09 December 2018

Inilah Penyebab yang Membuat Anak Terancam Rabun Dekat

Inilah Penyebab yang Membuat Anak Terancam Rabun Dekat

Halodoc, Jakarta - Mata seringkali diumpamakan sebagai “Jendela Dunia” karena peran tak main-main. Melalui organ ini kita bisa menyaksikan kejadian-kejadian yang terjadi di sekitar kita. Nah, terganggunya indra penglihat tentunya akan menimbulkan sederet masalah yang pastinya menurunkan produktivitas seseorang. Untuk anak-anak bahkan lebih dari itu, bisa-bisa berpengaruh pada masa depannya.

Ingat, masalah penglihatan ini tak hanya dimonopoli oleh lansia. Sebab dalam beberapa kasus, masalah mata bisa menyerang usia produktif, bahkan anak-anak. Salah satu contohnya rabun dekat. Kata ahli, kondisi ini merupakan gangguan pada mata yang menyebabkan pengidapnya tak bisa melihat objek dekat dengan jelas alias buram. Akan tetapi, mereka enggak mengalami kendala untuk melihat benda jauh, karena justru terlihat jelas.

Dalam dunia medis, rabun dekat juga sering kali disebut dengan hiperopia atau hipermetropi. Kondisi ini sering dikaitkan dengan masalah pembiasan. Mata pengidap hipermetropi mengalami sebuah masalah, yaitu cahaya yang harusnya dipantulkan tepat pada retina menjadi dipantulkan di belakang retina. Alhasil, penglihatan jarak dekat akan jadi kabur dan mata mudah terasa lelah.

Mata plus atau rabun dekat ini umum terjadi ke orang yang berusia tua. Akan tetapi, mata plus juga tak jarang dialami oleh anak-anak, lho.

Ada Sederet Gejalanya

Seperti kesehatan lainnya, penyakit mata, seperti rabun dekat bisa  menampakkan gejala-gejala bagi pengidapnya. Nah, berikut berbagai gejala yang bisa dialami pengidapnya:

  • Benda yang dekat terlihat kabur, tapi objek jauh justru terlihat jelas.

  • Nyeri pada sekitar mata atau mata lelah.

  • Kesulitan saat membaca.

  • Gelisah dan kelelahan.

  • Dalam beberapa kasus, anak dapat mengalami strabismus (mata juling).

  • Harus menyipitkan mata untuk melihat dengan lebih jelas.

  • Mata lelah usai melihat objek dekat, seperti menggunakan komputer atau membaca.

  • Sakit kepala atau pusing setelah membaca

Awasi Penyebabnya

Mata plus memang sering kali disebabkan oleh faktor usia. Sebab meski bisa dialami oleh usia berapapun, faktanya keluhan mata ini banyak dialami orang-orang di atas 40 tahun. Nah, berikut penyebab lain mata plus menurut para ahli:

  • Lensa mata terletak lebih jauh di belakang mata dibandingkan mata normal.

  • Mata terlalu pendek dan kornea kurang melengkung.

  • Meski jarang terjadi, mata plus juga berkaitan dengan kondisi kesehatan lainnya. Misalnya, retinopati yang bisa menyebabkan rabun dekat.  

  • Genetika juga amat dominan untuk menyebabkan rabun dekat. Sebab, sebagian pengidap masalah mata ini diwariskan dari orangtua.

  • Faktor lingkungan, seperti kurang aktivitas luar ruangan atau cara membaca, menatap gawai terlalu lama, hingga membaca di ruang gelap.

Selain beberapa faktor di atas, dalam beberapa kasus masalah kesehatan mata ini juga bisa disebabkan oleh tumor di sekitar mata, diabetes, ataupun masalah dalam pembuluh darah di retina. Enggak cuma itu, mata yang enggak berkembang sempurna saat bayi masih di dalam kandungan (sindrom mata kecil), juga bisa memicu mata plus.

Si Kecil atau anggota keluarga memiliki keluhan seperti di atas? Segeralah kunjungi dokter untuk mendapatkan saran dan penanganan yang tepat. Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Baca juga: