• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenali Perbedaan Gejala Trikomoniasis pada Pria dan Wanita

Kenali Perbedaan Gejala Trikomoniasis pada Pria dan Wanita

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Trikomoniasis adalah infeksi menular seksual yang disebabkan oleh infeksi parasit. Penyakit ini bisa terjadi pada pria maupun wanita, perbedaannya terletak pada lokasi yang terinfeksi. Pada wanita, parasit biasanya menyerang Miss V, uretra, leher rahim, kandung kemih dan kelenjar di area genital. Pada pria, parasit menyerang uretra di bawah kulup Mr P yang tidak disunat.

Meski bisa terjadi pada siapa saja, tetapi trikomoniasis lebih banyak terjadi pada wanita. Sebuah studi yang dilakukan oleh Universitas Johns Hopkins menyebutkan wanita berusia di atas 40 tahun berisiko besar terinfeksi parasit trikomoniasis. Jika dibiarkan, trikomoniasis meningkatkan risiko infeksi HIV/AIDS, gonore, klamidia, bakteri vaginosis, dan peradangan pelvik (pelvic inflammatory disease/ PID).

Baca Juga: 4 Infeksi Miss V yang Perlu Diketahui Kaum Hawa

Perbedaan Gejala Trikomoniasis pada Pria dan Wanita

Gejala awal trikomoniasis jarang disadari. Gejala baru muncul satu minggu setelah infeksi terjadi. Pada masa inkubasi sekitar 5-28 hari, pengidap trikomoniasis dapat menularkan parasit penyebab infeksi pada orang lain. Sebaiknya, hindari kontak seksual dengan pengidap trikomoniasis hingga dinyatakan sembuh.

Wanita

Gejala trikomoniasis pada tiap wanita bervariasi, mulai dari tidak ada gejala sampai menimbulkan penyakit radang panggul yang parah. Wanita yang mengidap trikomoniasis sering mengeluhkan keputihan yang tidak normal, yang mungkin dapat bernanah, berbusa, atau berdarah. Selain itu, wanita yang terkena infeksi menular seksual ini juga sering mengeluhkan gejala-gejala berikut:

  • Miss V mengeluarkan bau tidak sedap.

  • Timbul rasa gatal dan sensasi terbakar pada bagian vulvavaginal.

  • Merasa sakit atau nyeri saat berhubungan intim (dispareunia) juga seringkali menjadi gejala utama trikomoniasis.

  • Perdarahan setelah berhubungan intim atau post coital bleeding (PCB).

  • Nyeri saat buang air kecil.

  • Nyeri perut bagian bawah.

Selain gejala-gejala di atas, trikomoniasis pada wanita juga dapat menyebabkan servisitis, yaitu peradangan pada serviks atau leher rahim. Berikut dua gejala utama dari servisitis:

  • Keluarnya nanah di bagian dalam leher rahim (endoserviks).

  • Perdarahan dari endoserviks yang dapat diinduksi dengan mudah.

Pria

Pria yang terkena trikomoniasis mungkin tidak menunjukkan gejala, mungkin juga mengalami gejala ringan, atau mungkin mengalami trikomoniasis akut. Namun, pria dengan trikomoniasis lebih cenderung mengalami asimptomatik dibanding wanita dan cenderung memiliki resolusi penyakit alami yang jauh lebih cepat.

Uretritis non-klamidia non-gonokokal adalah gejala yang paling umum yang sering dikeluhkan oleh pria dengan trikomoniasis. Gejala trikomoniasis pada pria lainnya adalah:

  • Nyeri saat buang air kecil.

  • Rasa gatal pada bagian uretra.

  • Keluarnya lendir atau nanah dari alat kelamin.

Sedangkan gejala trikomoniasis lainnya yang bisa terjadi pada pria tapi kurang umum, yaitu nyeri di uretra, nyeri pada testis, dan nyeri pada perut bagian bawah.

Baca juga: Sakit saat Buang Air Kecil, Mungkin 4 Hal Ini Penyebabnya

Selain gejala, diagnosis trikomoniasis pada pria dan wanita juga berbeda. Pasalnya trikomoniasis pada wanita didiagnosis melalui cairan vaginal, sedangkan pada pria didiagnosis melalui urine. Durasi pemeriksaan trikomoniasis pada pria cenderung lebih lama dibandingkan wanita. Alasannya karena lebih sulit menemukan parasit penyebab infeksi pada sampel pemeriksaan pria.

Baca Juga: Ini Pencegahan agar Tidak Terkena Penyakit Trikomoniasis

Itulah perbedaan gejala trikomoniasis pada pria dan wanita. Sebaiknya segera berbicara dengan dokter spesialis kulit dan kelamin untuk penanganan yang tepat jika terjadi gejala trikomoniasis.

Kalau kamu punya pertanyaan lain seputar trikomoniasis, jangan ragu bertanya pada dokter Halodoc agar mendapatkan jawaban terpercaya. Kamu bisa menggunakan fitur Chat with A Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk menghubungi dokter kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!

Referensi:
Medscape. Diakses pada 2020. Trichomoniasis Clinical Presentation.