• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Inilah Langkah-Langkah untuk Mendiagnosis Sepsis
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Inilah Langkah-Langkah untuk Mendiagnosis Sepsis

Inilah Langkah-Langkah untuk Mendiagnosis Sepsis

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 27 Mei 2021
Inilah Langkah-Langkah untuk Mendiagnosis Sepsis

Halodoc, Jakarta - Apakah kamu pernah mendengar keadaan yang disebut sepsis? Sepsis adalah komplikasi berbahaya akibat infeksi (bisa bakteri, virus, jamur, dll). Komplikasi infeksi ini bisa membuat tekanan darah turun secara drastis, dan menyebabkan kerusakan pada banyak organ. Mau tahu dampaknya? Kondisi ini bisa menimbulkan kematian pada pengidapnya.

Meski terbilang mematikan, sepsis sebenarnya masih dapat ditangani bila terdeteksi dan diatasi lebih dini. Oleh sebab itu, segera temui dokter bila mengalami penyakit infeksi, atau mengalami gejala-gejala yang mengarah pada sepsis. Nantinya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan penunjang untuk mendiagnosis penyakit ini.

Mau tahu bagaimana langkah-langkah untuk mendiagnosis sepsis? Berikut ulasan selengkapnya. 

Baca juga: Ini Alasan Agranulositosis Akibatkan Sepsis

Langkah Mendiagnosis Sepsis

Sebelum melakukan diagnosis dokter akan memeriksa gejala-gejala sepsis pada pengidapnya. Menurut National Institutes of Health - National Institute of General Medical Sciences, dokter mungkin juga menguji darah pasien untuk mengetahui jumlah abnormal sel darah putih, keberadaan bakteri, atau agen infeksi lainnya. Dokter juga dapat menggunakan rontgen dada atau CT scan untuk menemukan infeksi. 

Dokter juga akan mengevaluasi fungsi hati dan ginjal, mengukur kadar elektrolit, kadar oksigen, hingga melihat waktu pembekuan darah. Nah, untuk mencari penyebab sepsis pada pasien, dokter dapat melakukan pemeriksaan penunjang berupa:

  • Pemeriksaan dahak.
  • Pemeriksaan urine dan tinja.
  • Biopsi, pengambilan sampel jaringan untuk diperiksa di bawah mikroskop.
  • Foto Rontgen, USG, CT scan, atau MRI.

Bagi kamu yang mau tahu lebih jauh mengenai penyakit sepsis, atau memiliki keluhan kesehatan lainnya, kamu bisa bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Tidak perlu keluar rumah, kamu bisa menghubungi dokter ahli kapan saja dan di mana saja. Praktis, kan? 

Baca juga: Bayi Alami Sepsis, Ini Tindakan yang Harus Dilakukan

Kenali Gejala Sepsis

Menurut National Institutes of Health (NIH), pengidap sepsis bisa beragam gejala, salah satunya menurunkan tekanan darah sehingga mengakibatkan syok. Organ dan sistem tubuh utama, termasuk ginjal, hati, paru-paru, dan sistem saraf pusat mungkin berhenti bekerja dengan baik karena aliran darah yang buruk.

Tak cuma itu saja, terjadinya perubahan status mental dan pernapasan yang sangat cepat mungkin merupakan tanda awal sepsis. Menurut NIH, secara umum gejala sepsis dapat meliputi:

  • Panas dingin.
  • Kebingungan atau delirium.
  • Demam atau suhu tubuh rendah (hipotermia).
  • Sakit kepala ringan karena tekanan darah rendah.
  • Detak jantung cepat.
  • Ruam kulit atau kulit berbintik-bintik.
  • Kulit hangat.

Bagi kamu yang mengalami gejala-gejala di atas dan tak kunjung membaik, segeralah periksakan diri ke rumah sakit pilihan. Sebelumnya, buat janji dengan dokter di aplikasi Halodoc sehingga tidak perlu mengantre sesampainya di rumah sakit.

Respons Imun yang Tak Terkendali

Sepsis disebabkan akibat respons sistem imun yang tidak terkendali ketika menghadapi infeksi. Saat terjadi infeksi, sistem imun akan melepaskan zat kimia ke aliran darah untuk melawan penyebab infeksi.

Nah, reaksi ini menimbulkan peradangan di tempat yang mengalami infeksi. Pada kasus sepsis, zat kimia yang dilepaskan tidak terkendali, sehingga memicu peradangan di seluruh tubuh. 

Baca juga: Makanan yang Harus Dikonsumsi saat Alami Penyakit Sepsis

Dengan kata lain, gejala sepsis tidak disebabkan oleh kuman itu sendiri. Sebaliknya, bahan kimia yang dilepaskan tubuh yang menyebabkan respons tersebut.

Nah, sepsis ini bisa timbul akibat infeksi bakteri, virus, atau jamur di bagian tubuh, seperti: 

  • Aliran darah.
  • Tulang (umum pada anak-anak).
  • Usus (biasanya terlihat dengan peritonitis).
  • Ginjal (infeksi saluran kemih bagian atas, pielonefritis, atau urosepsis).
  • Lapisan otak (meningitis).
  • Hati atau kantong empedu.
  • Paru-paru (pneumonia bakteri).
  • Kulit (selulitis).

Bagi orang-orang di rumah sakit, tempat infeksi yang umum contohnya jalur intravena, luka bedah, saluran pembuangan operasi, dan tempat kerusakan kulit, yang dikenal sebagai luka baring (bedsores) atau ulkus tekanan (pressure ulcers).

Itulah beberapa hal yang perlu diketahui tentang sepsis. Jika ada pertanyaan lebih lanjut, kamu bisa menghubungi dokter melalui aplikasi Halodoc, kapan saja dan di mana saja. 



Referensi:
National Institutes of Health - National Institute of General Medical Sciences. Diakses pada 2021. Sepsis.
National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada 2021. Sepsis
National Health Service - UK. Diakses pada 2021. Sepsis.