• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Inilah Komplikasi yang Disebabkan Floppy Eyelid Syndrome
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Inilah Komplikasi yang Disebabkan Floppy Eyelid Syndrome

Inilah Komplikasi yang Disebabkan Floppy Eyelid Syndrome

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani : 19 Agustus 2020
Inilah Komplikasi yang Disebabkan Floppy Eyelid Syndrome

Halodoc, Jakarta – Floppy eyelid syndrome (FES) adalah kondisi ketika kelopak mata atas kehilangan elastisitasnya. Floppy eyelid syndrome sering kali disebabkan oleh penurunan jumlah elastin, kontak intens antara kelopak mata dan bola mata, serta Obstructive Sleep Apnea (OSA).

Floppy eyelid syndrome yang tidak diobati dapat memicu komplikasi iritasi mata, mulai dari munculnya kotoran dari mata, peradangan kronis, fungsi kelopak mata memburuk, dan sindrom mata kering. Informasi selengkapnya mengenai komplikasi yang disebabkan Floppy Eyelid Syndrome bisa dibaca di sini!

Apa yang Menyebabkan Terjadinya Floppy Eyelid Syndrome?

Sudah dibahas sebelumnya floppy eyelid syndrome dapat menyebabkan komplikasi pada kesehatan mata. Kelopak mata sejatinya berfungsi melindungi mata, termasuk menjauhkan benda asing seperti debu dan pasir masuk ke dalam mata. 

Aktivitas berkedip dapat membuat mata tetap lembap. Kelopak mata berkedip sesekali adalah normal. Kelainan kelopak mata bisa menyebabkan kelopak mata terkulai, berkedut, peradangan, sampai kelumpuhan. 

Baca juga: Kebiasaan Sering Mengucek Mata Picu Floppy Eyelid Syndrome

Terkhusus untuk floppy eyelid syndrome berbagai penyebab bisa menjadi pemicu gangguan kesehatan pada kelopak mata. Di antaranya:

1. Penurunan Jumlah Elastin

Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh American International Medical University, penurunan yang signifikan dalam jumlah elastin di dalam lempeng tarsal dan kulit kelopak mata dapat memicu floppy eyelid syndrome

Ini mungkin disebabkan oleh stres mekanis yang berulang, terkait dengan menggosok mata atau kebiasaan tidur. Pengidap sindrom ini secara konsisten tidur telungkup dengan mata menempel di bantal sehingga memicu terjadinya gangguan kelopak mata. 

2. Kontak Kelopak Mata yang Lemah dengan Bola Mata

Kontak yang buruk antara kelopak mata yang kendur dengan bola mata sehubungan dengan kelainan kelenjar meibom dan lapisan air mata, dapat berkontribusi pada sindrom ini. Abnormalitas lapisan air mata ditunjukkan oleh defisiensi lipid yang mengakibatkan laju penguapan air mata yang cepat.

3. Obstructive Sleep Apnea (OSA)

Obstructive sleep apnea dapat berkontribusi pada iskemia kelopak mata yang memicu perkembangan floppy eyelid syndrome. Iskemia ini dapat diperburuk oleh hipoventilasi OSA. Pengidap OSA biasanya menunjukkan kolapsnya sebagian atau seluruhnya jalan napas selama menarik napas.

Bagaimana Cara Menangani Floppy Eyelid Syndrome?

Penanganan gejala floppy eyelid syndrome dapat dilakukan dengan cara menggunakan pelindung mekanis kelopak mata, masker tidur, pelumasan topikal yang dapat membantu mengurangi iritasi mata, serta menghindari perilaku menggosok mata. 

Baca juga: Benarkah Hipertensi Bisa Picu Floppy Eyelid Syndrome?

Untuk penanganan medis perawatan yang dapat dilakukan adalah dengan cara:

1. Terapi bedah. Prosedur bedah dilakukan untuk mengencangkan kelopak mata.

2. Pemendekan horizontal kelopak mata. Pemendekan kelopak mata horizontal dapat dicoba. Namun, ada kecenderungan ketika ini dilakukan gejala dapat kembali.

Baca juga: 5 Cara Menjaga Kesehatan Mata Anak

3. Canthopexy lateral. Sejauh ini canthopexy lateral dinilai lebih efektif dalam pemendekan kelopak mata. Canthopexy lateral adalah tindakan medis yang dilakukan untuk perawatan orang dengan kelemahan kelopak mata bawah dan anatomi vektor negatif.

4. Tarsorrhaphy. Pengidap floppy eyelid syndrome yang gagal merespons pengetatan horizontal mungkin memerlukan tarsorrhaphy untuk mencegah eversi kelopak mata.

Selama pengencangan horizontal, perbaikan ptosis, reposisi bulu mata, dan blepharoplasty juga dapat dilakukan. Jika butuh informasi lebih lanjut mengenai kondisi floppy eyelid syndrome bisa ditanyakan langsung di Halodoc.  

Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Referensi:
Journal of the American Society of Plastic Surgeon. Diakses pada 2020. A Simplified Lateral Canthopexy Technique
American International Medical University. Diakses pada 2020. Floppy Eyelid Syndrome : Causes, Diagnosis and Management.
Healthline. Diakses pada 2020. Eyelid Disorders.