• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Inilah Syarat dan Ketentuan Melakukan Terapi Skoliosis
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Inilah Syarat dan Ketentuan Melakukan Terapi Skoliosis

Inilah Syarat dan Ketentuan Melakukan Terapi Skoliosis

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 08 Juni 2022

“Skoliosis perlu ditangani dengan tepat untuk meningkatkan kualitas hidup pengidapnya. Namun, ada beberapa ketentuan untuk melakukan terapi skoliosis atau pengobatan tertentu, seperti memastikan tingkat keparahan kurva.”

Inilah Syarat dan Ketentuan Melakukan Terapi Skoliosis

Halodoc, Jakarta – Skoliosis adalah gangguan kesehatan yang menyebabkan kelainan pada tulang sehingga tulang belakang melengkung ke arah satu sisi. Kelengkungan bisa terjadi di bagian mana saja, tetapi bagian yang rentan adalah tulang belakang bagian atas dan punggung bawah.

Sebagian pengidap skoliosis tidak memerlukan pengobatan karena kemiringan tidak terlalu parah. Namun, pada kondisi kelengkungan yang parah, ada beberapa pengobatan yang biasanya dilakukan, salah satunya melakukan terapi skoliosis. Yuk simak ulasan mengenai syarat dan ketentuan untuk menjalani terapi skoliosis berikut ini!

Ketentuan untuk Melakukan Terapi Skoliosis

Skoliosis menjadi penyakit yang bisa berkembang di akhir masa kanak-kanak dan awal remaja. Kebanyakan kondisi skoliosis bersifat ringan dan tidak memerlukan pengobatan. Namun, bersamaan dengan perkembangan dan pertumbuhan anak, kondisi ini bisa menjadi lebih buruk dari sebelumnya.

Ada berbagai gangguan kesehatan yang bisa dialami anak ketika skoliosis tidak diatasi dengan baik, seperti gangguan pernapasan hingga penampilan yang kurang baik. Pada pengidap yang mengalami kurva kemiringan 10 hingga 25 derajat, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan pada 3, 6, hingga 12 bulan ke depan.

Jika kemiringan sudah lebih dari 25 hingga 40 derajat, biasanya dokter akan menyarankan untuk melakukan terapi skoliosis atau pengobatan tertentu. Berikut ini ketentuan yang perlu diperhatikan:

  • Tingkat Keparahan Kurva

Jenis dan tingkat keparahan kurva dapat mempengaruhi perkembangan tulang. Kurva berbentuk S adalah tipikal yang lebih sering dialami pengidap skoliosis idiopatik. Sedangkan kurva berbentuk C lebih umum pada seseorang dengan skoliosis neuromuskular.

  • Posisi Kurva

Lekukan di bagian tengah tulang belakang cenderung mudah memburuk daripada kurva di bagian bawah atau atas.

  • Kematangan Tulang

Risiko skoliosis memburuk akan lebih rendah jika tulang seseorang berhenti tumbuh. Pada tulang yang masih bertumbuh, dokter biasanya merekomendasikan perawatan bracing.

Perawatan Lain untuk Skoliosis

Pengobatan bisa dilakukan dengan beberapa cara, seperti:

  1. Braces atau Penyangga

Braces atau penyangga direkomendasikan untuk anak-anak yang kondisi tulangnya masih bertumbuh dan berkembang. Penggunaan penyangga atau braces ini bukanlah untuk mengatasi skoliosis, melainkan sebagai langkah perawatan untuk mencegah lekukan menjadi lebih buruk lagi. 

  1. Tindakan Bedah

Tindakan bedah dilakukan untuk mengatasi skoliosis yang sudah cukup parah. Tindakan bedah dilakukan untuk mengembalikan posisi tulang yang mengalami skoliosis dan mencegahnya menjadi lebih buruk.

Kenali Penyebab Skoliosis

Ada berbagai tanda yang akan dialami oleh pengidap skoliosis, seperti bahu yang tidak rata, satu tulang belikat yang menonjol, pinggang tidak rata, dan salah satu pinggul lebih tinggi dibandingkan dengan sisi yang lainnya.

Sebaiknya segera lakukan janji pemeriksaan medis di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc jika ibu menemukan tanda-tanda skoliosis pada anak. Lekukan dapat berkembang secara perlahan dan tidak menyebabkan rasa nyeri pada anak. 

Namun, saat anak berkembang gejala skoliosis yang dialami mungkin dapat memburuk jika tidak ditangani sejak dini. Ibu bisa download aplikasi Halodoc sekarang juga melalui App Store atau Google Play untuk memastikan kondisi kesehatan anak. 

Hingga saat ini belum ada penyebab pasti dari kondisi skoliosis. Namun, adanya penyakit cerebral palsy, cacat lahir yang memengaruhi tulang, cedera atau infeksi tulang belakang, hingga adanya kelainan sumsum tulang menjadi penyebab yang membuat anak mengalami skoliosis.

Selain itu, ada faktor pemicu lainnya yang perlu diwaspadai, seperti usia, jenis kelamin, hingga riwayat keluarga dengan kondisi skoliosis.

Referensi:

Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Scoliosis.
Web MD. Diakses pada 2022. What’s the Treatment for Scoliosis?