• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Inilah Penyebab Terjadinya Lupus Nefritis

Inilah Penyebab Terjadinya Lupus Nefritis

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Ginjal adalah salah satu organ tubuh manusia yang penting untuk dijaga kesehatannya. Organ ini memiliki fungsi yang krusial pada tubuh, seperti menyaring darah serta membuang limbah dan racun dari tubuh melalui urine. Meski begitu, bukan tidak mungkin kamu secara tiba-tiba mengalami peradangan pada ginjal. Salah satu penyebab gangguan tersebut adalah lupus nefritis.

Gangguan tersebut disebabkan oleh penyakit imun yang membuat sistem pertahanan tubuh menyerang ginjal sendiri. Seseorang yang mengidap gangguan ini dapat mengalami tekanan darah tinggi, mengeluarkan darah pada urine, hingga gagal ginjal. Lalu, apa saja yang dapat menyebabkan seseorang mengidap lupus nefritis. Berikut ulasannya!

Baca juga: Inilah Komplikasi yang Disebabkan oleh Lupus Nefritis

Penyebab dari Lupus Nefritis

Lupus nefritis adalah gangguan yang menyebabkan peradangan pada ginjal karena penyakit autoimun di tubuhnya. Penyakit ini disebut juga dengan lupus yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menargetkan jaringan tubuh sendiri. Saat ginjal meradang, organ tersebut tidak dapat berfungsi dengan normal dan menimbulkan banyak dampak berbahaya. Maka dari itu, penanganan cepat dari gangguan ini perlu dilakukan agar gagal ginjal dapat dicegah.

Faktanya, belum ditemukan secara pasti penyebab dari penyakit ini. Riwayat keluarga dan hal-hal yang berada di lingkungan, seperti infeksi, virus, dan polusi yang berasal dari asap mobil atau asap pabrik dapat berperan menyebabkan penyakit ini. Selain itu, pria dan wanita dari semua rentang usia juga berisiko terkena lupus. Meski begitu, wanita memiliki risiko hingga 90 persen untuk didiagnosis penyakit lupus nefritis ini.

Selain itu, jika kamu masih memiliki pertanyaan terkait segala penyebab dari lupus nefritis, dokter dari Halodoc dapat membantu kamu untuk memberikan penjelasan yang lebih tepat. Caranya mudah sekali, cukup dengan download aplikasi Halodoc di smartphone yang digunakan sehari-hari untuk mendapatkan kemudahan akses kesehatan!

Baca juga: Penerapan Pola Hidup Sehat untuk Mencegah Lupus Nefritis

Cara Diagnosis Lupus Nefritis

Seseorang yang telah mengalami beberapa gejala dari penyakit ini, seperti hipertensi dan buang air kecil keluar bersamaan dengan darah, harus mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut agar dapat memastikan jika gangguan yang terjadi benar disebabkan oleh lupus nefritis. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memeriksa gangguan yang menyebabkan radang ginjal tersebut:

1. Tes Urine

Cara pertama yang dapat dilakukan untuk mendiagnosis lupus nefritis adalah pemeriksaan pada sampel urine untuk menemukan darah dan protein di dalamnya. Urine yang dikumpulkan dapat memastikan gangguan tersebut jika terdapat tingkat protein atau jumlah sel darah merah yang tinggi. Hal tersebut berarti orang yang diperiksa mengalami kerusakan ginjal. Urine tersebut juga diperiksa di bawah mikroskop untuk mencari sel ginjal.

2. Tes Darah

Pemeriksaan lainnya untuk memastikan seseorang mengidap lupus nefritis adalah dengan melakukan tes darah. Cara ini berguna untuk mengukur kreatinin, yaitu produk limbah dari kerusakan normal otot pada tubuh. Hal tersebut berguna untuk memperkirakan laju filtrasi glomerulus (eGFR). Saat penyakit ginjal semakin parah, tingkat kreatinin naik secara bersamaan.

Baca juga: Kapan Sebaiknya Lupus Nefritis Diperiksakan ke Dokter?

3. Biopsi Ginjal

Metode pemeriksaan ini dilakukan dengan mengambil sebagian kecil jaringan ginjal untuk diperiksa menggunakan mikroskop. Cara ini dilakukan menggunakan teknik pencitraan, seperti ultrasound atau CT scan, agar jarum biopsi dapat sampai ke ginjal. Selain itu, alat bius mungkin akan diberikan untuk membatasi rasa sakit agar prosedur pemeriksaan tetap lancar.

Itulah pembahasan mengenai segala sesuatu yang dapat menyebabkan seseorang mengalami lupus nefritis. Dengan mengetahui semua penyebabnya, kamu dapat menghindari penyakit tersebut, terutama pada wanita. Dengan begitu, ginjal kamu dapat tetap berfungsi normal.

Referensi:
National Kidney Foundation. Diakses pada 2020. Lupus and Kidney Disease (Lupus Nephritis).
NIH. Diakses pada 2020. Lupus and Kidney Disease (Lupus Nephritis).