• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Inilah Perbedaan Gejala Sinusitis Akut dan Kronis

Inilah Perbedaan Gejala Sinusitis Akut dan Kronis

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Pernah mengalami hidung tersumbat yang disertai dengan pembengkakan pada area mata? Sebaiknya jangan sepelekan gejala yang kamu alami. Kondisi ini bisa menjadi tanda adanya penyakit sinusitis. Penyakit sinusitis merupakan kondisi pembengkakan dan peradangan pada area dinding sinus atau kantong udara kecil yang terletak di belakang tulang dahi, hidung, pipi, hingga belakang mata.

Baca juga: Ketahui 3 Jenis Sinusitis dan Gejalanya

Sinusitis memiliki jenis yang berbeda dan disesuaikan dengan tingkat keparahan dan lama gejala yang dialami oleh pengidap sinusitis, yaitu sinusitis akut dan sinusitis kronis. Tidak ada salahnya mengetahui perbedaan gejala dari kedua jenis sinusitis ini. Agar kamu dapat melakukan penanganan yang tepat, sehingga keluhan yang dialami dapat diatasi dengan baik. Simak ulasannya, di sini.

Inilah Perbedaan Gejala Sinusitis Akut dan Kronis

Umumnya, kondisi sinusitis akan ditandai dengan hidung yang tersumbat. Namun, untuk memastikan sinusitis yang kamu alami, tidak ada salahnya ketahui lebih banyak perbedaan antara sinusitis akut dan kronis.

1.Sinusitis Akut

Sinusitis akut menyebabkan rongga dalam hidung mengalami peradangan. Kondisi ini juga akan menyebabkan pembengkakan sehingga dapat mengakibatkan penumpukan lendir pada hidung. Sinusitis akut biasanya akan ditandai dengan munculnya cairan dari hidung dengan tekstur yang kental dan berwarna kuning maupun kehijauan. Kondisi ini juga akan menyebabkan hidung tersumbat yang disertai kesulitan bernapas dari hidung. 

Pengidap sinusitis juga akan mengalami nyeri, seperti ditekan pada sekitar mata, pipi, hidung, atau dahi. Selain itu, ada beberapa gejala lain yang menyertai, seperti tekanan telinga, sakit kepala, sakit pada gigi, batuk, bau mulut, hingga kelelahan. Jangan ragu untuk gunakan aplikasi Halodoc dan bertanya langsung pada dokter saat gejala yang kamu alami semakin memburuk atau demam dan gejala tidak menghilang lebih dari satu minggu.

Baca juga: Pilek Berkepanjangan, Mungkin Alami Sinusitis

2.Sinusitis Kronis

Sinusitis kronis ditandai dengan peradangan pada hidung yang menyebabkan munculnya lendir dari hidung. Biasanya, pengidap juga akan mengalami hidung tersumbat yang menyebabkan kesulitan bernapas. Indera penciuman juga akan berkurang ketika kamu mengalami sinusitis kronis. Tidak hanya itu, biasanya kondisi sinusitis kronis akan disertai dengan gejala lain, seperti sakit telinga, sakit pada bagian rahang hingga ke gigi, batuk, dan sakit tenggorokan. Gejala pada sinusitis kronis akan berlangsung kurang lebih 12 hari. 

Lalu, kapan sebaiknya mengunjungi rumah sakit? Jika kamu merasa kurang nyaman dengan gejala yang kamu alami, tidak ada salahnya untuk mengunjungi rumah sakit terdekat dan lakukan pemeriksaan. Tidak hanya itu, segera lakukan pemeriksaan jika gejala sinusitis tidak membaik dan disertai dengan demam, bengkak pada area mata dan dahi, sakit kepala parah, gangguan penglihatan, dan juga leher kaku.

Penyebab Sinusitis

Sinusitis menjadi salah satu penyakit yang disebabkan adanya paparan virus yang masuk melalui saluran pernapasan bagian atas. Virus memicu produksi lendir sehingga menyebabkan penumpukan dan penyumbatan pada saluran hidung. Hal ini membuat bakteri dan kuman yang ada pada rongga sinus semakin berkembang dan mengakibatkan infeksi.

Ada beberapa kondisi yang dapat tingkatkan risiko sinusitis pada orang dewasa, seperti infeksi jamur, infeksi gigi, alami cedera pada bagian hidung, kebiasaan merokok, serta adanya benda asing yang terjebak dalam hidung.

Baca juga: Bingung Mengatasi Sinusitis di Rumah? Coba 8 Tips Ini

Tidak hanya pada dewasa, sinusitis juga sangat rentan dialami oleh anak-anak. Biasanya, sinusitis yang dialami oleh anak-anak disebabkan oleh alergi, penularan virus dari pengidap sinusitis, hingga berada pada lingkungan yang penuh dengan asap.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Chronic Sinusitis.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Acute Sinusitis.