Meski bisa menyerang orang dari segala usia. Myasthenia gravis paling sering terjadi pada wanita muda (20-30 tahun) dan pria yang lebih tua (50 tahun ke atas).
  • Memiliki kelainan pada kelenjar thymus (penghasil antibodi) , seperti kelenjar thymus yang tidak mengecil seperti pada normalnya orang dewasa. Kondisi ini bisa disebabkan oleh tumor, sekitar 1 dari 10 pengidapnya memiliki tumor jinak di kelenjar timus.

Baca juga: 4 Penyakit Autoimun yang Langka dan Berbahaya

Beragam Gejala Myasthenia Gravis

Pengidap myasthenia gravis umumnya akan mengalami kelemahan pada otot-otot tubuhnya. Seiring waktu, otot yang sering digunakan akan semakin melemah. Otot-otot ini akan membaik setelah diistirahatkan. Namun, penyakit ini semakin menjadi-jadi dan mencapai puncaknya pada beberapa tahun setelah gejala awal muncul. 

Biasanya otot mata, otot wajah, dan otot yang mengendalikan proses menelan, adalah otot-otot yang paling sering diserang penyakit ini. Di samping itu, ada pula gejala myasthenia gravis lainnya yang bisa dialami pengidapnya, yaitu: 

  • Terbatasnya ekspresi wajah, contohnya sulit tersenyum. 
  • Kesulitan menelan dan mengunyah, kondisi ini bisa menyebabkan pengidapnya mudah tersedak. 
  • Salah satu atau kedua kelopak mata pengidapnya akan turun dan susah di buka. 
  • Penglihatan menjadi kabur atau ganda.
  • Berubahnya kualitas suara, seperti menjadi pelan dan sengau. 
  • Melemahnya otot tangan, kaki, dan leher. Gejala ini memicu gangguan mobilitas, seperti pincang atau kesulitan mengangkat barang. 
  • Kesulitan bernapas, terutama saat beraktivitas atau berbaring. 

Baca juga: Sulit Mengunyah? Bisa Jadi Gejala dari Myasthenia Gravis

Hal yang perlu ditegaskan, tiap pengidap myasthenia gravis bisa mengalami gejala-gejala yang berbeda. Bila tak diobati gejalanya, maka dapat berkembang secara perlahan dan cenderung memberikan dalam beberapa tahun. 

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Tidak perlu keluar rumah, kamu bisa menghubungi dokter ahli kapan saja dan di mana saja. Praktis, kan? 



Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Diseases and Conditions. Myasthenia Gravis. 
Johns Hopkins University. Diakses pada 2020. Johns Hopkins Medicine. Myasthenia Gravis.
National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada 2020. Myasthenia gravis
Medical News Today. Diakses pada 2020. What's to know about myasthenia gravis?