• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Inilah Pemeriksaan untuk Mendeteksi Munculnya Listeriosis

Inilah Pemeriksaan untuk Mendeteksi Munculnya Listeriosis

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Mengonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan yang segar memang memberikan banyak nutrisi bagi tubuh. Namun, bagi orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti wanita hamil, bayi, dan orangtua, dianjurkan untuk berhati-hati terhadap jenis makanan tersebut.

Buah dan sayuran segar dapat terkontaminasi oleh bakteri Listeria monocytogenes yang dapat menyebabkan listeriosis. Bila kamu mengalami diare dan muntah sehabis mengonsumsi buah dan sayuran segar, segera periksakan diri ke dokter. Ada sejumlah pemeriksaan yang digunakan dokter untuk mendeteksi listeriosis lebih lanjut.


Waspada Makanan Penyebab Listeriosis

Listeriosis adalah foodborne disease, yang artinya penyakit ini ditularkan melalui makanan. Bakteri penyebab listeriosis dapat ditemukan di tanah, air dan kotoran hewan. Kamu bisa terinfeksi bakteri tersebut bila mengonsumsi makanan berikut:

  • Sayur dan buah-buahan yang telah tercemar oleh tanah atau kotoran yang mengandung bakteri listeria. Termasuk salad siap saji, seperti selada kol dan tauge.
  • Daging yang terkontaminasi bakteri.
  • Susu yang tidak dipasteurisasi atau makanan yang dibuat dengan menggunakan susu yang tidak dipasteurisasi (keju lunak, susu, dan es krim).
  • Makanan olahan tertentu, seperti hot dog, dan daging deli yang telah terkontaminasi setelah diproses.

Bayi di dalam kandungan juga dapat tertular listeriosis dari ibunya.

Baca juga: Faktor yang Meningkatkan Risiko Terjadinya Listeriosis


Kenali Gejala dari Listeriosis

Gejala listeriosis dapat muncul beberapa hari setelah kamu mengonsumsi makanan yang terkontaminasi, tapi dibutuhkan waktu yang lama, sekitar 30 hari atau lebih sebelum gejala infeksi pertama dimulai.

Berikut gejala yang bisa kamu alami bila terinfeksi listeria:

  • Demam;
  • Panas dingin;
  • Nyeri otot;
  • Mual;
  • Diare.

Bila infeksi listeria menyebar ke sistem saraf, gejala yang dapat terjadi, antara lain:

  • Sakit kepala;
  • Leher kaku;
  • Kebingungan;
  • Kehilangan keseimbangan;
  • Kejang.

Bila infeksi terjadi selama kehamilan, listeriosis mungkin hanya menimbulkan gejala ringan pada ibu hamil. Meski begitu, listeriosis dapat menyebabkan dampak berbahaya bagi bayi, yaitu bayi dapat meninggal dalam kandungan atau mengalami infeksi yang mengancam jiwa dalam beberapa hari setelah dilahirkan.

Karena itu, berikut gejala listeriosis yang perlu ibu waspadai:

  • Kurang nafsu makan;
  • Mudah marah;
  • Demam;
  • Muntah;
  • Sulit bernapas.

Jadi, bila kamu mengalami gejala-gejala listeriosis seperti di atas setelah mengonsumsi makanan yang berpotensi terkontaminasi, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pengobatan.

Baca juga: Ini Pilihan Pengobatan untuk Mengatasi Listeriosis


Pemeriksaan untuk Mendeteksi Listeriosis

Listeriosis kadang-kadang dapat salah didiagnosis, karena banyak gejalanya yang mirip dengan kondisi kesehatan lainnya. Oleh karena itu, selain dengan menanyakan gejala yang kamu alami, dokter juga membutuhkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis.

Tes darah merupakan cara efektif untuk menentukan apakah kamu terkena listeriosis atau tidak. Pada beberapa kasus, sampel urine atau cairan tulang belakang juga perlu diambil untuk diuji.

Cara untuk membantu diagnosis, dokter mungkin bertanya apakah akhir-akhir ini kamu mengonsumsi makanan berikut:

  • Keju lembut, seperti brie, camembert atau feta, atau keju ala Meksiko.
  • Susu mentah atau makanan olahan dari susu yang tidak dipasteurisasi.
  • Daging olahan, seperti hot dog atau daging deli.
  • Makanan apapun yang ditarik kembali karena terbukti mengandung bakteri listeria.

Baca juga: Inilah Cara Tepat Mencegah Listeriosis

Itulah pemeriksaan untuk mendeteksi listeriosis. Kini, melakukan pemeriksaan kesehatan juga semakin mudah dengan aplikasi Halodoc. Enggak perlu antre, melalui aplikasi Halodoc, kamu bisa buat janji di rumah sakit pilihan kamu dan langsung ketemu dokter. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Listeria infection.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Listeria Infection/Listeriosis: Diagnosis and Tests