• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Inilah Penyebab Bau Mulut saat Puasa dan Tips Mencegahnya
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Inilah Penyebab Bau Mulut saat Puasa dan Tips Mencegahnya

Inilah Penyebab Bau Mulut saat Puasa dan Tips Mencegahnya

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 12 April 2022

“Kondisi perut yang kosong dan mulut kering adalah penyebab bau mulut saat berpuasa. Hal ini bisa dicegah dengan menjaga kebersihan mulut dan minum air yang cukup.”

Inilah Penyebab Bau Mulut saat Puasa dan Tips Mencegahnya

Halodoc, Jakarta – Bau mulut adalah masalah yang sangat umum terjadi pada umat Muslim yang menjalani puasa. Penyebab bau mulut saat puasa bisa jadi karena dehidrasi, perut yang kosong saat puasa seharian, hingga tanda masalah kesehatan tertentu.

Tentunya, masalah bau mulut saat puasa bisa dihindari dengan beberapa trik yang sebenarnya mudah. Lebih lanjutnya, yuk simak pembahasan berikut ini!

Penyebab Bau Mulut saat Puasa

Makanan yang dikonsumsi diubah menjadi energi oleh tubuh. Inilah sebabnya mengapa kamu merasa lemah jika terlalu lama tidak makan. Ketika kamu berpuasa dan tidak mendapatkan asupan makanan seharian, tubuh akan menggunakan cadangan energi untuk berfungsi.

Pembakaran lemak ini melibatkan pelepasan keton, yang menghasilkan bau busuk. Aroma yang tidak menyenangkan ini biasanya dikeluarkan dari tubuh melalui napas. Ini terjadi ketika tubuh kekurangan makanan. Itulah sebabnya saat berpuasa, sangat wajar jika aroma napas jadi kurang sedap.

Selain karena proses alami tadi, mulut kering juga bisa jadi penyebab bau mulut saat puasa. Ini juga rentan terjadi ketika berpuasa seharian. Mulut kering terjadi ketika produksi air liur berkurang. 

Air liur di mulut dapat membantu mengendalikan napas dengan beberapa konsistensi cairan dan pH. Air liur juga berfungsi untuk membersihkan partikel makanan, menjaga senyawa belerang di bawah kendali, dan bekerja sebagai agen alami untuk melawan bau mulut.

Terlalu lama tanpa makan dan minum juga dapat menurunkan produksi dan aliran air liur. Semakin kering kondisi mulut, semakin tidak sedap aroma napas. Nah, inilah yang menjadi penyebab bau mulut saat puasa seharian.

Tips Mencegahnya

Seperti dijelaskan tadi, ada beberapa hal yang jadi penyebab bau mulut saat puasa. Termasuk berkurangnya produksi air liur yang menyebabkan mulut jadi kering. 

Oleh karena itu, ada beberapa tips yang bisa dicoba agar aroma napas tetap segar selama berpuasa, yaitu:

  1. Sikat gigi secara rutin

Pastikan untuk menyikat gigi secara menyeluruh setidaknya dua kali sehari selama empat menit. Selama Ramadan, kamu bisa menyikat gigi sebelum tidur dan setelah sahur.

  1. Bersihkan lidah

Biofilm bakteri, lendir, dan kotoran yang dapat menimbulkan bau tak sedap dapat dicegah dengan menggosok lidah setidaknya dua kali sehari. Kamu bisa membersihkan lidah dengan alat pembersihnya, saat menggosok gigi.

  1. Gunakan benang gigi

Malas menggunakan benang gigi juga bisa jadi penyebab bau mulut saat puasa. Karena sisa-sisa makanan bisa saja masih terselip di gigi dan memicu pertumbuhan bakteri.

Oleh karena itu, selain menyikat gigi dan membersihkan lidah, jangan lupa juga untuk menggunakan benang gigi, ya.

  1. Banyak minum air putih

Mulut kering karena kurangnya konsumsi air selama bulan Ramadan dapat menyebabkan bau mulut. Perbanyaklah minum air putih selama sahur dan berbuka puasa. Tak hanya membantu mencegah bau mulut, ini juga dapat membuat tubuh lebih segar selama puasa.

Nah, itulah pembahasan mengenai penyebab bau mulut saat puasa dan tips mencegahnya. Jika cara-cara tersebut tidak berhasil, sebaiknya periksakan diri ke dokter, karena bisa jadi ada masalah kesehatan lain yang mendasari.

Agar mudah, kamu bisa gunakan aplikasi Halodoc untuk membuat janji dengan dokter di rumah sakit favoritmu. Yuk download Halodoc sekarang!

Referensi:
Dental Fundamentals. Diakses pada 2022. How Not Eating Can Give You Bad Breath.
Okadoc. Diakses pada 2022. How to Keep Your Mouth Fresh During Fasting.
The Health Site. Diakses pada 2022. Ramadan 2018: Ways To Prevent Bad Breath While Fasting.