• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Inilah Pemeriksaan yang Dapat Mendiagnosis OCD

Inilah Pemeriksaan yang Dapat Mendiagnosis OCD

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Obsessive Compulsive Disorder (OCD) adalah gangguan psikologis, sehingga perlu pemeriksaan yang tepat untuk mendiagnosisnya. Secara umum, OCD dikenal sebagai gangguan yang menyebabkan pengidapnya memiliki pikiran obsesif serta perilaku yang bersifat kompulsif. Namun, hingga kini masih belum diketahui secara pasti apa yang menjadi pemicu kondisi ini. 

Gangguan ini bersifat jangka panjang alias penyakit yang menetap lama pada seseorang. Meski belum diketahui penyebabnya, OCD diduga berkaitan dengan faktor riwayat penyakit yang sama atau faktor genetik yang memengaruhi perkembangan otak seseorang. Selain itu, OCD juga disebut berkaitan dengan trauma masa lalu. Lantas, bagaimana cara untuk mendeteksi gangguan ini? Simak pembahasannya di bawah ini!

Baca juga: 4 Gangguan Mental yang Terjadi Tanpa Disadari

OCD dan Cara Ahli Mendiagnosisnya 

Gangguan OCD seringkali muncul dan ditandai dengan pikiran buruk yang berlebihan terhadap satu hal. Alhasil, kondisi tersebut memunculkan ketakutan yang terkadang tidak masuk akal. Ketakutan yang bersifat tidak masuk akal (obsesi) tersebut, kemudian menyebabkan seseorang melakukan perilaku repetitive (kompulsi). Pengidap OCD mungkin melakukan hal yang sama secara berulang, misalnya mencuci tangan berulang kali karena tidak yakin sudah bersih.

Sebenarnya, pikiran negatif dan rasa cemas adalah hal yang wajar dan bisa terjadi pada semua orang. Namun, hal ini perlu diwaspadai jika terjadi secara berlebihan. Pada pengidap OCD, rasa cemas dan pikiran negatif terjadi secara berlebihan dan tidak terkendali. Bahkan, kondisi ini bisa menyebabkan seseorang tidak dapat menjalani hidup secara normal karena tidak bisa mengendalikan pikiran dan membendung kekhawatiran yang datang. 

Namun biasanya, dampak dan gejala kondisi ini bisa berbeda-beda antara satu orang dengan yang lainnya. Meski begitu, umumnya OCD menyebabkan seseorang memiliki perilaku dan pola pikir tertentu, yaitu obsesi, kompulsi, hingga kecemasan. Perlu diagnosis tepat untuk mengetahui kondisi kejiwaan seseorang dan menentukan pengobatannya. 

Diagnosis OCD dilakukan oleh ahli, yaitu psikiater. Awalnya, psikiater akan menanyakan riwayat munculnya gejala, yaitu pikiran dan perilaku yang muncul berulang. Kamu harus memberitahu perilaku apa yang sering dilakukan secara berulang untuk kemudian digali lebih dalam, biasanya melalui sesi wawancara dan psikotes atau mengisi kuesioner. 

Tak hanya pada pengidap OCD, wawancara juga akan dilakukan pada orang sekitar atau anggota keluarga. Baru selanjutnya dilakukan pemeriksaan fisik dan tes lanjutan untuk mencari tahu organ apa yang mengakibatkan timbulnya gejala OCD. Pemeriksaan penunjang lain juga mungkin akan dilakukan, seperti tes darah, fungsi kelenjar tiroid, dan hal lain yang mungkin memengaruhi pikiran dan perilaku seseorang. 

Selain pemeriksaan fisik dan kondisi mental pengidap OCD, psikiater nantinya juga akan mencari tahu dampak dari gangguan ini ke kehidupan sehari-hari pengidapnya. Dengan begitu, akan diketahui tingkat keparahan dan perawatan yang mungkin perlu dilakukan untuk mengatasi gangguan mental yang satu ini. OCD perlu dikendalikan, terutama jika sudah mengganggu kualitas kehidupan, hubungan sosial, hingga prestasi belajar. 

Baca juga: 3 Ciri Obsessive Compulsive Disorder, Jadi Salah Satunya?

Cari tahu lebih lanjut seputar gangguan mental obsessive compulsive disorder alias OCD dan bagaimana cara mendiagnosisnya dengan bertanya pada psikolog di aplikasi Halodoc. Psikolog bisa dengan mudah dihubungi melalui Video/Voice Call dan Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Dapatkan informasi seputar kesehatan mental dari ahlinya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
American Psychiatric Association. Diakses pada 2020. What is Obsessive-Compulsive Disorder?
Psychology Today. Diakses pada 2020. Obsessive-Compulsive Disorder.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Obsessive-Compulsive Disorder (OCD).