Inilah Penanganan Tepat Penyakit Peyronie

penyakit peyronie

Halodoc, Jakarta - Penyakit peyronie bisa dialami oleh pria di usia berapapun. Penyakit ini berawal dari tumbuhnya plak, atau jaringan parut di dalam Mr. P dan menyebabkan bengkoknya Mr. P ke atas atau ke samping. Enggak mau mengidap kondisi ini? Yuk, ketahui penanganan yang tepat pada pengidap penyakit ini.

Baca juga: Bentuk Mr. P Aneh? Mungkin Kena Peyronie

Apa Itu Penyakit Peyronie?

Penyakit peyronie merupakan salah satu masalah yang terjadi pada Mr P yang disebabkan oleh terbentuknya jaringan parut atau plak pada Mr P dan testis. Jaringan parut akan menumpuk di dalam membran putih yang sering berada di bagian atas dan dasar Mr P. Nah, karena jaringan parut atau plak yang semakin menebal, Mr P akan membengkok ke atas atau ke samping. Kamu pasti sudah membayangkan kalau ini terjadi pada Mr P, otomatis Mr P akan memendek karena adanya plak tersebut.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Peyronie Pengaruhi Kesuburan Pria

Apa Gejala yang Muncul pada Pengidap Penyakit Peyronie?

Gejala penyakit peyronie dapat muncul secara tiba-tiba dan berkembang secara bertahap. Gejala tersebut, antara lain:

  1. Impotensi. Penyakit Peyronie dapat menyebabkan disfungsi ereksi, alias impotensi. Diperkirakan bahwa lebih dari dua per tiga pria dengan penyakit ini mengalami disfungsi ereksi.

  2. Plak ini disebabkan oleh penumpukan kolagen yang berlebih dan munculnya jaringan parut di dalam Mr P yang menebal atau berkembang di bawah kulit batang Mr P. Plak juga dapat muncul di sepanjang batang Mr P, tetapi sering kali muncul di sisi atas. Plak awalnya bertekstur sangat lembut, tetapi akan mengeras seiring berjalannya waktu.

  3. Perubahan bentuk Mr P seperti bengkok, menekuk, atau memendek. Kebanyakan pria yang mengidap peyronie memiliki kelainan pada bentuk Mr P. Cacat ini disebabkan oleh plak yang tidak berkembang seperti jaringan Mr P yang normal.

Mengidap Peyronie, Begini Penanganannya

Jika penyakit masih dalam tahap rendah, penanganan bisa melalui metode obat-obatan yang berguna untuk mengurangi jaringan parut di dalam Mr. P. Namun, jika metode obat-obatan tidak berhasil, biasanya dokter akan menjalankan prosedur bedah dalam kasus yang parah. Bedah akan dilakukan ketika pengidapnya sudah tidak bisa berhubungan intim dengan pasangan. Sejumlah prosedur bedah yang bisa dilakukan, antara lain:

  1. Plikasi. Prosedur pada plikasi dilakukan dengan menjahit sisi Mr. P yang tidak terdapat jaringan parut. Prosedur ini bisa meluruskan bentuk Mr. P, tetapi bisa saja membuat Mr. P lebih pendek dan menyebabkan disfungsi ereksi.

  2. Insisi dan cangkok. Prosedur ini dilakukan dengan membuat sayatan pada jaringan parut dan mencangkok bagian yang berlubng dengan jaringan tubuh pengidapnya. Prosedur ini dilakukan pada pengidap dengan lekukan Mr. P yang lebih parah. Perlu diketahui, prosedur ini dapat mengakibatkan gangguan ereksi yang lebih parah.

  3. Implan Mr. P. Prosedur ini dilakukan pada pengidap yang juga mengalami disfungsi ereksi. Implan Mr. P sendiri dilakukan untuk memperbaiki bentuk lengkungan pada Mr. P.

Baca juga: Pria Wajib Tahu Peyronie, Penyakit pada Mr. P

Jika kamu ingin bertanya tentang penyakit peyronie, Halodoc bisa jadi solusinya. Dengan aplikasi Halodoc, kamu bisa ngobrol langsung dengan dokter ahli di mana pun dan kapan pun via Chat atau Voice/Video Call. Kamu juga bisa membeli obat di Halodoc, lho. Tanpa perlu keluar rumah, pesanan kamu akan diantar dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya sekarang di Google Play atau App Store!