Inilah Pemeriksaan untuk Diagnosis Sindrom Asperger

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Inilah Pemeriksaan untuk Diagnosis Sindrom Asperger

Halodoc, Jakarta – Kondisi kesehatan pada ibu hamil memengaruhi perkembangan dan pertumbuhan janin dalam kandungan. Ibu hamil yang mengalami infeksi saat masa kehamilan berisiko pada kesehatan bayi ketika dilahirkan. Salah satu gangguan kesehatan yang dialami anak adalah sindrom Asperger.

Baca juga: Sindrom Asperger Beda dengan Autisme, Ini Penjelasannya

Sindrom Asperger adalah kondisi gangguan neurologis atau gangguan saraf yang masuk dalam kategori spektrum autisme. Gangguan spektrum autisme adalah gangguan pada saraf yang memengaruhi kemampuan seseorang untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain.

Ketahui Gejala Sindrom Asperger

Ada beberapa perbedaan pada sindrom Asperger dan gangguan spektrum autisme. Pada pengidap gangguan spektrum autisme biasanya mengalami kemunduran kecerdasan dan kurang menguasai bahasa. Pada pengidap sindrom Asperger, anak akan mahir dan lancar dalam berbahasa atau berkomunikasi, namun mereka sulit atau merasa canggung ketika berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang di sekitarnya.

Adapun gejala lain yang menjadi tanda dari sindrom Asperger pada anak. Tidak ada salahnya untuk mengetahui gejala yang dialami anak dengan sindrom Asperger agar ibu dapat melakukan penanganan dengan baik.

1. Sulit Berinteraksi

Anak dengan kondisi sindrom Asperger mengalami kesulitan ketika akan berinteraksi. Mereka merasa canggung ketika berinteraksi dengan orang di lingkungan mereka. Tidak hanya orang di sekitar lingkungan, bahkan mereka mengalami kesulitan berinteraksi dengan keluarga. Anak dengan sindrom Asperger biasanya juga menghindari kontak mata.

2. Tidak Ekspresif

Anak dengan sindrom Asperger sulit menunjukan ekspresi mereka. Ekspresi wajah maupun ekspresi tubuh jarang diperlihatkan oleh anak dengan sindrom Asperger. Selain itu, nada suara ketika berbicara pun terasa datar.

3. Kurang Peka

Kesulitan berinteraksi menyebabkan anak dengan sindrom Asperger hanya fokus pada dirinya sendiri. Kondisi ini menyebabkan anak bertumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang kurang peka terhadap lingkungan sekitar. Anak dengan sindrom Asperger tidak merasa bosan melakukan kegiatan yang mereka suka selama berjam-jam.

4. Gangguan Motorik

Umumnya anak dengan sindrom Asperger mengalami gangguan motorik. Kondisi ini menyebabkan anak terlambat dalam perkembangan motoriknya. Gejala lain dapat saja dialami oleh pengidap sindrom asperger, sebaiknya segera kunjungi rumah sakit terdekat untuk memastikan penyebab gejala yang kamu alami.

Baca juga: Ketahui Penyebab Terjadinya Sindrom Asperger

Ketahui Pemeriksaan untuk Anak dengan Sindrom Asperger

Umumnya, anak-anak yang mengalami sindrom Asperger mengalami kondisi ini hingga ia tumbuh dewasa. Selain melihat gejala, ada beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan anak.

Biasanya, anak dengan kondisi sindrom Asperger terlihat ketika anak berkomunikasi dan berinteraksi dengan lingkungan. Keluarga maupun pihak sekolah dapat melihat adanya perbedaan tersebut. Tidak ada salahnya untuk melihat perkembangan anak dari waktu ke waktu.

Dokter akan melakukan pemeriksaan lainnya untuk membantu mendiagnosis kondisi kesehatan anak dengan melakukan pemeriksaan kemampuan interaksi sosial anak, perhatian anak ketika berkomunikasi, penggunaan bahasa, ekspresi wajah ketika berbicara, dan koordinasi otot serta perilaku.

Tidak ada salahnya untuk hindari penyebab sindrom Asperger pada anak seperti kondisi infeksi pada kehamilan ibu serta adanya paparan faktor yang dapat memicu perubahan janin. Sebaiknya ibu hamil perhatikan kesehatan kehamilan dan perbanyak konsumsi makanan bernutrisi agar kebutuhan gizi janin tercukupi. Gizi yang tercukupi membantu perkembangan dan pertumbuhan janin dalam kandungan menjadi optimal.

Baca juga: Adakah Tindakan Efektif untuk Cegah Sindrom Asperger?

Referensi:
Web MD (Diakses pada 2019). Asperger Syndrome
Healthline (Diakses pada 2019). Asperger Syndrome
Autism (Diakses pada 2019). Asperger Syndrome