• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Inilah Perbedaan antara Depresi dan Gangguan Kecemasan Umum

Inilah Perbedaan antara Depresi dan Gangguan Kecemasan Umum

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Depresi dan gangguan kecemasan adalah dua masalah kesehatan mental yang umum. Meski begitu, belum banyak orang yang tahu apa perbedaan di antara keduanya. Padahal,mendapatkan diagnosis yang tepat mengenai kondisi mental yang sedang kamu alami sangat penting, agar bisa mendapatkan perawatan yang tepat. Karena itu, yuk simak perbedaan antara depresi dan gangguan kecemasan umum di bawah ini. 

Nyatanya, depresi dan gangguan kecemasan umum adalah dua kondisi mental yang saling berkaitan. Sekitar 50 persen orang yang didiagnosis mengidap depresi ternyata juga mengidap gangguan kecemasan umum. Selain memiliki suasana hati yang rendah, banyak orang dengan depresi mungkin juga mengalami apa yang dikenal sebagai “anxious distress” atau tekanan kecemasan. Mereka merasa tegang, gelisah, dan sulit berkonsentrasi, karena sangat khawatir. Mereka sangat takut bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi. 

Sedangkan orang yang mengalami gangguan kecemasan, biasanya cenderung mengisolasi diri dan menghindari pertemuan sosial. Akibatnya, mereka tidak memiliki kesempatan untuk mendapatkan pengalaman yang menyenangkan, yang kemudian dapat berujung pada depresi. Orang yang mengalami depresi dan juga gangguan kecemasan umum mungkin lebih berisiko untuk bunuh diri, sehingga perlu perawatan yang lebih intensif.


Perbedaan Gejala Mental Depresi dan Gangguan Kecemasan Umum

Depresi dan gangguan kecemasan umum punya ciri-ciri psikologis yang berbeda. Keduanya menimbulkan gejala mental yang berbeda.

Berikut ini gejala mental pada orang yang mengalami gangguan kecemasan umum:

  • Khawatir tentang masa sekarang atau masa depan. Orang dengan gangguan kecemasan umum mungkin khawatir tentang berbagai topik, peristiwa, atau kegiatan.
  • Punya pikiran yang tidak terkendali dan terus menerus tentang sesuatu yang salah.
  • Menghindari sesuatu yang dapat memicu kecemasan.
  • Memikirkan tentang kematian, dalam arti takut mati, karena penyakit atau bahaya yang diantisipasi.

Sederhananya, orang yang mengalami gangguan kecemasan umum, secara mental sibuk dengan kekhawatiran mereka sampai pada tingkat yang tidak proporsional dengan risiko atau kenyataan yang sebenarnya.

Sedangkan orang yang mengalami depresi biasanya menunjukkan gejala mental berikut:

  • Putus Asa. Pengidap depresi merasa tidak ada hal positif yang akan terjadi baik pada dirinya sendiri, pada orang lain, maupun untuk dunia ini di masa depan.
  • Percaya tidak ada gunanya mencoba untuk berpikir atau memiliki perasaan yang positif, karena keputusasaan ini.
  • Merasa Tidak Berharga. Pengidap depresi merasa seolah-olah diri mereka atau apa yang mereka lakukan tidak berharga.
  • Memikirkan Tentang Kematian. Pikiran tersebut muncul karena pengidap kehilangan minat untuk menjalani hidup atau merasa bahwa mereka merasa sudah menjadi beban bagi orang lain. Dalam kasus depresi sedang sampai berat, pemikiran untuk bunuh diri dapat muncul.

Baca juga: Sulli Meninggal, Ini Alasan Depresi Bisa Picu Bunuh Diri


Perbedaan Gejala Fisik Depresi dan Gangguan Kecemasan Umum

Meskipun depresi dan gangguan kecemasan umum memiliki gejala fisik yang sedikit berbeda, tetapi keduanya sama-sama menimbulkan gejala yang melelahkan bagi pengidapnya.

Berikut ini gejala fisik gangguan kecemasan umum:

  • Detak jantung meningkat.
  • Bernapas dengan cepat (hiperventilasi).
  • Berkeringat.
  • Gemetaran.
  • Kelelahan.
  • Sulit tidur.
  • Mengalami masalah gastrointestinal (GI).

Baca juga: Mengidap Gangguan Kecemasan, Ini Dampaknya pada Tubuh

Sedangkan depresi menimbulkan gejala fisik berikut:

  • Kehilangan nafsu makan atau justru sebaliknya, mengalami peningkatan nafsu makan secara signifikan.
  • Tidak berenergi.
  • Kelelahan fisik tanpa sebab.
  • Bergerak atau berbicara lebih lambat dari biasanya.
  • Tidur jauh lebih banyak (hypersomnia) atau lebih sedikit daripada biasanya (insomnia).
  • Sulit berkonsentrasi.

Segera Cari Bantuan Ahli

Bila kamu mengalami gangguan kecemasan, depresi, atau keduanya, kemungkinan besar dokter akan merekomendasikan pengobatan, terapi atau kombinasi keduanya. Pantau gejala dan catat bagaimana perasaan kamu setiap harinya, karena hal ini dapat membantu dalam proses diagnostik. Penting juga untuk memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan apakah kamu mengalami depresi, gangguan kecemasan, atau keduanya. Kejelasan tersebut dapat membantu kamu untuk mendapatkan perawatan yang tepat dan memahami cara mengelola gejala. 

Baca juga: Apa Beda Gangguan Panik dan Gangguan Kecemasan?

Kamu juga bisa berbicara atau bertanya mengenai kondisi mental yang kamu alami pada ahlinya dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Melalui Video/Voice Call dan Chat, kamu bisa menghubungi psikolog untuk minta saran kesehatan kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.


Referensi:
Psycom. Diakses pada 2020. Anxiety vs. Depression: How to Tell the Difference.
Verywell. Diakses pada 2020. Anxiety vs. Depression Symptoms and Treatment.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Anxiety disorders.